Renungan Harian Youth, 09 April 2020

Syalom selamat pagi rekan-rekan Youth Elohim

Menjadi orang sukses dan memiliki pekerjaan yang baik merupakan impian banyak orang. Namun untuk menuju suatu impian tersebut harus dilalui dengan kerja keras, dan banyak proses untuk mengapainya . Tetapi tidak semua orang dapat bertahan dengan proses tadi, sehingga akhirnya memunculkan pikiran yang melintas  untuk menjadi orang yang sukses tanpa harus bekerja keras. Yah betul seperti situasi pada saat ini banyak orang yang mengambil jalan pintas untuk mendapatkan banyak uang dengan berbuat kejahatan. Tanpa memperhatikan belas kasihan orang lain, yang dipikirkan hanya hidupnya bisa terkucupi dengan mudah malah berlimpah limpah sampai sampai  bisa digunakan untuk berfoyah-foya ditempat hiburan. Masalahnya … menurut beberapa orang menjadi penjahat adalah salah satu jalan untuk menuju kesuksesan tanpa harus bekerja keras.

Hal ini juga terjadi pada 2 penjahat yang disalib bersama Yesus, (Luk 23:32-33), Peristiwa ini sudah di nubuatkan dalam kitab (Yesaya 53:12). Dari pelajaran Firman Tuhan mengenai 2 penjahat ini kita mau belajar 2 sisi yaitu :

  1. Penjahat yang menantang dan menghujat Yesus (Lukas 23:39)
  2. Penjahat yang rendah hati, mau mengakui kesalahannya dan bertobat (Lukas 23:40 -42)

Yesus menderita dengan cara yang kita tidak bisa mengerti, begitu juga kedua penjahat ini. Namun, penjahat yang kedua dapat menyadari kesalahannya dengan melihat serta merasakan sesuatu di dalam diri Yesus, sehingga ia tergerak untuk bertobat. Ia merasakan kehadiran Anak Allah yang disalibkan di sampingnya. Ia mengungkapkan apa yang ia rasakan bahwa Yesus sungguh Anak Allah! Ia dengan yakin ia berkata,

‘Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja’ (Lukas: 23:42).

Bagaimana dengan penjahat yang lain (‘yang tidak bertobat’)?

Kita telah belajar bahwa kita dapat diselamatkan dari dosa dan maut, namun ini tidak terjadi untuk semua orang yang tidak percaya kepada pengorbanan Tuhan Yesus. Banyak orang yang menilai firman Allah dengan keraguan dan penghinaan. Kekristenan  diserang terus-menerus oleh orang-orang yang berusaha untuk ‘membuktikan’ bahwa itu salah, atau mengandung ajaran-ajaran palsu, seperti penjahat yang tergantung di samping Yesus, meragukan dan bahkan menantang Yesus untuk ‘membuktikan’ bahwa Dia adalah anak Allah dengan turun dari salib.

Namun Allah tidak membalas atau marah ketika kita mencoba untuk menguji-Nya. Ketika kita jujur dan bertobat ​​mendekati-Nya, kita dapat memperoleh kepastian untuk diterima dan dihargai seperti penjahat yang bertobat di kayu salib itu, terlepas dari masa lalunya yang buruk. Cinta sejati dan belas kasihan dari Allah dapat menghilangkan keraguan.

Datang kepada-Nya dengan tulus dan berikanlah segenap kehidupan kita kepada-Nya Alamilah kasih dan anugerah yang mengagumkan dari Tuhan.

1 Yohanes 1 : 9, Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus ajari aku untuk rendah hati berani mengakui dosa dan kesalahanku, serta pimpin aku dalam kebenaran FirmanMu

(KP)