Renungan Harian Youth, Sabtu 28 November 2020

Rekan-rekan pernah kan dengan cerita tentang kisah “seorang petani yang keledainya jatuh ke dalam sumur”. Karena tidak ada jalan untuk mengeluarkannya, petani itu memutuskan untuk mengubur keledainya di sumur itu. Namun, keledai itu memiliki gagasan lain. Mula-mula, saat sesekop tanah mulai mengenai punggungnya, keledai itu mulai histeris. Namun, sebuah pemikiran membuatnya tersentak, “Aku hanya perlu mengibas-ngibaskannya, dan menapak di atas tanah itu.” Ia pun melakukannya. Jam demi  jam berlalu, saat tanah menimpa tubuhnya, keledai itu terus berkata kepada dirinya, “Aku hanya perlu mengibas-ngibaskannya, dan menapak di atas tanah itu!”. Betapapun banyaknya tanah yang ditimpakan ke atas tubuhnya, ia terus-menerus mengibas-ngibas- kannya dan menapak di atasnya, sampai akhirnya keledai itu berhasil keluar dari sumur dengan penuh kemenangan.

Dari cerita diatas kita bisa belajar bersama bahwa TANTANGAN KEHIDUPAN bisa mengubur atau memberkati hidup kita; perbedaannya terletak pada sikap hati yang benar. Saat ada yang melemparkan tanah ke arah kita, ada masalah maka kibaskan saja, dan menapaklah di atasnya. Gunakan tanah itu sebagai pupuk dan bertumbuhlah lebih kuat, bukan sebagai hal yang akan mengubur impian-impian kalian

Sebuah quotes yang menarik dari Eleanor Roosevelt

“Tak seorang pun dapat membuat Anda merasa rendah diri tanpa persetujuan Anda.”

 Perhatikan, yang penting bukanlah apa yang dikatakan orang lain tentang diri kita, melainkan apa yang  menjadi keputusan dan pilihan dalam kehidupan kita

Daud berkata, “Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma” (Mzm. 92:13). Pandanglah pohon kurma, kita akan melihat seperti apakah pohon korma itu

(a) Orang dapat menebangnya, tetapi tidak dapat mematikannya. Sebagian besar pohon bertahan hidup dengan mineral dan gizi yang terdapat di bawah kulit kayu. Jadi ketika Anda menebangnya, pohon itu mati. Tidak demikian dengan pohon kurma. Sumber kehidupannya berasal dari jantung pohonnya sehingga pohon itu tetap hidup meski ditebang karena akarnya yang sangat dalam

(b) Pohonnya merunduk, tetapi tidak dapat patah. Badai musim panas dapat menumbangkan banyak pohon, tetapi tidak dengan pohon kurma. Pohon itu melenting. Ia merunduk, dan ketika badai berhenti, ia akan menegakkan batangnya kembali, dan sebenarnya menjadi lebih kuat karena berada di tempatnya merunduk.

(c) Kedalamannya melampaui ketinggiannya. Rata-rata tanaman atau pohon akarnya hanya menancap beberapa meter ke dalam tanah, namun akar pohon kurma menancap jauh ke kedalaman tanah untuk mencari air. Seperti pohon korma tetaplah terhubung dengan aliran airnya, maka Anda tidak akan tercabut, kering, atau tertiup angin.

Seseorang harus memusatkan perhatiannya pada sisi lain kehidupan kristiani. Jika tidak ada alasan lain selain memperjuangkan kenyataan, kita harus mengingatkan diri kita bahwa kesulitan dan tekanan adalah hal biasa. Masukan alkitabiah, konferensi tentang hidup yang begitu mendalam, atau seminar penuh kemenangan tidak akan membebaskan Anda dari pergumulan.” Tanyakan kepada pria-pria seperti Ayub atau Yusuf, Daniel atau Paulus, maka kita akan terbiasa dengan sebuah sikap hati yang mereka miliki yaitu KETEKUNAN

Chuck Swindoll

Rekan-rekan dalam masa-masa sulitlah karakter sejati akan ditempa, ketekunan akan membawa kehidupan Kristus dihasilkan kembali di dalam kita, pemahaman kita akan berubah menjadi pengenalan akan Allah yang sejati

KETEKUNAN akan melatih diri kita menjadi kuat, walaupun ada banyak tantangan yang melanda kehidupan kita, maka ketekunan akan menghasilkan :

(1) kesediaan menerima apa pun yang terjadi.
(2) tekad untuk tetap teguh berdiri.
(3) penglihatan akan Allah di dalam semua itu.

Tanpa ketekunan, kita tersandung dan jatuh, dengan ketekunan kita akan bertahan dan menang, lalu Allah pun dimuliakan dalam kemenangan Iman kita. Mungkin saat ini ada yang merasa putus asa, tetapi ingatlah bahwa segalanya belum berakhir. Segalanya akan berakhir jika kita menyerah, dan menyerah bukanlah pilihan bagi kita.

Jauh sebelum Alexander Graham Bell menemukan telepon, seorang guru sekolah berkebangsaan Jerman hampir menemukannya. Telepon Resse dapat mengeluarkan suara siulan dan dengungan, tetapi bukan kata-kata. Masih ada yang kurang. Bertahun- tahun kemudian setelah Resse menyerah, Bell menemukan kesalahan Resse. Ada sebuah sekrup kecil yang mengontrol elektroda terlepas satu seperseribu inci. Setelah Bell melakukan sedikit perbaikan, ia berhasil mengirimkan kata-kata dengan keras dan jelas. Renungkanlah hal ini. Sebuah perbaikan begitu kecil yang hampir-hampir tak terhitung membuat perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan dan mengubah sejarah!

Kekalahan itu tidak ada, kecuali jika sudah tidak lagi ada usaha; tidak ada penghalang yang tidak dapat diatasi, maka hematlah kelemahan yang melekat pada kita untuk tujuan yang lain.”

Elbert Hubbard

Untuk terus melangkah menghadapi tantangan yang dibutuhkan adalah keinginan dan tekad, dan bukanlah bakat yang memimpin orang-orang hebat  itu menuju keberhasilan. Bayangkan, kuncinya adalah KETEKUNAN

Tuhan Yesus, Sang Guru Besar Sendiri memberi kita formula keberhasilan ketika Dia berkata, “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Mat. 24:13).

Komitmenku hari ini

Dalam segala kelemahan dan kegagalanku, aku mau belajar untuk bertekun untuk terus melangkah dan tidak menyerah

H – AdS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah BETE … pasti menarik ya, kita akan membahas bagaimana sikap kita menjalani kehidupan ini, pada saat kita menghadapi situasi yang membuat kita jadi Bad Mood … relate dengan renungan kita hari ini.

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah sudah bisa digedung gereja jam 06.00 pagi, namun bagi yang mau ibadah dirumah saja tetap ikuti Online besok jam 07.00 dan Sunday Funday jam 08.15 di chanel youtube Elohim ministry.