Renungan Harian Youth, Selasa 29 Desember 2020

Syalom sobat Youth, semoga semua sehat-sehat dan senantiasa dalam lindungan Tuhan.

Mari kita baca dalam Yesaya 8:23 “Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka dikemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.” pasal 9:1 “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar, mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar”

Semua orang pasti pernah mengalami namanya mati lampu, gimana rasanya? Pasti tidak nyaman kan ya? Bahkan bagi beberapa orang sampai merasa sesak nafas kalau berada dalam kegelapan, ada juga yang merasa takut saat gelap, atau takut jatuh karena tidak bisa melihat apa-apa saat gelap sehingga tidak berani melangkah. Sungguh tidak nyaman saat berada dalam kegelapan. Satu-satunya yang dibutuhkan saat kita dalam kegelapan adalah cahaya.

Kondisi yang kita alami saat ini pun seperti kita sedang berada dalam kegelapan. Pandemi yang tidak kunjung mereda membuat perekonomian dunia ini hancur. Orang-orang mulai ketakutan, merasa tidak nyaman, tidak berani melangkah, kehilangan pengharapan akan hari esok. Seorang pelajar mulai kehilangan cita-cita, orang-orang yang sudah selesai kuliah pun kesulitan mencari pekerjaan, seorang karyawan harus kehilangan pekerjaanya. Sehingga jika ditanya kira-kira apa yang akan dikerjakan ditahun 2021 didepan ini? Banyak orang menjawab TIDAK TAU semuanya gelap, kami tidak bisa melihat apa-apa didepan. Seolah-olah semua orang sudah kehilangan PENGHARAPANnya.

Hal ini pula yang dialami oleh orang-orang Zebulon dan Naftali, Yesaya menggambarkan mereka adalah bangsa yang berjalan dalam kegelapan,  karena mereka memang berada dalam kondisi terpuruk dimana mereka dijajah bangsa lain bahkan diangkut dalam pembuangan dan membuat tanah mereka dikuasai bangsa lain.

Dalam zaman Yesus pun tanah Zebulon dan Naftali juga dianggap rendah oleh orang Yahudi karena banyak penjahat dibuang kesana, dan mereka mereka dianggap tidak murni karena kawin campur. Kondisi ini membuat oang-orang berfikir bahwa tidak mungkin lagi negeri ini dipulihkan. Tetapi apa yang dinubuatkan Yesaya ternyata digenapi dalam diri Tuhan Yesus, didalam

Matius 4: 13-16 “Ia (Yesus) meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan nabi Yesaya: “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit terang.”

Tanggal 25 kemarin kita sudah memperingati kelahiran Tuhan Yesus sang Terang itu yaitu CAHAYA PENGHARAPAN bagi kita untuk bekal kita memasuki tahun yang baru ini.

Karena Yesus berkata “Akulah terang dunia, barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yohanes 8:12) dan dalam Yohanes 1:4-5 “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”

Kapernaum (wilayah zebulon dan naftali) meskipun daerah yang dianggap buruk dan gelap, tetapi saat ada Yesus disana maka mereka melihat banyak sekali mujizat yang Tuhan kerjakan. Di penghujung tahun inipun mari kita sadari bersama meskipun kondisi yang ada adalah buruk dan gelap tapi jika ada Yesus dihidup kita maka kita akan melihat mujizat demi mujizat akan Tuhan kerjakan bagi kita.

Sehingga kita akan memasuki tahun yang baru ini dengan penuh pengharapan karena Yesus sang CAHAYA PENGHARAPAN itu ada bersama dengan kita.

“Yesus adalah hadiah terindah dari Sorga bagi umat manusia, karena di dalam Dia tidak ada lagi kegelapan, melainkan ada terang, pengharapan dan kehidupan kekal.”

Komitmenku hari ini

Aku percaya ada penyertaan Tuhan bagi kehidupan anak-anakNya, selalu ada cahaya Pengharapan yang menuntun hidupku

SM – MLE