Buktikan_dan_jadilah_teladan

Renungan Harian Youth, Kamis 24 September 2020

Syalom rekan-rekan youth … kiranya berkat dan penyertaan Tuhan ada dalam kehidupan kita semuanya.

Paradigma atau cara pikir akan menentukan gaya hidup dan pola dalam kehidupan kita. Karena itu jika kita mau melakukan perubahan lebih banyak, langkah pertama yang hams kita lalui adalah mengubah dulu apa yang ada dalam kepala kita. Mengubah cara pemikiran yang sudah ada dalam pola pikir kita. Tepat seperti yang quotes dari Bob Urichuck

“salah satu hal yang perlu kita kendalikan dalam hidup ini adalah segala hal yang kita masukkan dalam pikiran, karena itu yang akan mengendalikan sikap, perasaan, dan tindakan kita”

Bob Urichuck

Sangat berbahaya jika selama hidup tidak ada paradigma yang berubah. Karena kita perlu sadar bahwa dunia ini sedang membentuk paradigma kita. Ketika kita tidak mau merubah pradigma atau cara pikir yang salah menandakan dua hal. Kita sudah sangat terlalu nyaman dengan pemikiran kuno kita atau kita tidak pernah berpikir sama sekali! Karena itulah, kegiatan terpenting dan terinti dalam hidup adalah mencabut pandangan yang salah dan tidak benar kepada kebenaran yang dinyatakan dalam kehidupan kita.

Dunia ini secara umum memiliki cara pandang yang keliru tentang anak muda, dan ini pergumulan kita smua untuk bisa “MEMBUKTIKAN” lewat kehidupan kita. Beberapa paradigma yang keliru adalah sebagai berikut :

Anggapan bahwa Orang Muda  Tidak Bisa Berbuat Hal yang Berguna

Anggapan ini seringkali diberikan karena anak muda dianggap kurang pengalaman dan dianggap sembrono dalam bertindak.

Anggapan bahwa Anak Muda Tidak Bisa Diandalkan dan tidak konsisten

Anggapan ini muncul karena anak muda dianggap tidak bisa konsisten dalam tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan. Mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dan godaan.

Anggapan Bahwa Orang Muda adalah Biang Masalah dan Biang Keonaran

Memang, tidak bisa dimungkiri, kejahatan yang merajalela banyak dilakukan orang muda. Ketidakmampuan orang muda untuk meredam gelegak emosi dalam dirinya kadang membuat beberapa orang muda tidak berpikir panjang. Menjadi mainan emosinya. Begitu banyak hal yang salah diidentikan dengan anak muda.

Mungkin kalau mau dipanjangkan masih banyak paradigma atau cara pandang yang negative tentang anak muda.  Rekan-rekan youth … ini menjadi PR dan tantangan kita semua, tidak ada cara yang lain untuk mengubahkan sebuah paradigma yang salah dalam lingkungan sosial kita adalah “BUKTIKAN” lewat kehidupan kita.

Buktikan bahwa ada potensi yang sudah Tuhan taruh dalam kehidupanmu, pergunakan setiap kesempatan yang ada dan diberikan untuk melakukan hal yang berguna.

Mari kita belajar Bersama dari seorang anak Muda bernama Timotius, yang adalah anak Rohani dari Rasul Paulus. Timotius adalah seorang pemimpin muda yang dibangkitkan oleh Paulus untuk membantu pelayanannya. Timotius seorang pemuda dari Listra yang diutus oleh Paulus untuk melayani jemaat yang ada di Tesalonika, Korintus dan juga memimpin jemaat di Efesus. Tentunya pelayanan Timotius banyak menghadapi tantangan. Timotius memiliki sifat yang pemalu, karena itulah dalam beberapa suratnya Paulus meminta kepada jemaat supaya mereka menerimanya dan merasa lega dan tidak menghinanya (1 Korintus 16:10-17).

Mari perhatikan beberapa nasehat dan paradigma yang sedang dibangun oleh Rasul Paulus bagi Timotius dan juga bagi setiap kita.

1. Jadilah teladan

1 Timotius 4:12 Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Ini sebuah kebenaran yang perlu dikerjakan juga dalam kehidupan kita semuanya, jadilah teladan dalam kebenaran dalam setiap kesempatan.

2. Tidak hidup dalam ketakutan

2 Timotius 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Milikilah keberanian untuk melakukan apa yang benar, kuat, penuh kasih dan ketertiban.

3. Tidak tergoda oleh nafsu orang muda

2 Timotius 2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

Kalau kita membaca ayat-ayat diatas sudah banyak kebenaran yang kita dapatkan … yang perlu kita kerjakan adalah “BUKTIKAN” melalui kehidupan kita. Dimulai dalam segala aspek hidupmu, keluarga, pergaulanmu, pelayananmu, pendidikanmu, buktikan bahwa kamu “BiSA MELAKUKAN APA YANG BENAR”

Hidup yang diperbaharui diawali dari pembaharuan cara pikir dan harus dibuktikan dalam tindakan. JADILAH TELADAN adalah prinsip hidup yang penting.

YNP – SCW