Renungan Harian Anak, Selasa 28 Juli 2020

Selamat pagi adik-adik Elohim Kids yang luar biasa….Apa kabar semuanya? Kakak harap kalian semua masih tetap bersemangat untuk membaca firman Tuhan ya…. Nah pagi ini kita mau belajar Firman Tuhan bersama-sama ya.

Sebelumnya kakak punya cerita perhatikan ya adik-adik …

Di suatu sore Kiki kedatangan tamu. Siapakah gerangan? Oh, ternyata Om Heru. Dulu Om Heru tinggal di dekat rumah Kiki. Sudah dua tahun beliau pindah ke kota lain.
Papa, Mama, dan Om Heru pun mengobrol. Sementara itu Mama memanggil Kiki, “Ki, tolong ambilkan air minum untuk Om Heru ya…”. “Aduh, lagi asyik bermain barbie disuruh ambil minum lagi,” ujar Kiki dalam hati sambil bersungut-sungut. Dengan muka cemberut Kiki mengambil air minum dan meletakkannya di meja tamu.

Wah, Kiki kok cemberut ya. Kan tidak enak kalau dilihat Om Heru yang sedang bertamu. Adik-adik, kalau ada tamu yang datang ke rumah, kalian harus bersikap ramah loh yaa….

Mari kita membaca firman Tuhan hari ini yang terdapat di dalam Kisah Para Rasul 21:15-20.

Dalam perjalanan Paulus dari satu tempat ke tempat yang lain ia beberapa kali menginap di rumah-rumah jemaat yang dia layani. Kali ini ia menginap di rumah Manason. Manason adalah seorang Kristen Yahudi dari Siprus, dan sudah menjadi Kristen sejak awal.

Kisah Rasul  21:16 Bersama-sama dengan kami turut juga beberapa murid dari Kaisarea. Mereka membawa kami ke rumah seorang yang bernama Manason. Ia dari Siprus dan sudah lama menjadi murid. Kami akan menumpang di rumahnya.

Memang tidak diceritakan bagaimana Manason memperlakukan Paulus di rumahnya. Tapi kakak yakin Manason dan keluarganya menerima Paulus dengan ramah dan menyambut dengan penuh sukacita.

Adik-adik, bagaimana dengan kalian? Kalau ada tamu yang datang ke rumah kalian, sudahkah kalian bersikap ramah kepada mereka? Kakak berharap kalian menjadi tuan rumah yang ramah, memberi salam, menawarkan minum atau makan, atau menanyakan kabar mereka. Pasti setiap tamu yang datang ke rumah kalian akan merasa senang dan  merasa diberkati dengan sikap kalian yang ramah.

Tapi tentunya adik-adik, sikap ramah harusnya menjadi sikap kita sehari-hari. Dengan siapapun adik-adik berjumpa adik-adik harus bersikap ramah, penuh dengan sukacita dan Bahasa keramahan yang paling sederhana adalah tersenyum

ayo tersenyum adik-adik, bagilah keramahan kepada semua orang.

Ayat hafalan:

Efesus 4:32a, Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni.

Komitmenku:

Tuhan Yesus  ajarilah aku menjadi tuan rumah yang ramah bagi setiap tamu yang datang ke rumahku. Dan juga semua orang yang aku temui

EPR – SP