Renungan Youth, Kamis 31 Desember 2020

Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Tidak terasa kita ada di penghujung tahun 2020, teman-teman.. sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru. Seorang anak muda bernama Jose bercerita mengenai masa lalunya yang kelam. Setiap malam ia menghabiskan waktu nongkrong di alun-alun kota dan baru pulang esok paginya. Konflik dan perkelahian menjadi “makanan” sehari-hari bagi Jose. Namun, ia merasa tenang karena memiliki kenalan seorang aparat yang sangat berpengaruh. Sampai suatu ketika, orang yang ia andalkan mengalami kecelakaan, yang mengakibatkan kematian. Jose pun limbung karena merasa tak ada lagi orang yang dapat diandalkan. Ketika itulah, Tuhan mengingatkannya untuk kembali kepada-Nya dan belajar mengandalkan Dia dan bersyukur dalam menjalani kehidupan.

Raja Daud dalam mazmur 28: 7 menaikan pujian kepada Tuhan,

“TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.”

Daud mengakui bahwa Tuhan adalah perisai, kekuatan dan penolong dalam kehidupannya. Dalam kesusahannya, Daud percaya bahwa Allah memegang kendali atas segala sesuatu. Tak ada Allah lain yang mengetahui segala hal dari sejak zaman purbakala. Kita memiliki Allah yang telah merancangkan segala hal sejak dari awal hingga akhir hidup kita. Alkitab pun memberi banyak informasi yang sangat jelas bagi kita mengenai kehidupan Daud yang tidak mudah. Rencana Allah yang menetapkan dia menjadi raja membawanya mengalami berbagai problema kehidupan, termasuk perlawanan dari saudara sebangsanya, juga dari musuh-musuh bangsa Israel yang dipimpin olehnya.

Tanpa kekuatan, perlindungan, dan pertolongan dari Allah, mustahil Daud dapat menghadapi semuanya itu hingga masa tuanya. Dalam kesusahan, Allah tak pernah meninggalkan dan mengabaikan umat-Nya. Dalam situasi apapun, baik susah dan senang, Allah yang adalah sumber kehidupan yang tak akan sekali-kali meninggalkan kita.

Ibrani 13: 5 mengatakan, karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” 

Teman-teman youth Elohim, banyak hal telah terjadi dalam hidup kita, apakah hidup kita penuh berkat dan kebahagiaan? Atau ada kerikil kecil yang menjadi batu sandungan? Sebelum menyapa tahun 2021, tidak ada salahnya menoleh sebentar ke belakang untuk melihat pencapaian atau hal-hal sedih apa yang sudah terjadi dalam hidup kita. Kadang, melihat sebentar ke belakang bisa menjadi satu cara untuk semakin bersyukur. Bersyukur karna kita bisa melewati semuanya, hingga kita ada saat ini.

Percayalah, Allah yang berdaulat dan memegang kendali atas hidup kita, Allah yang sama yang selalu menyertai di setiap musim hidup kita.

Seandainya kita mengandalkan manusia, maka kita akan kecewa, seperti cerita Jose tadi. Marilah kita belajar mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita setiap hari. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di tahun yang baru, namun satu hal yang pasti, Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Sesulit apapun situasinya, tetap andalkan Tuhan.

Jadikan Tuhan satu-satunya penolong yang dapat diandalkan. Sehingga hidup kita dipenuhi ucapan syukur kepada Allah. Menyatakan ucapan syukur menolong kita untuk fokus pada Tuhan di dalam kesesakan, menjauhkan kita dari sungut-sungut, menguatkan keimanan kita dan menunjukkan kerendahkan hati dengan pujian kepada Allah.

Komitmenku hari ini

Aku menjadikan Tuhan sebagai Andalan dalam kehidupanku, aku percaya akan pertolongan Tuhan yang ajaib dan tepat pada waktu yang terbaik.

Tuhan Yesus memberkati. Amin.

MW – SCW