Renungan Harian Youth, Selasa 20 Oktober 2020

Selamat pagi temen-teman Elohim Youth… Apa kabar kalian semuaaa? Sehat-sehat ya dan tetap semangat!!

Ini guys ada yang lagi viral beberapa waktu yang lalu, sekita bulan September … Media informasi suaradotcom memberi judul – Sambil Menangis Lutfi Agizal Klarifikasi Soal Kata “Anjay”. Diceritakan bahwa youtuber ini mencoba mengklarifikasi kepada awak media saat menggelar konferensi pers di kantor Komnas Perlindungan Anak, di Jakarta Timur pada Minggu (6/9/2020). Menurut Lutfi, surat yang beredar itu bukanlah surat pengaduan melainkan surat rekomendasi sebagai seorang narasumber. Diketahui sebelumnya, Lutfi Agizal mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait video anak-anak kecil yang mengucapkan kata-kata “anjay”. Lutfi juga merilis video soal kata anjay yang dianggapnya kasar karena tidak lain adalah bentuk halus dari kata anjing namun begitu populernya dan dengan mudah diucapkan oleh masyarakat luas.

Bagaimana menurut KBBI?? Kalau kalian “klik” di google pasti tidak akan muncul arti dari kata anjay ini karena bukan kata baku. Kata ini malah ditemukan dalam kamus bahasa gaul. Definisinya adalah kata dalam bahasa gaul yang biasa digunakan untuk menyampaikan ekspresi kekaguman, kaget dan tertarik. FYI nih guys, anjay masuk ke dalam bahasa gaul yaitu ragam bahasa Indonesia nonstandard yang lazim digunakan oleh anak muda dalam pergaulan sehari-hari.

Siapa nih dari kalian yang sering atau keceplosan menggunakan kata anjay??

Dalam Yakobus 3:9-10 Dengan lidah kita memuji Tuhan dan Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia… dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk.”

Bersikap hati-hati dalam berbicara bukanlah hal yang mudah, apalagi dalam keadaan marah.

Kebanyakan orang lebih suka mengungkapkan kekesalannya lewat kata-kata baik yang diucapkan lisan atau yang diketik dalam media sosmed. Ya, kecenderungan manusia saat ini menulis status di sosmed sebagai pelampiasan amarahnya. Iya atau iya guys?? Sebenarnya hal seperti itu wajar sih namun keadaan emosional seseorang bisa saja lepas kendali, yang membuat seseorang itu mengeluarkan kata-kata kasar. Yakobus memberikan kita beberapa fakta bahwa tidak ada manusia yang sempurna dalam perkataannya.

Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna..”(Yakobus 3:2). Dan tidak seorangpun yang dapat menjinakkan lidah (Yakobus 3:8).

Bagaimana cara kita supaya dapat lebih bijak dalam berkata-kata? Dalam  Yakobus 1:19 diajarkan supaya kita lambat untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah. Kita harus berhati-hati dan tidak tergesa-gesa mengucapkan sesuatu karena ada kuasa dibalik kata-kata yang kita ucapkan.

Tuhan Yesus pun mengajarkan bahwa apa yang diucapkan mulut, meluap dari hati.

Nah..kalau hati kita dipenuhi dengan Firman-Nya maka secara otomatis yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata yang menghibur dan menguatkan orang lain.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena apa yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya. (Lukas 6:45).

Satu lagi kanapa kita harus menjaga perkataan kita adalah, jangan lupa bahwa kita harus mempertanggungjawabkan nya kepada Tuhan. Jangan lupa bahwa apa yang kita tabur akan kita tuai dan dipertanggungjawabkan. Ada kuasa dalam perkaataan entah itu perkataan yang positif atau yang negatif

Matius 12:36, Yesus berkata…”setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.”

Yuk mariii… buat teman-teman Elohim Youth, kita mau belajar bersama dari sekolah kehidupan supaya kita lebih dewasa rohani  dalam menyikapi banyak hal secara positif sesuai ajaran Tuhan Yesus. Pakailah perkataan yang manis, yang sedap didengar dan memuliakan nama Tuhan.

Komitmen hari ini :

Saya mau belajar memberkati orang lain dengan perkataan yang sedap untuk didengar, menyadari bahwa ada kuasa didalam perkataan.

YN – MLE