Renungan Harian Youth, Sabtu 26 September 2020

Syalom rekan-rekan youth, diakhir pekan ini kita akan sama-sama belajar dan merenungkan Firman Tuhan mengenai Ibadah.

Pernahkah teman-teman berpikir mengapa kita harus pergi ke gereja tiap minggu? Atau harus beribadah walau secara online … Bagi beberapa orang pertanyaan ini memang dianggap sebuah retorika belaka. Pasti bertemu Tuhan tentu saja. Namun, pertanyaannya adalah sungguhkah kita mengalami dan bertemu dengan Tuhan di sana? Sejujurnya, kebanyakan dari kita ke gereja atau beribadah hanya sekadar kebiasaan (legalitas) saja dan sudah menjadi ritual rutin. Sudah dari kecil diajar seperti itu.

Dan tanpa kita sadari maka kekristenan kita akan berhenti pada sebuah titik yang bernama “Legalitas” … ibadah adalah kewajiban dan tidak ada lagi inti dari kehidupan Kristen disana.

Kekristenan bukanlah sekadar kesetiaan menjalankan legalitas agama; Inti dari Kekristenan adalah rangkaian pengalaman yang nyata bersama dengan Tuhan setiap hari.

Renungkanlah kebenaran ini … menjalankan ibadah karena kasih dan kesadaran, melebihi karena kebiasaan. Ketika kekristenan kita hanya sekedar legalitas belaka, tidak ada kehidupan rohani yang dialirkan, tidak ada perubahan, prinsipnya yang penting jadi orang baik cukup.

Namun Tuhan mengajarkan hal yang lebih ….

Yohanes 4:23-24 (Terjemahan Sederhana Indonesia)  Tetapi waktunya akan datang dan sebenarnya sudah tiba sekarang— di mana setiap orang yang benar-benar mau menyembah Dia akan menyembah-Nya melalui persatuan dengan Roh Kudus dan sesuai dengan ajaran benar yang dari Allah. Karena Allah menginginkan orang-orang yang seperti itu untuk menyembah-Nya. Karena Allah bukan daging, tetapi Roh. Oleh karena itu, setiap orang yang mau menyembah Dia hendaklah menyembah-Nya melalui persatuan dengan Roh Kudus dan sesuai dengan ajaran benar yang dari Allah.”

Dari kisah perjumpaan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria, mengajarkan prinsip yang mendalam mengenai Ibadah dan Penyembahan. Penyembahan dan Ibadah yang sejati adalah sebuah hubungan dengan Allah. Menyembah Allah dalam ajaran yang benar dan sikap hati yang benar.

Beribadah bukan dengan motivasi kebiasaan, tetapi lebih disebabkan oleh “kebutuhan”. Kebutuhan untuk mengenal pencipta-Nya. Kebutuhan hakiki dan mendasar setiap orang, untuk semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Allah.

Kekristenan: Mengalami Kristus Setiap Hari

Mari mencari makna kekristenan melalui pengalaman keseharian bersama Tuhan. Jadilah kuat, sebab membangun hidupnya secara benar. Kerohaniannya bertumbuh karena kehidupan yang melekat dengan Kristus. Mencari dan menemukan Tuhan adalah kebutuhan utamanya dan tidak bisa ditawar lagi. Inilah kehidupan Kristen yang Ideal.

Kebutuhan mencari Tuhan ini melebihi semua jadwal pelayanannya, atau kepuasan diri. Kebutuhan primer dalam kehidupannya adalah Tuhan. Kekristenan melebihi ritual, ibadah bukan karena kewajiban tetapi kerinduan kepada Tuhan.

Berkaca dari Kehidupan Samuel

Dalam perjalanan kehidupan Samuel, tidaklah berada dalam sebuah situasi yang mendukung. Samuel dikelilingi dengan banyak ritual yang melawan kehendak Tuhan. Banyak orang-orang yang sudah bepaling dari Tuhan, namun Samuel tetap bertumbuh dan melakukan apa yang benar. Masa itu suara Tuhan sangat jarang. Namun, Samuel muda bisa mendengar suara Tuhan dengan sangat jelas. Bahkan Samuel pada akhirnya menjadi Imam bagi Israel yang menuntun umat Allah untuk Kembali kepada apa yang benar. Samuel tetap memilih melakukan apa yang benar dan berkenan dihadapan Allah.

Membangun Hidup di Atas Dasar yang Benar

Jika kita rindu menjadi Kristen yang benar, kita perlu membangun kebutuhan mengenal Tuhan ini sedini mungkin dalam hidup kita. Kekristenan tanpa pengenalan akan Tuhan adalah kekristenan tanpa kuasa. Tanpa makna. Tanpa identitas dan hakekat yang benar.

Tuhan banyak menegur orang-orang Farisi dan Yesus mengatakan bahwa mereka bak kuburan yang dilabur putih. Jangan sampai Tuhan berkata hal yang sama kepada kita. Padahal secara kualitas menjalankan ritual saja, kita masih kalah jauh dengan orang Farisi. Jadi sekarang, mari kita merenungkan semua keberadaan kita.

Ditengah situasi pandemi ini, dimana kita terbatas untuk beribadah secara Bersama-sama … apakah kamu tetap beribadah kepada Tuhan? Karena

Gereja tidak pernah tutup, gereja adalah saya dan saudara yang harus membangun ibadah kita kepada Allah, dimanapun kita berada setiap waktu. Menjadi gereja yang menyembah Tuhan.

Milikilah hati yang benar ketika beribadah, rindukan Tuhan dan kerjakan semua karena kasih kepada-Nya. Bukan karena legalitas dan  untuk mengejar berkat kita beribadah tetapi karena kita mau menyembah Tuhan itulah ibadah yang berkenan kepada Allah … siapkanlah hatimu dengan benar.

Komitmenku hari ini

Ajari aku untuk menjadi Bait Allah yang hidup, tidak hanya menjalankan ibadah sebagai legalitas saja tetapi setiap hari membangun hubungan secara pribadi dengan Tuhan.

YNP – AS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “SALAH FOKUS”… wih pasti menarik ya, bagaimana sebagai anak Muda kita harus memiliki Fokus yang benar untuk menggapai masa depan yang sesuai kehendak Tuhan.

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah sudah bisa digedung gereja jam 06.00 pagi, namun bagi yang mau ibadah dirumah saja tetap ikuti Online besok jam 07.00 dan Sunday Funday jam 08.15 di chanel youtube Elohim ministry.