Renungan Harian Anak, Senin 08 Juni 2020

Bahan Bacaan: Lukas 17:11-19

Isi Renungan:

Adik-adik ingat apa yang biasa kita lakukan saat memulai kegiatan kita sepanjang hari? Hal yang sama juga kita lakukan saat mau tidur?  Yaa.. yang biasa kita lakukan adalah berdoa.
Apa saja yang kita doakan? Kita berdoa meminta Tuhan memimpin dan menjaga kita sepanjang hari saat kita beraktivitas, kita juga berdoa minta pertolongan dan berkat dari Tuhan, dan yang penting juga adalah kita berdoa untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.

Mengapa kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan?

Hari ini kita mendengar cerita tentang orang yang bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.

Pada suatu hari, Tuhan Yesus pergi ke Yerusalem. Dalam perjalanan itu, Tuhan Yesus melewati sebuah desa. Di desa itu ada sepuluh orang yang sedang menderita sakit yang sangat parah. Karena sakit itu, badan mereka penuh luka yang tidak dapat disembuhkan bahkan jari kaki dan tangan mereka ada yang putus, penyakit itu disebut penyakit kusta. Karena penyakit itu tidak dapat disembuhkan, orang-orang mengusir kesepuluh orang itu dan melarang mereka untuk mendekati orang lain, bahkan mereka juga dilarang untuk pulang kerumah mereka. Tentunya mereka sangat sedih. Ketika sepuluh orang yang sakit kusta itu melihat Tuhan Yesus, mereka tidak berani mendekat tapi mereka berdiri dari jauh sambil berteriak: “Tuhan Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
Tuhan Yesus melihat mereka dan kasihan kepada mereka, lalu Tuhan Yesus mau menyembuhkan mereka, karena itu Ia menyuruh mereka pergi kepada imam-imam, untuk diperiksa apakah mereka sudah sembuh atau belum. Mereka percaya pasti Tuhan Yesus menyembuhkan mereka sehingga saat itu juga mereka langsung pergi.
Saat dalam perjalanan ke tempat imam-imam itu, mereka melihat bahwa penyakit mereka telah sembuh, sehingga mereka sangat senang dan ingin cepat-cepat sampai ke tempat imam-imam itu. Tetapi satu orang diantara sepuluh orang itu, tiba-tiba ingat bahwa dia telah disembuhkan oleh Tuhan Yesus tetapi dia belum berterima kasih kepada Tuhan Yesus, sehingga ia tidak mengikuti sembilan orang itu melainkan segera kembali kepada Tuhan Yesus dan mengucapkan syukur dan terima kasih pada Tuhan Yesus. Ia sangat berterima karena tanpa pertolongan Tuhan Yesus tentu penyakitnya tidak akan sembuh dan ia tidak bisa bertemu lagi dengan keluarganya, orang-orang yang disayanginya. Ia sangat bersyukur karena Tuhan Yesus masih mengasihi dan mau menolong mereka walaupun karena penyakit kusta itu mereka tidak disukai banyak orang.

Lalu kemana sembilan orang yang lain? Sepertinya mereka terlalu senang sampai lupa berterima kasih kepada Tuhan. Walaupun Tuhan Yesus tidak marah kepada mereka namun, Tuhan Yesus lebih senang kepada satu orang yang kembali dan mengucapkan syukur dan terima kasih itu.

Demikian juga Tuhan Yesus akan senang kepada anak-anak yang tahu berterima kasih, baik itu kepada Tuhan maupun kepada orang lain yang telah berbuat baik kepada kita.

Apakah adik-adik pernah mengucapkan terima kasih kepada mama atau papa yang sudah menjaga dan merawat adik-adik, memberi makan, pakaian, tempat tinggal dan sebagainya? Kepada kakak atau adik, teman dan siapa saja yang sudah menyayangi adik-adik?
Apakah adik-adik pernah mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yesus yang sudah menjaga dan melindungi adik-adik saat tidur, bermain, belajar, bahkan dimana saja adik-adik berada Tuhan Yesus selalu ada dan melindungi adik-adik.

Ayat Hafalan:

1 Tawarikh 16:34, Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Komitmenku :

Aku mau belajar untuk mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan dan semua orang yang melakukan kebaikan buatku dan seluruh keluargaku.

TC – KCP