Renungan Harian Youth, Sabtu 02 Januari 2021

AMSAL 27:17, BESI MENAJAMKAN BESI, ORANG MENAJAMKAN SESAMANYA

Rekan-rekan elohim youth, kehidupan manusia merupakan suatu jalan yang harus kita akui memang menguras energi yang cukup besar dari dalam diri kita.  Maksudnya adalah tingkatan pertumbuhan seseorang sudah dimulai ketika ia dilahirkan dan harus menunjukkan pertumbuhan yang normal dari seorangng bayi hingga ia menjadi dewasa.

Dapat dikatakan bahwa SEMUA YANG KITA JALANI SAAT INI TELAH MELEWATI PROSES YANG PANJANG,
DAN SEMUA YANG AKAN KITA HADAPI NANTI AKAN MEMBERIKAN PROSES YANG BARU UNTUK KITA.

Untuk itu kita perlu MERENUNGKAN KEMBALI SETIAP PERJALANAN KEHIDUPAN KITA SAMPAI SEJAUH INI.  Apa saja hal-hal baik dan hal-hal buruk yang telah kita lalui sehingga kita dapat MELIHAT TAHUN YANG BARU SAJA BERLALU SEBAGAI SEBUAH WAKTU DIMANA KITA TELAH MELIHAT KEAJAIBAN TUHAN dan kemudian MENYIAPKAN HATI KITA UNTUK SEGALA HAL YANG BAHKAN BELUM KITA PIKIRKAN UNTUK MENGHADAPI HARI-HARI YANG AKAN DATANG.

BERPROSES DI DALAM KEHIDUPAN merupakan suatu perjalanan kehidupan yang secara natural dialami oleh setiap manusia. FIRMAN TUHAN MEMBERIKAN PETUNJUK PENTING UNTUK MANUSIA MENGERTI NILAI-NILAI KEHIDUPAN YANG TUHAN INGINKAN dan KEDEWASAAN ADALAH HASIL UTAMA DARI SEGALA PROSES KEHIDUPAN YANG TELAH DILEWATI.

AYUB 42:2…. “AKU TAHU, BAHWA ENGKAU SANGGUP MELAKUKAN SEGALA SESUATU, DAN TIDAK ADA RENCANA-MU YANG GAGAL.”

Nah, hal penting bagi kita untuk meresponi kehidupan secara natural adalah bagaimana kita perlu memahami dengan siapa kita berproses.  Sama seperti seorang Ayub yang mengalami pergumulan di dalam kehidupannya, maka proses yang sama juga berlaku di dalam kehidupan kita, sehingga sebenarnya selalu akan:

BERPROSES DENGAN SESAMA MANUSIA DAN BERPROSES DENGAN TUHAN

Bagaimana kehidupan seorang manusia yang BERPROSES DENGAN TUHAN?

Kita bisa menyimak dari kisah perjalanan kehidupan Abraham yang telah mengikut Tuhan dengan sepenuh hatinya.  Berjalan bersama dengan Tuhan dengan segala perintah Tuhan; berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain dan itu dilakukan atas dasar percaya kepada firman Tuhan; bahkan ketika Tuhan mengaruniakan seorang anak kepadanya di usia yang sudah senja dia tetap percaya kepada Tuhan; bahkan setelah itu Allah meminta anaknya untuk dikorbankan, dia siap korban anaknya sebagai persembahan kepada Tuhan. (Kejadian 12:2, 15: 5)  

IBRANI 11:8, KARENA IMAN ABRAHAM TAAT, KETIKA IA DIPANGGIL UNTUK BERANGKAT KE NEGERI YANG AKAN DITERIMANYA MENJADI MILIK PUSAKANYA, LALU IA BERANGKAT DENGAN TIDAK MENGETAHUI TEMPAT YANG IA TUJUI

ABRAHAM BERSEDIA MENYERAHKAN SEGALA KEHIDUPAN MELALUI KETAATANNYA UNTUK MENGIKUTI SEGALA APA YANG ALLAH INGIN LAKUKAN DI DALAM KEHIDUPANNYA DAN KELUARGANYA

Setelah melewati perjalanan yang panjang dan Berproses dengan Tuhan, Abraham mendapat perkenanan dari Allah karena ia merupakan pejuang iman yang menginspirasi kehidupan kita untuk dapat melakukan firman Tuhan dengan sepenuh hati.

Bagaimana kehidupan seseorang yang BERPROSES DENGAN sesama MANUSIA?

Kita perlu merenungkan hal-hal ini untuk memahami karakteristik dari manusia:

  • KEBERAGAMAN SIFAT DAN KARAKTER SESEORANG SERINGKALI MENJADI PEMICU ADANYA KONFLIK DAN KEGADUHAN YANG DIALAMI SESEORANG.
  • SESEORANG BAHKAN SERINGKALI HANYA MELIHAT KEBURUKAN ORANG LAIN DIBANDING PERBUATAN BAIK DARI SESEORANG
  • KETIDAKSADARAN SESEORANG AKAN ADANYA PROSES INI DISEBABKAN TIDAK ADANYA PENGENALAN YANG BAIK DAN MENGAKIBATKAN KEKELIRUAN DALAM MERESPONI TINDAKAN ORANG LAIN

Kisah yang paling cocok untuk dibahas adalah bagaimana DAUD VS SAUL; setelah Daud diurapi menjadi raja Israel namun belum bisa naik tahta (teman-teman bisa membaca kisahnya di Alkitab)

1 SAMUEL 26: 9, TETAPI KATA DAUD KEPADA ABISAI: “JANGAN MUSNAHKAN DIA, SEBAB SIAPAKAH YANG DAPAT MENJAMAH ORANG YANG DIURAPI TUHAN, DAN BEBAS DARI HUKUMAN.”

DAUD MENOLAK UNTUK MEMBUNUH SAUL KAENA TELAH MEMPEROLEH KEYAKINAN BAHWA ALLAH SENDIRI AKAN MENYINGKIRKAN SAUL DAN BAHWA DAUD AKAN MENJADI RAJA PADA SAAT YANG DITETAPKAN ALLAH. Daud tidak memandang Saul sebagai seorang musuh melainkan memandang otoritas Allah yang ada pada Saul sebagai seorang raja yang diurapi Allah.  Dia bahkan tidak bertindak sesuai dengan kehendaknya sendiri untuk sebuah jabatan sebagai raja.  Daud mampu mengontrol egonya dan tidak berlaku jahat kepada Saul.
DAUD MENJADI RAJA YANG BERKARAKTER KUAT DAN PENUH KEYAKINAN KEPADA ALLAH SETELAH BERPROSES BEGITU LAMA DENGAN SAUL DENGAN RESIKO YANG SANGAT BESAR.

SEPERTI APA DAN DENGAN SIAPAKAH KITA BERPROSES SAAT INI?

Jika kita sedang Berproses dengan Tuhan, usahakanlah supaya proses dengan Tuhan menghasilkan perkenanan Allah bagi kita.  Jika kita sedang berproses dengan sesama manusia (bisa saja orang tua kita; rekan kerja; rekan gereja; pemimpin kita) teruslah mengontrol ego kita sehinga kita mampu menjadi pribadi yang rendah hati dan tunduk akan pimpinan Tuhan.

Komitmen kita:

JADIKAN IMAN SEBAGAI DASAR KETAATAN KITA UNTUK MEMILIKI HATI YANG SIAP MELIHAT SESUATU YANG BERBEDA DENGAN YANG KITA RENCANAKAN
JADIKAN KETAATAN KITA SEBAGAI JALAN UNTUK KITA MELIHAT PERBUATAN-PERBUATAN TUHAN TERJADI SESUAI DENGAN WAKTU TUHAN
JADIKAN WAKTU TUHAN SEBAGAI MOMEN UNTUK KITA MENGASAH DIRI KITA SEMAKIN DEWASA

SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM DIA YANG MEMBERI KEKUATAN KEPADAKU

TUHAN YESUS MEMBERKATI

RM – AdS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “Going to The Extra Mile”… memasuki tahun 2021 tentunya ada banyak resolusi yang mau untuk kita kerjakan sepanjang tahun ini.

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah sudah bisa digedung gereja jam 06.00 pagi, dan Sunday Funday jam 08.15 di chanel youtube Elohim ministry.