Renungan Harian Youth, Jumat 19 Juni 2020

Pernah tahu iklan ini kan “Bikin hidup, Lebih Hidup” ini kan yang dulu sering muncul di Televisi, yah betul iklan ini adalah sebuah iklan rokok. Tapi bahasan kita bukan tentang rokok loh ya hehehe. Sebuah filosofi jawa juga mengatakan “Urip Iku Urup atau “Hidup itu Nyala”. Satu dari sekian banyak filosofi jawa membimbing kita menjadi orang yang lebih baik.

Kita mau belajar dari tema di atas, bagaimana membuat hidup kita ini menjadi semakin hidup dan bermanfaat, ada beberapa hal yang perlu kita pelajari dari Rasul Paulus yang di tuliskan dalam Kitab :

Filipi 3 : 12 : 14, Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan  sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Ada beberapa point yang dapat kita pelajari dari ayat diatas yaitu :

 1.     Kita harus mengakui kelemahan dan teruslah berusaha

Rasul Paulus mengakui bahwa ia sendiri belum mencapai kesempurnaan rohani. Namun dalam ayat12, ia memberitahukan kepada kita bahwa ia sendiri mengejar dan berusaha meraih kesempurnaan tersebut. Ia juga mempunyai sebuah tujuan dalam hidupnya yakni mencapai kesempurnaan rohani, yang hanya bisa tercapai melalui Yesus Kristus.

   2.  Kita harus melupakan masa lalu.

Setiap orang pasti punya masa lalu yang bermacam macam, ada yang baik dan ada juga yang buruk sehingga sulit untuk dilupakan tetapi dalam ayat 13, Paulus berkata: aku melupakan apa yang telah di belakangku. Tentunya yang dimaksudkan adalah melupakan semua permasalahan di masa lampau, baik kekalahan maupun kemenangan. Sebab jika kita selalu melihat ke belakang sambil berlari, tentunya kecepatan kita akan berkurang sehingga berakibat pada kekalahan. Perhatian kita pasti terbagi-bagi.

 3. Berlari (mengejar) untuk mencapai tujuan hidup.      

Dalam ayat 14, Rasul Paulus berkata: berlari- lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Yesus Kristus. Dalam bahasa Yunani, kata berlari mempunyai arti mengejar atau berlari sekencang-kencangnya. Rasul Paulus mengerahkan seluruh tenaganya dengan segenap hati oleh karena keinginannya yang kuat untuk mencapai kesempurnaan rohani tersebut. Hal ini diumpamakan seperti seorang atlit pelari dalam pesta olahraga sedunia, Olimpiade, yang memiliki semangat berlari serta mengejar agar ia mendapat hadiah medali emas.

 4. Tetap mengarahkan pandangan ke depan (Fokus Tujuan )

Dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan.” Berlari seperti seorang pelari untuk mencapai garis akhir. Rasul Paulus menggunakan seluruh tenaganya yang ada dengan penuh semangat untuk mencapai kemenangan yang sudah tersedia di hadapannya. Tuhan akan membebaskan dan melepaskan kita dari masa lampau.

Kehidupan yang kita alami di dunia ini dapat di ibaratkan seperti suatu perlombaan dimana ada garis start dan garis finish yang harus kita mulai dan akhiri, ada kemenangan tetapi juga di dalamnya ada kegagalan. Pada saat setan mencoba mengganggu tujuan kita dengan mengingatkan  kepada dosa dosa di masa lalu, mintalah  bimbingan Roh Kudus yang akan terus mengarahkan hidup kita  dan  usirlah taklukkan pikiran-pikiran serta buanglah semua belenggu masa lalu  yang masih membelenggu kita Di dalam nama Tuhan Yesus,  Raihlah kemenangan yang tersedia pada masa akhir penuaian Tuhan!

Roma 15 : 14 mengatakan  “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu,  supaya oleh kekuatan Roh Kuduskamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.”

Rasul Paulus yang dulunya ia seorang penghujat, penganiaya jemaat dan seorang yang ganas. Tetapi, dia telah dikasihi Tuhan. Apa yang menyebabkan perubahan dan perilakunya begitu drastis? Dari seorang seorang penghujat dan penganiaya yang ganas menjadi seorang pelayan Tuhan yang rendah hati. Itu semua karena Anugerah, Anugerah Tuhan tidak sekedar memanggil kita melayani, tetapi di dalam pelayanan itu Tuhan tidak henti-hentinya membentuknya menjadi seorang pelayan sebagaimana yang Tuhan kehendaki. Mari rekan rekan Remaja Pemuda kita menyadari di dalam masa pemulihan sekarang ini, adalah waktu yang Tuhan sediakan bagi kita sebagai umat pilihannya-Nya untuk mengejar kemenangan yang sudah tersedia bagi kehidupan kita. 

Inilah waktunya dimana setiap kita akan dipulihkan, jika kita terus  BERLARI  dan  MENGEJAR.  Teruslah berlari dan mengejar menuju pada tingkatan rohani yang baru dan sempurna.

Dimana ada kedewasaan dalam roh, ada hikmat baru, pengertian baru, kekuatan baru serta kesempurnaan yang baru yang menjadikan hidup kita semakin hidup untuk melayani Tuhan.  Amin.

Komitmenku :

Bimbinglah kami ya Tuhan supaya kami dapat mengerti maksud dan tujuan hidup kami, biarlah Roh KudusMu yang akan menuntun dan mengarahkan hidup kami supaya sesuai dengan panggilan Mu, Amin.

KP – AC