1 Raja-raja 18:3 (TB Sebab itu Ahab telah memanggil Obaja yang menjadi kepala istana. Obaja itu seorang yang SUNGGUH SUNGGUH TAKUT AKAN TUHAN.

Tetap berbuat BENAR DITENGAH-TENGAH KETIDAKBENARAN. Inilah yang dilakukan oleh Obaja seorang profesional yang TAKUT AKAN TUHAN atau dalam terjemahan lainnya Obaja adalah seorang yang “SUNGGUH TAAT AKAN TUHAN” (VMD)

Obaja adalah seorang pejabat istana raja Ahab. Ahab adalah seorang yang sangat jahat, seorang korup yang hanya mencari kepentingan diri sendiri, serakah dan seorang penyembah berhala (I Raja raja 20). Masyarakat pada waktu itu juga hidup sebagai penyembah berhala. Namun keadaan seperti ini tidak membuat Obaja mengikuti arus. Walaupun ancamannya adalah nyawanya sendiri.

Hal ini berbanding terbalik dengan kebanyakan orang pada zaman sekarang yang tidak sedikit demi kepentingannya sendiri rela menjual imannya kepada Yesus, mengikuti arus demi kenyamanan, keselamatan dan kepentingan sendiri. Yang paling menyedihkan hal ini juga dilakukan oleh orang orang yang menyebut dirinya anak-anak Tuhan bahkan yang dulunya adalah seorang hamba Tuhan/pelayan Tuhan. Sangat ironis sekali.

Orang yang TAAT kepada Tuhan adalah orang yang tetap melakukan yang BENAR sekalipun berada dilingkungan yang tidak benar dan berbeda.

Pada waktu itu sedang terjadi bencana kekeringan 3 tahun tidak turun hujan dan kelaparan melanda seluruh negri. Ini terjadi karena dosa yang dilakukan oleh Ahab dan rakyatnya, sehingga Tuhan mengirimkan bencana terjadi. Dalam keadaan seperti ini raja Ahab malah memikirkan memperkuat kekuatan militernya terungkap dalam ayat 5 bagaimana Ahab mengajak Obaja mencari rumput untuk kuda-kudanya (pada waktu itu kuda digunakan sebagai kendaraan perang). Bukannya bertobat dan mencari Tuhan supaya bencana kekeringan dan kelaparan dihentikan Tuhan.

Arti nama Obaja adalah  Hamba Allah, penyembah Allah.

Sesuai dengan arti namanya demikianlah Obaja lebih mementingkan Allah daripada keselamatan dirinya sendiri. Obaja seorang hamba Allah yang menjadi kepala Istana dari Raja Ahab yang jahat dimata Allah. Bisa kita sebut saat ini sebagai pejabat negara.

Namun “Obaja itu seorang yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan. Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi Tuhan, Obaja menyelamatkan seratus orang nabi (yang akan dibunuh oleh Izebel) lalu menyembunyikan mereka dalam dua gua yang terpisah serta mengurus makanan dan minuman mereka” (I Raja 18:3-4). Kita tidak mendapatkan petunjuk berapa banyak uang yang dikeluarkannya untuk memberi makan 100 orang setiap hari pada masa kelaparan (Mungkin itu uang tabungannya selama dia bekerja).


Kita bisa bayangkan situasi Obaja pada waktu itu, tentu tidak mudah mendapatkan makanan yang cukup untuk 100 orang nabi. Tapi apapun kesulitannya Obaja tetap melakukannya, belum lagi ancaman nyawa melayang jika Izebel istri Ahab yang jahat mengetahui apa yang dilakukannya, bisa dipastikan Obaja akan dibunuh. Tapi Obaja tetap melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesional. Sehingga Obaja tetap dipercaya oleh Ahab bekerja di istananya.

Tidak mudah bagi Obaja menjadi kepala istana pada masa pemerintahan Ahab. Jalan yang paling gampang adalah menurut kepada sang raja tanpa syarat supaya kedudukannya aman. Namun itu bukan jalan yang diambil Obaja. Dia lebih takut kepada Allah ketimbang kepada manusia. Itulah alasannya menyelamatkan 100 orang nabi Allah.

Obaja seorang komunikator yang baik sehingga dapat mempertemukan Elia dan raja Ahab.

Dari Obaja kita bisa belajar sebagai seorang yang bisa menjadi penyambung lidah yang berhasil mengajak sang nabi, yang terkenal tanpa kompromi itu, untuk bertemu dengan Ahab. Sehingga Elia tidak dibunuh oleh Ahab karena Obaja bisa menyampikan pesan kepada Ahab dengan cara yang baik.
Obaja sungguh mampu berkomunikasi dengan sangat baik. Dia bisa berkomunikasi dengan Ahab, Elia, terutama dengan Tuhan.

Pelajaran apa yang kita dapatkan dari hidup Obaja?

Kita semua adalah orang orang yang menyembah Allah, orang yang menyembah Allah adalah Hamba Allah.

Setiap orang percaya yang bekerja apakah sebagai karyawan, pegawai  dimanapun kita berkarya mari lakukan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya. Jika atasan kita bertindak melawan kebenaran Allah,  Tetap gunakan Firman Allah sebagai standart kebenaran. Tetap lakukan yang benar meskipun arus sekitar kita tidak berbuat benar. Berdoalah memohon bimibingan Roh Kudus, agar diberikan hikmat untuk memilih melakuakn apa yang benar dihadapan Tuhan.

Kita juga harus bisa  berkomunikasi dengan baik dengan semua orang, dengan hikmat Tuhan kita akan bisa menyampaikan pesan Allah dengan cara yang tepat sesuai dengan pimpinan Allah, karena kita adalah Terang ditengah-tengah dunia yang gelap oleh kejahatan.

MELAKUKAN YANG BENAR ADALAH BUAH DARI KETAATAN KITA KEPADA TUHAN YANG DAPAT DILIHAT OLEH ORANG LAIN.

Selamat Pagi, Tuhan Yesus memampukan kita tetap melakukan yang benar setiap jam dan waktu dalam kehidupan kita.

EM