Mau_untuk_belajar

Renungan Harian Anak, Kamis 20 Agustus 2020

Amsal 4:1-6

Syalom salam semangat buat adik-adik semuanya, sudah siap merenungkan Firman Tuhan, ayo siapkan hati adik-adik untuk kita merenungankan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Sebelumnya kakak punya cerita …

Hari ini anak-anak kelas 2 SD Majumundur dibawa ke Indomaret sebelah sekolah oleh gurunya. Setiap anak diberikan uang masing-masing 10ribu oleh gurunya, lalu mereka berbelanja sesuai dengan catatan yang sudah dibuat di kelas. Begitu masuk ke Indomaret, seorang siswa bernama Delvin segera mengerti harus berbelanja apa saja, sedangkan teman-temannya, Dito, Tedy, dan Rio terlihat sangat kebingungan mau membeli apa. Bagaimana tidak? Catatan belanja mereka saja masih kosong, karena bingung dari tadi mau belanja apa saja. Lalu mereka lantas membeli apa saja yang diinginkan oleh mata mereka pada saat itu juga. Ada yang mengambil mainan, makanan, minuman, sampai-sampai ada yang membeli baju yang bergambar Iron Man. Mereka membeli semuanya itu dengan keinginan mereka, bukan yang dibutuhkan oleh mereka. Sementara Delvin, tak satupun barang yang dibelinya yang tidak berguna. Delvin membeli alat tulis seperti buku, penggaris, pensil dan pulpen untuk dipakai sebagai alat belajar. Hal ini juga sudah dicatat oleh Delvin sebelum dia pergi ke Indomaret, hasilnya Delvin tidak harus kebingungan ketika melihat barang-barang yang ada disana, dia hanya perlu mencari apa saja yang dia perlukan.

Kok bisa sih Delvin melakukan hal seperti itu? Delvin bisa berlaku seperti itu karena ia sudah terbiasa. Sejak kecil Delvin sudah dilatih oleh ayah dan ibunya agar membeli barang sesuai kebutuhan, bukan yang diinginkan olehnya pada saat itu juga. Kalau ke tempat berbelanja, orang tua Delvin tidak akan menuruti keinginan Delvin kalau ia meminta sesuatu yang dilihatnya menarik padahal barang itu diluar dari kebutuhannya. Delvin juga belajar taat dari apa yang diajarkan oleh orangtuanya, tidak nakal saat orangtuanya menasihati. Delvin mengerti kalau orangtuanya melatih Delvin untuk menjadi anak yang mampu menguasai diri dan bijak membeli apa yang dia butuhkan. Sekarang Delvin boleh berbangga karena didikan orangtuanya dapat dia terapkan dan berguna bagi dirinya.

Nah adik-adik ! Dari kisah ini kita belajar bahwa sesuatu bisa kita lakukan jika kita telah terbiasa untuk melakukannya.

Sama seperti Delvin tadi, kita bisa melakukan sesuatu untuk membiasakan diri kita. Jika adik-adik ingin bisa naik sepeda, adik-adik bisa mulai belajar sepeda. Tidak apa-apa kalau kita terjatuh berulang kali, yang penting terus semangat dan terus ada kemauan agar bisa naik sepeda pasti lama-lama akan terbiasa dan bisa untuk mengendarai sepeda. Atau adik-adik juga ingin belajar berenang. Cobalah belajar kepada seseorang yang bisa berenang. Adik-adik harus belajar cara bernafas didalam air, harus bisa mengambang, dan masih banyak lagi sebelum bisa untuk berenang. Jika terbiasa untuk belajar, pasti akan terbiasa dan akhirnya bisa berenang.

Jika adik-adik ingin terbiasa membaca renungan, belajar lah untuk mengambil waktu yang pas ditengah rutinitas kegiatan yang ada seperti sebelum sekolah atau sesudah sekolah, atau sebelum bermain atau menonton acara kesukaan kita. Melalui renungan yang ada, kita bisa menerima hikmat dan pengetahuan yang selalu baru setiap harinya. Karena Firman Tuhan yang kita baca atau dengarkan setiap harinya adalah Suara Hati Tuhan yang ingin Tuhan sampaikan kepada adik-adik setiap hari.

Jika adik-adik juga ingin terbiasa menghapalkan ayat hapalan, adik-adik bisa memulainya dari hal yang kecil seperti menghapal ayat hapalan yang pendek. Jika sudah terbiasa mulailah dengan ayat yang agak panjang hingga bisa menghapalkan ayat hapalan yang sangat panjang. Pasti bisa jika sudah terbiasa. Siapa tau adik-adik bisa menghapalkan ayat tidak hanya satu atau dua ayat saja, bisa saja 5 ayat atau satu pasal bahkan lebih hebat lagi kalau bisa menghapal hingga satu kitab … Yang terpenting harus terbiasa agar bisa melakukannya bukan.

Ayat Hafalan

Amsal 4:6 (TB)  Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.

Komitmenku hari ini

Aku mau terus belajar untuk bisa melakukan segala sesuatu agar kita terbiasa melakukannya dan bisa berguna bagi kehidupan kita sehari-hari.

MEK – RS