Renungan Harian, Selasa 08 Desember 2020

 AMSAL 7 : 1 – 3, Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu. Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu. Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu.

Saudara-saudara, berapa banyak buku-buku yang anda miliki? secara umum keadaan buku-buku itu sama saja. Yakni terbuat dari lembaran lembaran kertas yang dijilid menjadi satu  Begitulah namanya buku.

Tetapi secara mendalam yang disebut buku itu menyangkut isinya, jika jilidan kertas kosong, tidak bertuliskan apa-apa rasanya belum sempurna disebut buku hanya sebagai sejilid kertas.

Tetapi dari Isinyalah suatu buku dapat dihargai orang dan memiliki nilai atau makna.

Demikian juga dengan hidup kita ini pun sama seperti buku sepanjang hari, kita menulis berbagai perbuatan kita . Semua itu layak disimpan , dikenang, dipelajari, atau diteladani. dan semua itu perlu kita baca lagi. Jika tulisan hasil perbuatan kita menyangkut hal-hal yang negatif, perlu dijadikan peringatan agar perbuatan itu tidak terulang lagi dalam kehidupan kita.

Jadi sekarang  bagaimana dengan catatan kehidupan kita hari ini?? Apakah berisi dengan sesuatu yang sesuai dengan KEHENDAK TUHAN ? mungkin hanya berupa ketabahan dan kesabaran. Tetapi kedua hal itu justru mempunyai nilai yang jauh lebih baik daripada perbuatan yang merugikan orang lain.

Sebab itu dikatakan dinats diatas, kita sebagai anak-anak Allah kita harus berpegang pada perkataanNya, dan menyimpan perintahNya, supaya kita memiliki hidup dan tambatkanlah semuanya itu pada loh hatimu. Dan kiranya firman Tuhan ini selalu mengingatkan kita semua untuk selalu mengisi hidup kita ini dengan hal-hal yang positif , membangun bagi banyak orang dan menjadi berkat.  Tuhan memberkati

Jika kita melihat tulisan dari Rasul Paulus

II Korintus  3:2, Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.

Kehidupan kita adalah seperti buku yang akan dibaca oleh banyak orang, siapakah kita maka orang akan membacanya dari apa yang kita tulis dalam kehidupan kita.

Rasul Paulus menyatakan bahwa Jemaat adalah surat Kristus. Jemaat adalah hasil pekerjaan tangan Allah sendiri. Kristus sendirilah yang menuliskan firman-Nya dalam hati para anggota jemaat melalui pekerjaan Roh Kudus. Akibatnya, hidup dan kasih Kristus akan terbaca oleh orang-orang disekitar kita.

Jelaslah tak ada seorang pun mampu menghasilkan karya rohani ini. Siapakah hamba Tuhan yang sanggup mengubah hidup orang, menuliskan firman yang terpancar dalam kehidupan orang yang dilayaninya? Ijinkan Roh Kudus menolong kita untuk kita dapat menulikan hal-hal yang indah melalui kehidupan kita setiap hari

Tuliskanlah catatan kehidupan kita dalam Kebenaran Firman Tuhan, karena disanalah kita menjadi surat terbuka yang memuliakan Tuhan

EW