Renungan Harian Sabtu, 12 September 2020

Allah ingin melakukan sejumlah perubahan di dalam diri kita semua karena Ia ingin menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Allah mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa dan untuk menunjukkan kualitas kehidupan yang Ia rancang bagi umat manusia sejak awal mula. Kristus memiliki tujuan untuk menolong kita menghentikan sikap, ambisi, dan perbuatan yang menghancurkan diri  sendiri dan membahayakan orang lain. Ia datang untuk memberikan kepada kita suatu pola pikir baru dan suatu program tindakan baru yang menuntun kita kepada kehidupan yang berlimpah-limpah di sini dan saat ini.

Kristus mencapai tujuan-Nya di dalam kita melalui karunia Roh Kudus.

Paulus mendorong orang-orang Kristen di Filipi untuk bekeija dengan rajin karena Allah juga sedang bekerja di dalam mereka (Filipi 2:12-13). Allah mengutus Roh Kudus-Nya untuk melakukan perubahan ilahi di dalam diri kita. Perubahan ini terjadi ketika kita memandang Tuhan dan bekeija sama dengan-Nya sementara Ia menyelesaikan tujuan baik Allah di dalam kita (1 Korintus 3:18). Paulus menyebutkan anugerah atau kebajikan batin yang ingin dihasilkan Roh Kudus di dalam diri kita. Anugerah ini meliputi kasih, sukacita, damai sejahtera, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Hari ini kita terutama akan memerhatikan buah Roh yang ditunjukkan dalam kemurahan.

“Bagian terbaik dari kehidupan seorang manusia yang baik adalah kemurahan hati dan kasihnya yang sederhana, tak bernama, dan tak diingat.”

William Wordsworth – Penyair

Hati yang pemurah dengan kata-kata yang indah: “Hati yang pemurah adalah mata air kegembiraan, membuat segala sesuatu yang ada di sekitarnya disegarkan menjadi senyuman.”

Washington Irving

“kemurahan adalah bahasa yang dapat didengar oleh yang tuli dan dilihat oleh yang buta.”

Mark Twain

Roh Kudus memimpin kita untuk bermurah hati kepada orang-orang lain.

Saudara ciri kehidupan orang beriman adalah “Memiliki Kemurahan Hati”, Paulus menggambarkan kasih orang-orang Kristen dengan berkata, “Kasih itu sabar dan murah hati” (1 Korintus 13:4). Daftar buah Roh yang disusun oleh Paulus memberikan gambaran verbal kepada kita mengenai seperti apa Kasih Yesus. Kita bukan hanya harus memperkatakan pesan Kristus, melainkan juga menyatakan fakta bahwa ada Kristus di dalam diri kita melalui hidup yang kitajalani. Tindakan kita harus berbicara lebih keras daripada kata-kata kita.

Kemurahan hati tidaklah berdasarkan naluri. Kemurahan harus sengaja dikembangkan dan ditumbuhkan, dan menjadi gaya hidup kita.

 Ketika Paulus berbicara kepada orang-orang Kristen di Kolose mengenai jubah yang harus dikenakan oleh anak-anak Allah, ia mendorong mereka untuk mengenakan, salah satu di antara banyak hal lainnya, “kemurahan.”

Perintah untuk bermurah hati sudah jelas dan pasti.

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu” (Efesus 4:32).

Kemurahan membawa kepada kebijaksanaan.
Kemurahan berusaha untuk menolong.
Kemurahan berarti menghargai orang lain.
Kemurahan termasuk membangun orang lain.
Kemurahan mencari hal-hal yang baik di dalam diri orang lain.
Kemurahan menunjukkan pengampunan dan belas kasihan.
Kemurahan berarti memperlakukan orang lain seperti Allah telah memperlakukan kita.

Kemurahan hati Allah membuat kita diselamatkan dari dosa.

“Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaruan yang dikeijakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita” (Titus 3:4-7).

Melalui banyaknya perbuatan kemurahan hati, Allah hendak mengadakan perubahan radikal di dalam benak manusia. Perubahan ini mengubahkan seseorang dari tidak percaya menjadi percaya dan dari pemberontakan kepada hidup yang bekerja sama secara bertanggung jawab terhadap tujuan-Nya yang baik. Allah akan terus berurusan dengan kita terkait dengan kemurahan ilahi setelah kita memasuki kekekalan.

Karena Allah sudah begitu baik kepada kita, kita seharusnya menanggapinya dengan berbuat baik kepada orang lain.

Berbaik hatilah kepada diri sendiri dengan menaruh iman dan percaya Anda di dalam Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Berbaikhatilah kepada diri sendiri dengan menanggapi karya Roh Kudus di dalam diri Anda. Berbaik hatilah kepada orang-orang lain sesuai tuntunan Roh, dan Anda akan mendapati hidup ini jauh lebih indah dan memuaskan.

PA_43