“Tuhan yang Memilih”

“Tuhan yang Memilih”

Renungan Harian Anak, Senin 14 Juni 2021

Haloo …syalom adik-adik semuanya …

Adik-adik, coba tutup mata kita sebentar. Tidak boleh ada yang mengintip, ya. Kita mau mebayangkan menjadi orang buta. … sudah Bagaimana Adik-adik rasanya menjadi menjadi orang yang tidak dapat melihat? Tentu sangat tidak nyaman rasanya jika menjadi orang yang tidak dapat melihat. Kita akan mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan, misalnya tersandung ketika berjalan, tidak bisa membaca tulisan, tidak bisa bermain dengan nyaman. Jangankan mata ditutup coba kalo pas malam hari terjadi listrik padam, wah tentu kita jadi bingung yak arena kegelapan itu.

Adik-adik, Kitab Kisah para Rasul pasal 9 menceritakan seseorang yang bernama bernama Saulus. la sangat membenci orang Kristen. Ada tidak di sini yang benci temannya? Kalau kita benci teman, paling-paling kita cemberut, kan? Namun, kebencian Saulus kepada orang Kristen sangat kuat hingga ingin membunuh orang-orang Kristen waktu itu. Nah … Suatu kali, Saulus ingin pergi ke Damsyik untuk mencari orang Kristen. Untuk diapakan kira-kira? Tentu untuk ditangkap. Adik-adik, perbuatan Saulus baik atau tidak? Tetapi ditengah Jalan Tuhan Yesus menjumpai Saulus dengan cahaya yang sangat menyilaukan. “Aaaaahhh…” ketika Saulus melihat cahaya itu, ia terjatuh dan seketika itu juga menjadi buta. Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat, tidak mau makan serta minum. Wah, Adik-adik dapat membayangkan betapa menderitanya keadaan Saulus pada saat itu.

Tuhan pun memanggil dan mengutus Pak Ananias untuk menyembuhkan Saulus yang sudah buta. Bapak Ananias adalah seorang pengikut Tuhan. Tuhan berfirman kepada Ananias, “Pergilah, Saulus sudah aku pilih menjadi muridku, tolonglah dia.” Walaupun Ananias tahu bahwa Saulus ini jahat kepada orang-orang Kristen, namun dia Taat kepada perintah Tuhan Akhirnya Pak Ananias pun mau pergi untuk menemui Saulus.

Setelah Ananias pergi menemui Saulus dan menyampaikan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya, Saulus pun dapat melihat lagi. Saulus mengalami kehebatan kuasa Tuhan Yesus. Oleh karena itu, sikap Saulus pun berubah. Saulus sekarang takut pada kuasa Tuhan Yesus. la yang sebelumnya adalah musuh orang Kristen, kemudian berubah drastis menjadi anak Tuhan. Siapa yang tahu, nama ganti Saulus setelah percaya dan menjadi murid Tuhan Yesus? Ya, Paulusl

Wah, luar biasa Adik-adik, Tuhan kita! Sama seperti Saulus, seseorang yang tidak baik, namun karena kasih Tuhan, Tuhan mengubahnya dan Tuhan memilih Saulus untuk menjadi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Bahkan nantinya dia menjadi Paulus salah satu Rasul yang dipakai oleh Tuhan untuk memberitakan Injil ke bangsa-bangsa. Bahkan sampai hari ini kita melihat bagaimana Rasul Paulus dipakai oleh Tuhan dalam menulis surat-surat yang menjadi bagian dalam Alkitab.

Allah memilih untuk suatu tujuan yang lebih besar. Allah memilih Saulus untuk memperkenalkan nama-Nya kepada bangsa-bangsa lain. Allah juga memilih kita untuk pekerjaan besar.

Adik-adik sama seperti Saulus yang menerima Anugerah Tuhan, Tuhan memilihnya … demikian pula dengan adik-adik semuanya, adik-adik adalah anak pilihan Tuhan. Ayo adik-adik harus terus belajar menjadi anak-anak-Nya yang setia kepada Tuhan, setia beribadah, berdoa, merenungkan Firman Tuhan dan juga menjadi pelaku Firman Tuhan. Seperti bapak Saulus yang hidupnya berubah, adik-adik juga senantiasa harus mau berubah menjadi anak yang lebih baik setiap hari

Ayat Hafalan

II Tesalonika  2:13b sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.

Komitmenku hari ini

Aku bersyukur karena Tuhan telah memilihku menjadi anak-Nya, aku mau menjadi anak Tuhan yang terus bertumbuh dan menyenangkan hati Tuhan.

SF 130621 – SP

Ibadah Online Sekolah Minggu GPdI Elohim Batu

Ibadah Online Sekolah Minggu GPdI Elohim Batu

13 Juni 2021

“Tuhan Memilih Aku ”

Belajar dari Kisah Pertobatan Saulus

Kisah Para Rasul 9:1-19

Adik-adik hari ini kita mau belajar bersama bahwa Tuhan memilih Saulus menjadi murid-Nya dan kita mau percaya dan bertobat bahwa mereka juga dipanggil sebagai murid Yesus.

Dalam sejarah Alkitab, Tuhan memanggil nabi- nabi, rasul-rasul dari orang yang tampak biasa-biasa, orang yang tidak diduga-duga. Melalui kisah ini, Allah memperlihatkan pemilihan-Nya atas Saulus dan Ananias. Kalau Tuhan sudah memilih, tidak ada yang sanggup menolak. Allah memilih Saulus, melalui cahaya yang membutakan mata, untuk memberitakan nama Allah kepada segala bangsa, Allah juga memilih Ananias untuk memulihkan Saulus, agar ia dapat memulai tugas panggilannya. (Kisah 9:11). Allah memilih untuk suatu tujuan yang lebih besar. Allah memilih Saulus untuk memperkenalkan nama-Nya kepada bangsa-bangsa lain. Allah juga memilih kita untuk pekerjaan besar.

Sam seperti Saulus, kita pun dipanggil untuk mau mengakui kesalahan, menyesal dan bertobat. Percayalah, Yesus begitu mengasihi kita dan la akan mengampuni segala dosa kita dan memilih kita menjadi anak-anakNya. Mari bersyukur kepada Tuhan yang dengan kasih telah memilih kita menjadi anak-anakNya.

Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah “

Sunday Funday – Every day Sing and Shout for Jesus

Link Youtube:

“KEKUATAN SUARA”

“KEKUATAN SUARA”

Renungan Harian Anak, Sabtu 12 Juni 2021
Bacaan renungan : Yosua 6:1-27

Hai Elohim Kids ! Hari ini yuk, sama-sama kita mau belajar Firman Tuhan.Adik-adik pernah gak mendengar suara yang sangat keras? Mungkin bisa saja membuat adik-adik melompat kaget karena suara yang begitu keras. Jika kakak bertanya kepada Adik-adik apa suara paling keras yang pernah didengar, banyak orang akan mencari suara buatan manusia. Daftar teratas adalah bom, seperti bom atom, diikuti oleh roket. Sementara perangkat buatan manusia ini benar-benar hebat, mereka gagal memecahkan rekor. Bahkan ledakan terbesar yang pernah dibuat oleh manusia, bom Tsar tidak mendekati suara raksasa ini. Jadi jika itu bukan buatan manusia, itu pasti alami. Mungkinkah itu peristiwa dampak dari luar angkasa?

Ternyata sejarah pernah mencatat suara yang paling keras yang pernah ada. Suara paling keras yang pernah terdengar adalah peristiwa yang begitu mengejutkan dan mengerikan sehingga tidak hanya memekakkan telinga, tetapi juga sangat merusak. Bukan suara yang menyebabkan kehancuran, meskipun itu sendiri akan memiliki kekuatan yang cukup untuk menyebabkan kerusakan, itu adalah peristiwa yang menyebabkan suara paling keras yang pernah terdengar yang sangat mengerikan. Jadi apa sebenarnya yang bisa begitu kuat untuk menghasilkan suara yang sangat menggelegar dimana-mana. Sejarah mencatat suara paling keras yang pernah terdengar berasal dari letusan gunung berapi.

Letusan gunung berapi tidak terlalu jarang, terutama jika dibandingkan dengan garis waktu geologis. Mereka benar-benar mengepak pukulan ketika mereka meniup, tetapi dalam kebanyakan kasus suaranya terlokalisasi. Tetapi ada satu letusan di akhir abad ke-19 yang tidak hanya menghancurkan dunia, tetapi juga mengirimkan gelombang suara yang mengejutkan sejauh ribuan mil. Ini adalah letusan Krakatau pada tahun 1883. Letusan Krakatau di pulau Sumatera Indonesia pada pertengahan tahun 1883 adalah suara paling keras yang pernah terdengar. Letusan terdengar di pulau Rodrigues dekat Mauritius 4800 kilometer (3000 mil), dan di Perth, Australia Barat sejauh 3.110 km (1.930 mil). Itu sangat keras bahkan hampir 5.000 kilometer jauhnya sehingga penduduk Rodrigues mengira itu adalah tembakan meriam dari kapal terdekat.

Ini adalah salah satu letusan terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. Letusan tersebut masih tercatat sebagai suara letusan paling keras yang pernah terdengar di muka Bumi. Siapa pun yang berada dalam radius 10 kilometer niscaya menjadi tuli. The Guiness Book of Records mencatat bunyi ledakan Krakatau sebagai bunyi paling hebat yang terekam dalam sejarah.

Ada satu kish juga di Alkitab dimana suara yang keras berperan penting. Dalam Yosua 6:1-27 ini menceritakan tentang jatuhnya kota Yerikho. Kisah ini mejadi salah satu kisah Alkitab yang sangat menakjubkan seperti dongeng 1001 malam. Tembok Yerikho runtuh bukan karena digempur dengan kekuatan manusia, tetapi oleh kuasa Tuhan sendiri. Ini adalah penggenapan janji Tuhan kepada bangsa Israel seperti yang dia sampaikan kepada Yosua,

Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.” (Yosua 6:2).

Janji Tuhan selalu ditepati, tidak seperti manusia yang seringkali ingkar terhadap janjinya (‘janji tinggal janji’). Namun proses penggenapannya sangt tidak masuk akal dan benar-benar di luar logika manusia. Mungkin kita berpikir bahwa Tuhan akan mengerahkan ribuan malaikan untuk menggempur tembok Yerikho supaya runtuh, atau seperti ketika Dia membumihanguskan kota sodom dan Gomora. Tapi tidak demikian kejadiannya.

“Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan.” (Yosua 6:3-5)

Jalan Tuhan tidak terselami oleh pikiran manusia dan cara Tuhan bekerja tidak seperti yang kita bayangkan. Dia bekerja menurut caraNya sendiri. Tuhan memerintahkan bangsa Israel mengelilingi tembok Yerikho selama 7 hari dan di hari ke-7 mereka diharuskan mengelilingi tembok itu 7 kali (ayat 15),akhirnya

“Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.” (Ibrani 11:30).

Ketika mereka melakukan perintah Tuhan, pasti musuh mengolok-olok atau mencemooh mereka, menganggap hal itu perbuatan bodoh. Tetapi bangsa Israel tidak terpengaruh sedikit pun atau berhenti di tengah jalan, mereka dengan setia melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Karena ketaatan mereka, akhirnya tembok Yerikho hancur dan kota itu bisa ditaklukan dengan caraNya yang ajaib.

Ayat hafalan

1 Korintus 1:27, Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,


Komitmenku hari ini

walaupun ada banyak tantangan, aku mau belajar untuk setia mendengarkan dan melakukan Firman Tuhan, Aku percaya akan kuasa Firman Tuhan

MEK – AEP

PENGUMUMAN :

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday Besok … hari minggu jam 08.15 di channel Youtube Elohim ministry dengan tema :

“Tuhan Memilih aku ”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

“Orang Kesepian”

“Orang Kesepian”

Renungan Harian Anak, Jumat 11 Juni 2021

Syalom adik-adik Elohim Kids, wah kakak berdoa kiranya adik-adik semuanya dalam keadaaan baik dan sehat ya… Siapa disini adik-adik yang punya banyak teman? Wah enak ya kalo kita punya banyak teman, mau ngapa-ngapain tidak merasa sendirian.

Hari ini kita belajar dari kisah seorang Wanita yang ditemui Yesus di Sumur Yakub di Samaria ( Yohanes 4:4-30)

Pada waktu itu Tuhan Yesus sedang berjalan melewati suatu daerah bernama Samaria. Saat itu udara sangat panas sehingga Yesus duduk beristirahat di pinggir sumur. Seorang perempuan datang ke sumur untuk mengambil air, dan Yesus berkata, “Berilah Aku minum!” Perempuan itu terkejut. “Kebanyakan orang tidak mau berbicara kepadaku. Mengapa Engkau berbeda dari yang lain?” Yesus berkata, “Sebab Aku peduli padamu. Dan Aku ingin engkau tahu bahwa Allah sangat mengasihimu.”

Adik-adik Perempuan itu tidak mengira Allah akan mengasihinya. Tak ada orang lain di kotanya yang mau menjadi temannya sebab ia telah melakukan hal yang buruk. Yesus melihat betapa ia kesepian. Yesus memberitahunya bahwa Ia adalah Anak Allah, Ia tahu segalanya tentang perempuan itu; dan Allah tetap mengasihinya. Lalu perempuan itu sadar bahwa ia tidak akan kesepian lagi. Perempuan itu sangat gembira sehingga ia berlari untuk berbagi kabar baik dengan setiap orang di kotanya. “Anak Allah  datang!” katanya kepada mereka.

Adik-adik Tahukah kamu orang yang tampaknya kesepian ? Mungkin mereka tidak mempunyai banyak teman, dan anak-anak lain mungkin mengejeknya. Ingatlah bahwa Allah mengasihi setiap orang dan menginginkan kita berbagi kasihNya dengan yang lain.

Jadi,  jika kamu melihat seseorang yang diejek atau ditinggalkan, berusahalah bersikap baik kepada orang itu. Kamu akan membuat Allah senang, dan kamu menemukan seorang teman baru juga.

Ayo adik-adik kita mau belajar seperti Tuhan Yesus yang memiliki kepedulian dengan orang lain terutama dengan orang yang mungkin diabaikan atau ditinggalkan. Selama Tuhan didunia ini, Tuhan seringkali bersama-sama dengan orang-orang yang diabaikan, tidak diperhatikan atau dihina oleh banyak orang seperti orang yang sakit, miskin, dijauhi dll … tetapi kasih Tuhan Yesus memulihkan kehidupan mereka semuanya

Hari ini kita mau belajar untuk membagikan kasih Tuhan Yesus kepada mereka yang kesepian melalui hidup adik-adik semua, sapalah mereka, berbagilah kepada mereka dan percayalah mereka akan sangat bersukacita.

Walaupun mereka tidak bisa membalas kebaikanmu tetaplah kerjakanlah kasih karena kasih tidak mencari balasan tetapi kasih adalah mau untuk memberi.

Ayat Hafalan :

Efesus 4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus, terimakasih karena telah menunjukkan kepada saya bagaimana mengasihi orang lain. Tolong bantu saya bersikap baik kepada orang yang berbeda dengan saya, dan membantu orang yang kesepian.

Amin … Tuhan Yesus memberkati

VA – YC

“MENJAGA NAMA BAIK”

“MENJAGA NAMA BAIK”

Renungan Harian Anak, Kamis 10 Juni 2021

Syalom Selamat pagi adik adik elohim kids dimanapun adik adik berada, apa kabarnya pagi ini? Semoga kita semu tetap dalam lindungan Tuhan Yesus Kristus dan berkat-berkatnya selalu melimpah didalam kehidupan kita semua.

Adik pernah mendengar peribahasa Peribahasa

gajah mati meninggalkan gading,harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.”.

Peribahasa tersebut dapat diartikan bahwa seorang manusia akan selalu diingat jasa-jasa atau perbuatan-perbuatan baik maupun buruknya walaupun ia sudah tiada. Mungkin adik-adik memiliki keluarga yang sudah dipanggil Tuhan, tentunya kita punya kenangan Bersama dengan mereka. Namun Kenangan ini bisa baik dan juga buruk bukan? Orang yang baik akan dikenang karena kebaikannya, namun sebaliknya jika ada orang yang jahat maka yang dikenang adalah keburukannya.

Alkisah Edward Kennedy “Duke” Ellington adalah seorang pianis, komposer, konduktor dan pemimpin band jazz legendaris dari Amerika Serikat. Ia dilahirkan di Washington, D.C. dan mulai belajar piano pada usia 7 tahun. Sepanjang karirnya bermusik, ia menghasilkan begitu banyak karya yang luar biasa. Namanya sebagai seorang musisi dan komposer jazz masih terus dibicarakan orang bahkan setelah puluhan tahun ia pergi meninggalkan dunia.

Ellington meninggal dunia pada tanggal 24 Mei 1974 karena pneumonia. Kalimat terakhirnya sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir adalah: “Music is how I live, why I live and how I will be remembered.” Kalua kakak terjemahkan artinya adalah Musik adalah bagaimana saya hidup, alasan saya untuk hidup dan bagaimana saya akan dikenang.

Dari cerita Edward Kenedy diatas kita bisa mengambil sebuah teladan hidup, bahwa kita sebagai anak anak Kristen kita harus selalu menjaga hidup, tingkah laku dan perbuatan kita supaya kita selalu mencerminkan teladan Yesus didalam kehidupan kita sehari hari.

Amsal 22:1 Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Adik-adik Amsal mengingatkan kita bahwa memiliki nama baik itu jauh lebih berharga dari kekayaan, karena nama baik dibangun seumur hidup manusia. Karena itu walaupun masih kecil adik-adik juga harus menjaga nama baik kalian, supaya setiap orang yang menenal kalian akan tahu bahwa kalian adalah anak yang baik, hal ini tentunya bukan untuk diri kalian tetapi juga buat keluarga dan orang tua kalian, terlebih kita adalah anak-anak Tuhan, ayo kita harus hidup benar supaya nama Tuhan Yesus dipermuliakan melalui kehidupan kita.

Apa yang yang bisa kita lakukan? Yuk kita ingat sama seperti ayat alkitab nasehat Rasul Paulus kepada anak rohaninya Timotius, didalam

1 Timotius 4:12 dikatakan bahwa “  Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”

Nah ini yang bisa kita lakukan, yaitu menjadi teladan, dalam perkataan – perbuatan – kasih – kesetiaan dan juga kesucian kita. Ayo kita semua menjaga nama baik kita sebagai anak Tuhan.

Ayat Hafalan:

1 Timotius 4:12, Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu

Komitmenku hari ini

Aku mau menjaga nama baikku sebagai anak Tuhan, sehingga Tuhan Yesus disenangkan dan dipermuliakan melalui kehidupanku

GH – RS

“Turut Bekerja”

“Turut Bekerja”

Renungan Harian Anak, Rabu 09 Juni 2021

Shalom…Selamat Pagi adik-adik semuanya, Puji Tuhan kalau adik-adik dalam keadaan sehat dan baik semuanya … Tetap semangat Yach.

Roma 8:28, Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Adik-adik kakak punya sebuah Kisah, perhatikan ya ….

Powee adalah seorang anak kepala suku dari salah satu suku Indian di Amerika. Sudah tradisi bagi seorang anak laki-laki yang akan beranjak dewasa harus melalui sebuah ujian keberanian. Demikian juga yang harus dijalani oleh Powee. Ia dibawa ke tengah hutan pada malam hari dan hanya dipersenjatai pedang oleh ayahnya. Malam itu Powee sangat ketakutan, ia tidak dapat melihat apapun yang ada di sekelilingnya. Sayup terdengar dari kejauhan, suara aum harimau dan lolongan serigala, semakin menambah kecemasan Powee.

Powee mulai mengayunkan pedangnya ke segala arah. Ia tidak tahu kapan dan dari mana harimau dan serigala itu akan menyerangnya. Ketika suara harimau dan serigala itu sudah sangat dekat, Powee terkejut, sebab tiba-tiba suara itu berhenti. Kemudian tampak nyala obor dari balik pepohonan. Sang Ayah muncul bersama sepasukan bersenjata panah dan tombak. Tampak olehnya Sang Ayah masih mengarahkan busurnya ke arah harimau dan serigala yang telah mati itu. Powee tahu sekarang bahwa ternyata ia tidak sendirian, ayahnya senantiasa menjaganya meski ia tidak dapat melihatnya.

Bapa kita yang di sorga juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan ayah Powee. Bapa selalu menjaga meski tidak terlihat oleh kita, namun kasih-Nya dapat kita rasakan. Tuhan tidak diam saja. Ia bekerja dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan. Namun, terkadang sesuatu yang mendatangkan kebaikan itu tidak menyenangkan bagi kita.

Nah adik-adik, kita tidak boleh takut percayalah ada mata Tuhan yang selalu memperhatikan adik-adik. Mungkin ada sesuatu yang terjadi dalam kehidupan adik-adik, percayalah bahwa ada Tuhan yang menemani adik-adik. Jadi waktu kalian sedih, takut, bingung ayo datang kepada Tuhan. Datanglah kepada Bapa kita yang di Sorga, Dia Bapa yang baik yang selalu berkarya dalam kehidupan kita semuanya.

Kita mungkin tidak tahu semua hal mengapa harus terjadi, terkadang ada peristiwa sedih yang terjadi, ada hal yang tidak menyenangkan. Tetapi percayalah dalam segala perkara Tuhan selalu ada menemani kita. Ingatlah bahwa Bapa turut bekerja bagi orang yang mengasihi-Nya, yaitu siapa saja yang terpanggil untuk bekerja melakukan kehendak-Nya.

Tugas kita semua adalah menjalani kehidupan kita dengan setia dan taat kepada kehendak Tuhan dan FirmanNya maka percayalah selalu ada pertolongan dan penyertaan Tuhan

Ayat Hafalan:

Roma 8:28a Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,

Komitmenku hari ini:

Aku percaya dan menyerahkan hidupKu dalam Tangan Tuhan, karena Tuhan terus berkarya mendatangkan kebaikan dalam hidupku

Yu-GCT