Renungan harian Sabtu, 11 Juli 2020

Dunia yang gelap karena kehilangan harapan, kekecewaan, dan dukacita amat membutuhkan kepercayaan yang membawa sukacita. Setiap hati manusia haus akan sukacita. Umat manusia selalu mencari kebahagiaan dan mengenjar sukacita. Akan tetapi, kebahagiaan yang mereka rasakan berasal dari perkara-perkara yang terjadi dalam hidup mereka atau dari orang-orang yang mereka cintai; tidak merasuk jauh ke dalam ke lubuk hati sebagaimana sukacita. Banyak orang mencari kebahagiaan dengan mendapatkan lebih banyak uang, menikmati kenyamanan, atau mencari kepuasan melalui orang lain, tempat, atau jabatan.

Allah merindukan sukacita bagi Anda.

Ketika Tuhan kita turun ke dunia, pada malam dipadang belantara, malaikat berkata kepada para gembala,

“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Lukas 2:10).

Orang-orang Majus datang untuk melihat Kristus, dan ketika mereka melihat bintang itu, “sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia” (Matius 2:10-11).

Kristus Yesus datang ke dunia supaya manusia dapat mengalami sukacita besar:

“Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan” (1 Petrus 1:8).

“Buah Roh adalah: kasih, sukacita….” Paulus menulis kepada jemaat Tesalonika, “Dan kamu telah men¬jadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikeijakan oleh Roh Kudus” (1 Tesalonika 1:6).

Salah satu pelayanan Roh Kudus, yang datang dan tinggal di dalam hati kita sebagai hadirat ilahi ketika kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan, adalah menghasilkan sukacita yang melimpah-limpah di dalam lubuk hati kita.

1. Kita dapat memiliki sukacita karena mengenal Allah sebagai Bapa kita di surga

(Yohanes 1:11-12; Roma 8:16). Allah Bapa lebih besar dan lebih baik daripada semua pemberian-Nya yang lain. Roh Kudus memimpin kita untuk memandang dan berdoa kepada Allah yang kekal sebagai Bapa surgawi kita yang penuh kasih dan murah hati.

2. Kita dapat memperoleh sukacita karena mengalami kasih Allah yang kekal dan tidak berubah (Roma 8:35-39).

Kasih Allah kepada kita tidak dipengaruhi oleh siapa kita dan apa masa lalu kita. Allah mengasihi kita karena Ia adalah kasih. Dengan iman marilah kita menyadari kasih ini, dan dengan pertolongan Roh Kudus kita dapat menanggapinya.

3. Melalui Roh Kudus kita dapat merasakan sukacita karena mengalami pekerjaan baik Allah di dalam diri kita (Filipi 2:13).

Roh Kudus masuk ke dalam hati kita untuk menghasilkan buah Roh (Galatia 5:22-23). Penjelasan buah Roh ini menggambarkan apa arti sesungguhnya menjadi pengikut sejati Yesus Kristus. Anugerah dari Roh Allah ini diperuntukkan bagi setiap orang percaya.

4. Roh Kudus sudah masuk ke dalam hati kita untuk memberi kita sukacita hadirat Allah yang tinggal dalam semua krisis dan kesempatan hidup kita.

 Tuhan kita beijanji untuk senantiasa menyertai kita (Matius 28:20). Rasul Paulus memberikan kesakisan bahwa kita dapat menghadapi semua keadaan melalui kuasa Kristus yang hidup (Filipi 4:13).

5. Roh Kudus memberikan sukacita kehidupan yang tidak akan pernah berakhir

Dengan meyakinkan kita bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan. Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita berperan sebagai tanda bahwa kita adalah milik Allah dan sebagai jaminan bahwa kita akan menang atas maut (Efesus 1:13-14).

Bagaimana caranya supaya sukacita yang tak terkatakan ini bisa menjadi milik Anda? Jika kita telah mengizinkan Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamat Anda, periksalah apa yang telah Allah lakukan  bagi kita. Ingatlah kebaikan Tuhan, dan akan menuntun kita kepada sejahtera yang mendatangkan  SUKACITA dengan penuh ucapan syukur.

Milikilah persekutuan Bersama dengan Yesus, maka kedamaian dan sukacita itu akan Tuhan limpah-limpahkan dalam diri kita.

PA_12