“JANGAN BERBUAT DOSA LAGI”

“JANGAN BERBUAT DOSA LAGI”

Renungan Harian Anak, Sabtu 18 September 2021

1 Korintus 6:11 “Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita”.

Syalom adik-adik elohim kids bagaimana nih kabarnya hari ini? Pasti luar biasa dan selalu di lindungi Tuhan Yesus Kristus yah …

Suatu hari mumpung liburan nih, mama nina bangun pagi dan memulai aktivitas di hari liburannya, mama nina mulai menyapu, mengepel, mengelap kaca, mengelap meja sampai semuanya bersih, karena itulah kegiatan yang mama nina sangat sukai ketika hari liburan tiba. Pada suatu waktu ketika mama selesai membersihkan ruma, tiba-tiba nina sambil tertawa kegirangan masuk ke rumah, dan apa yang terjadi adik-adik??? Nina masuk dengan kaki dan tangan yang kotor sehingga membuat lantai dan meja yang nina pegang jadi kotor dengan tanah. Lalu mama nina bertanya “ninaa…. (dengan nada yang tinggi) kamu habis dari mana? Kog kaki tangan dan bajumu kotor begitu? Nina menjawab “ habis dari main disawah sama teman-teman ma” mama nina menyahut dengan nada marah “ mama sudah berkali-kali kasi tahu sama nina, kalau habis bermain di sawah bersihkan diri dulu baru masuk ke rumah, jangan bikin rumah kotor seperti ini” Karena nina sering ditegur oleh mamanya karena sering masuk rumah dengan kondisi kotor belum cuci tangan cuci kaki, akhirnya mama nina marah-marah dan menegur nina. Mama Nina marah bukan karena jahat sama Nina tetapi mengajari nina untuk melakukan apa yang baik.

Adik-adik demikian juga dengan Tuhan Yesus, Tuhan Yesus bisa marah kepada kita ketika hati dan hidup kita yang telah disucikan oleh darah-Nya dikotori kembali dengan dosa yang telah kita perbuat. Tuhan Yesus sedih ketika anak-anakNya masih suka melakukan dosa dan mereka tidak mau bertobat.

Sejak kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruslamat, saat itu juga Tuhan Yesus sudah mengampuni dosa kita dan menyucikan atau membersihkan hidup kita dari segala dosa. Jika kita melakukan hal yang salah dan menyakitkan hati Tuhan adalah kita bertobat dan meminta ampun kepada Tuhan dan mau berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.

Dalam injil Yohanes pasal 8, suatu saat ada seorang perempuan yang berdosa dibawa kepada Yesus agar Tuhan menghukumnya, semua orang juga siap untuk menghukum Wanita ini. Namun yang Tuhan Yesus lakukan sebaliknya dia Tidak menguhukum Wanita ini dan mengampuni dosanya, Tuhan menyatakan supaya dia tidak mengulangi dosa yang dia lakukan

Yohanes  8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Adik-adik, Tuhan Yesus lah yang telah membersihkan hidup kita dari dosa-dosa. Percayalah, bahwa tidak ada seorangpun yang bisa menyucikan atau membersihkan hati kita yang kotor ini, hanya Tuhan Yesus yang mampu melakukan-Nya untuk setiap kita. Jadi janganlah kita melakukan perbuatan-perbuatan yang membuat hati Tuhan Yesus sedih lagi ya. Tetap berjaga-jaga adik-adik! Iblis selalu menggoda kita untuk berbuat salah …

Ayat Hafalan:

1 Yohanes 1: 9, Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Komitmenku hari ini

Aku mau terus berubah, kiranya Tuhan memberikan aku hati yang lembut yang mau untuk bertobat dari setiap kesalahanku. Amen

GH – AEP

PENGUMUMAN

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday Besok … hari minggu jam 08.15 di channel Youtube Elohim ministry dengan tema :

“PELIHARALAH LINGKUNGANMU”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

“MEMILIKI BELAS KASIHAN”

“MEMILIKI BELAS KASIHAN”

Renungan Harian Anak, Jumat 17 September 2021

 1 Tawarikh 19-20

Syalom adik-adik semuanya, semoga adik-adik semuanya dalam keadaan sehat dan baik-baik semuanya.

Adik-adik apakah kalian pernah melihat berita tentang korban bencana alam di TV? Misalnya korban bencana banjir, gempa bumi, dan lain-lain. Ada banyak reaksi orang ketika melihat berita tersebut. Ada yang cuek dan tidak peduli, ada yang hanya merasa kasihan, ada juga yang memiliki keinginan untuk memberikan bantuan secara langsung, misalnya dengan memberikan sumbangan untuk meringankan penderitaan mereka.

Adik-adik, kalau kamu peduli kepada orang lain dan ikut merasakan penderitaan yang mereka alami, artinya kamu sudah berbelas kasihan kepada mereka. Kamu tidak mengenal mereka, tetapi kamu ingin menolong dan membantu mereka. Itu namanya belas kasihan.

Manusia bisa memiliki belas kasihan, tetapi hanya Tuhan yang memiliki belas kasihan yang sejati.

Kadang-kadang kita memilih-milih untuk menolong orang lain. Kita akan lebih bersemangat menolong orang yang baik, daripada menolong orang yang menyebalkan. Tapi Tuhan menolong setiap orang yang berdosa. Di dunia ini tidak ada orang yang tidak berdosa, semuanya berdosa. Dosa adalah sesuatu yang sangat dibenci oleh Tuhan. Tapi walaupun setiap manusia adalah orang yang berdosa, termasuk kita, tetapi Tuhan memiliki belas kasihan untuk kita: la mau menderita, dan bahkan rela mati bagi kita.

Tuhan tidak hanya merasa kasihan kepada manusia yang berdosa, tapi Dia melakukan sebuah tindakan untuk menyelamatkan setiap orang yang berdosa. Tindakan apa yang Tuhan sudah lakukan? Ya, benar. Tuhan turun ke bumi menjadi manusia, dan kita mengenal-Nya sebagai Juru Selamat kita . Tuhan Yesus menderita dan mati di kayu salib untuk memikul dosa-dosa kita. Tuhan Yesus tahu dosa manusia itu sangat banyak, tetapi Tuhan Yesus tetap mau mengampuni dan menyelamatkan manusia. Itu namanya belas kasihan Tuhan.

Belas kasihan Tuhan disebut juga kasih karunia/rahmat. Sebenarnya kita tidak layak untuk menerima belas kasihan atau kasih karunia Tuhan. Tetapi Tuhan memberikannya, dan kita bisa mendapatkan kasih karunia Tuhan secara gratis.

Di dunia ini tidak ada yang gratis. Kalau kita mau mendapatkan sesuatu yang bagus kita harus bayar, dan kalau kita mau dapat sesuatu yang lebih bagus lagi, kita harus bayar lebih banyak. Tetapi Tuhan Yesus memberikan sesuatu yang tidak bisa kita bisa kita beli dengan uang. Tuhan Yesus memberikan kasih karunia-Nya secara gratis.

Adik-adik, Tuhan itu penuh dengan belas kasihan. Kita patut bersyukur memiliki Tuhan yang sangat baik, peduli dan mengerti keadaan kita. Dia bukan hanya mengetahui kesusahan kita, tetapi mau melakukan tindakan untuk menolong kita. Tuhan juga ingin kita memiliki hati yang penuh dengan belas kasihan terhadap orang lain, karena Tuhan Yesus sudah terlebih dahulu mengasihi kita.

AYAT HAFALAN

Roma 5:8, Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa,

Komitmenku hari ini

Aku mau memiliki hati yang penuh dengan belas kasihan, hati yang mau peduli kepada sesama, karena Tuhan sudah mengasihiku terlebih dahulu

TW – YC

“Pohon Suka-Suka Tuhan”

“Pohon Suka-Suka Tuhan”

Renungan Harian Anak, Kamis 16 September 2021

Syalom adik-adik semuanya….mari kita siapkan hati dan pikiran kita untuk mendengar dan merenungkan firman Tuhan.

Adik-adik Alkisah, dalam sebuah desa terdapat dua jenis kebun. Kebun pertama dipenuhi pohon ”suka-suka sendiri” dan Kebun ke dua dipenuhi pohon  “suka-suka Tuhan”. Di kebun pertama, warga desa dapat mengisi apapun. Barang-barang bekas dan sampah banyak berserakan di kebun itu. Semua hal bisa dimasukkan dikebun itu dan tak lama pohon-pohon di kebun itu  akhirnya menjadi kering lalu mati. Karena ada banyak sampah dan kotoran didalam kebun itu, Kebun itu sangat kotor dan tidak menghasilkan buah apapun selain area kumuh dan kotor dan tentunya menjadi sarang penyakit disana.

Beda halnya dengan kebun kedua. Kebun itu hanya boleh diisi  oleh sesuatu yang akan membuat pohon “suka-suka Tuhan” tumbuh subur. Hal tersebut adalah semua yang benar, perkataan yang baik untuk diucapkan dan perbuatan baik untuk dilakukan. Semua pohon “suka-suka Tuhan” di kebun itu tumbuh subur dan menghasilkan buah yang baik.

Kebun manakah yang  adik-adik pilih? Tentu kita akan memilih kebun yang kedua, bukan? Kita mau tinggal di kebun  yang pohonnya tumbuh subur dan menghasilkan buah. Hidup kita bisa diandaikan seperti sebuah kebun. Jika kita mau hidup kita bertumbuh menghasilkan yang baik, maka harus diisi dengan hal yang baik pula. Oleh sebab itu,adik-adik,kita harus mengisi hati kita dengan kebenaran Firman Tuhan. Jangan sampai diisi dengan hal-hal yang tidak berguna.

Yohanes 15:2-4 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Adik-adik, Tuhan Yesus mengajarkan jika kita ingin berbuah maka hal pertama yang harus dilakukan adalah terus melekat dan dekat dengan Tuhan. Kemudian yang kedua kehidupan kita mau untuk selalu dibersihkan dari semua kotoran dan dosa, dan yang membersihkan adalah Firman Tuhan.

Firman Tuhan akan selalu mengajar kita apa yang salah dan yang harus dibuang dari diri kita serta apa yang benar yang harus dilakukan sehingga kehidupan kita semuanya menjadi berbuah lebat. Tetaplah setia untuk merenungkan Firman Tuhan, karena hanya Firman Tuhanlah yang akan menuntun kita kepada jalan yang benar

Mazmur 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Jadilah pohon “suka-suka Tuhan” yang berbuah dan menyenangkan hati Bapa yang di Sorga …

Ayat Hafalan :

Yoh 15:5a Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.

Komitmenku  hari ini:

Saya mau setia mendengar Firman Tuhan dan melakukan dalam hidup saya, sehingga aku menjadi pohon yang berbuah dan menyenangkan hati Tuhan

Yu-RS

“Teruslah Berbuat Baik”

“Teruslah Berbuat Baik”

Renungan Harian Anak, Rabu 15 September 2021

Kisah Para Rasul 9:36-43

Selamat pagi Elohim kids…selamat memasuki hari yang baru. Wah tidak terasa sudah pagi lagi ya adik-adik. Ini saatnya kita buat mendengarkan juga merenungkan Firman Tuhan. Hari ini kita mau sama-sama belajar Firman Tuhan tentang “Teruslah Berbuat Baik” dan bacaannya ada di Kisah Para Rasul 9:36-43.

Adik-adik yang dikasihi Tuhan, hari ini kita akan mendengar cerita tentang Tabita. Siapa itu Tabita? Dia adalah murid Yesus seperti adik-adik. Dalam bacaan kita dituliskan Tabita itu suka berbagi kasih kepada sesama yang membutuhkan. Dia membuatkan pakaian bagi para janda yang tidak punya cukup uang untuk membeli pakaian untuk dirinya sendiri. Ayo siapa yang bisa menemukan di ayat berapa? Mengapa Tabita mau berbagi kasih? Karena dia merasa dikasihi oleh Tuhan dalam hidupnyaTabita berbuat baik bukan untuk dirinya sendiri. Perbuatan baik Tabita merupakan bentuk persembahannya kepada Tuhan. Perbuatan Tabita itu juga menyenangkan banyak orang, sehingga Tabita dicintai banyak orang. Saat Tabita meninggal ada banyak orang yang bersedih karena tidak lagi bisa merasakan kebaikan Tabita. Akhirnya mereka memberitahu Petrus supaya datang ke rumah Tabita, karena mereka tahu Petrus pun suka berbuat baik dengan menyembuhkan orang sakit. Petrus melihat kesedihan dari orang-orang yang ditinggal Tabita itu, lalu dia berdoa kepada Tuhan dan akhirnya Tabita bisa hidup kembali. Adik-adik, kira-kira apa yang terjadi saat orang banyak itu melihat Tabita hidup kembali? Mereka tidak takut, tetapi mereka malah bergembira karena mereka bisa merasakan kembali kebaikan dari Tabita.

Tabita rajin berbuat baik kepada sesamanya

Adik-adik, seperti orang banyak yang bergembira karena Tabita hidup kembali, berbagi kasih kepada sesama seperti yang dilakukan oleh Tabita itu juga salah satu bentuk persembahan kepada Tuhan.

Persembahan yang akan kita berikan dengan sukacita agar menyenangkan Tuhan dan juga membuat saudara-saudara kita bergembira. Persembahan itu bisa berupa uang yang akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan gereja. Persembahan juga bisa berupa perbuatan baik kepada sesama, misalnya dengan mengumpulkan beras yang sudah kita bawa untuk diberikan kepada sesama yang membutuhkan perhatian kita.

Siapa sesama kita yang membutuhkan perhatian kita itu? Ada banyak orang di sekitar kita yang perlu kita perhatikan, mereka juga perlu kita perhatikan supaya terhibur hatinya. Ada anak-anak yang tidak punya siapa-siapa dan tinggal di panti asuhan, mereka juga harus kita perhatikan supaya bisa berbahagia seperti kita.

Ayat hafalan :

Galatia 6:10 “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”

Komitmen :

Tuhan, aku mau terus berbuat baik kepada sesamaku. Aku mau menjadi teladan dan selalu menyenangkan hatiMu.

-NJ-GCT

“UCAPKANLAH SYUKUR”

“UCAPKANLAH SYUKUR”

Renungan Harian Anak, Selasa 14 September 2021

Ayat Bacaan : 1 Timotius 6:6-10

Selamat pagi Adik adik Elohim kids…..Bagaimana tidur semalam nyenyak ya??? Puji Tuhan…hari baru Tuhan sudah diberi buat kita semua…Sudah seharusnya kita ucapkan syukur kepada Tuhan sesuai dengan judul renungan kita pagi ini..Yux…sekarang …kita berdoa terlebih dahulu…..

Adik adik setiap kita diciptakan dengan sifat, karakter bahkan dengan keunikan masing masing, tetapi ada juga beberapa sifat yang sama dan salah satunya yaitu sifat sulit untuk merasa puas atau merasa kurang terus.

Contohnya kalau sudah punya satu Mainan masih mengingkan mainan yang dimiliki teman yang lain, contoh lainnya sudah diberi sebuhah hadiah masing-masing oleh mama papa tapi masih mau hadiah yang sama dengan yang di berikan kepada adik atau kakak kita. Apakah ada diantara adik-adik yang seperti ini??

Kita sering berfikir bahwa jika kita mempunyai semua yang kita inginkan maka kita akan Bahagia, Padahal sebenarnya setelah kita berhasil mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, akan ada hal lain lagi yang kita inginkan, dan begitu seterusnya. Tidak ada hal Di dunia ini yang bisa membuat kita puas, Hanya Tuhan Yesus sajalah yang bisa membuat kita merasa puas. Yuks kita belajar untuk memenuhi hati dan pikiran kita  untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan, maka pasti kita akan merasa puas.

Jika saat ini ada  yang membuat adik-adik kesal dikarenakan ada sesuatu yang adik-adik tidak bisa dapatkan, coba adik-adik renungkan kembali ada begitu banyak berkat-berkat Tuhan  yang bisa kita syukuri, patut kita berterima kasih kepada Tuhan.

Contohnya, kita masih di berikan kesehatan, nafas kehidupan, kita masih bisa bertemu dan melihat orang orang yang kita sayangi, kita bisa makan makanan favorit kita, kita masih bisa bermain dan belajar dan banyak hal lainnya yang Tuhan sudah berikan

1 Timotius 6:6-8 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

Ucapkanlah syukur buat semua yang sudah kita terima hari ini, dan rasakan sukacita dari Tuhan. Tanpa merasa cukup dengan semua yang kita lakukan maka kita akan lupa untuk bersyukur keapda Tuhan.

Ayat Hafalan:

Filipi 4:11, “kukatakan ini bukanlah karena kekurangan,sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.”

Komitmen ku hari ini:

Tuhan aku mau belajar bersyukur dan mencukupkan diri dengan apa yang ada padaku saat ini.

YC – KCP

“Ayo belajar Berinisiatif”

“Ayo belajar Berinisiatif”

Renungan harian Anak, Senin 13 Januari 2021

Syalom adik-adik semuanya

Adik-adik, hari ini kita akan merenungkan Kembali Firman Tuhan tentang belajar berinisiatif. Mengambil inisiatif artinya memulai suatu tindakan, untuk menyelesaikan sebuah masalah atau tindakan untuk membantu orang lain. Adik-adik pernah ga waktu mengalami kesulitan, ada orang yang membantu kalian semuanya tanpa kalian memintanya. Nah inilah inisiatif

Hari ini kita juga akan belajar tentang inisiatif. Kita akan berkenalan dengan Simon Petrus. la adalah seorang nelayan. Biasanya para nelayan mencari ikan di malam hari. Nah, Simon dan beberapa temannya sudah sepanjang malam bekerja keras mencari ikan.  Tetapi malam itu tidak seperti biasanya karena tidak seekor ikan pun tertangkap oleh jala mereka. Mereka mulai putus asa dan akhirnya kembali ke pantai karena hari sudah menjelang siang. Ketika mereka sampai di tepi danau, Danau Genesaret namanya, tampaklah oleh Simon kerumunan orang. Ada apa gerangan di pantai itu? karena Tidak seperti biasanya… Ternyata, Tuhan Yesus sedang berada di pantai itu. Orang-orang datang berkerumun untuk melihat Tuhan Yesus dan mendengarkan firman Allah. Karena orang yang berkerumun terlalu banyak, Tuhan Yesus tidak dapat mengajar dengan leluasa. Akhirnya Tuhan Yesus berjalan ke tepi pantai, Dia menemui Simon dan meminta Simon membawa perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Tuhan Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

Selesai mengajar, Tuhan Yesus berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.“ Ternyata, Tuhan Yesus tahu kesulitan Simon. la tahu bahwa hari itu Simon belum mendapatkan ikan untuk dijual. Tetapi Simon mau taat kepada perintah Tuhan, Mungkin bisa jadi Simon melakukan perintah Tuhan Yesus dengan ragu-ragu. Karena baginya tidak mungkin mendapatkan ikan di siang hari apalagi di tempat yang dalam. Tetapi …  Simon melakukan juga apa yang diperintahkan Tuhan Yesus. Setelah mereka melakukan perintah Tuhan, terjadi sebuah keajaiban mereka mendapatkan ikan dalam jumlah yang sangat besar. Karena sangat banyak ikannya, jala mereka pun mulai koyak.  Melihat itu, Simon tersungkur di hadapan Tuhan Yesus. Simon mengucap syukur untuk pertolongan Tuhan Yesus. Mereka kemudian menjadi pengikut Tuhan Yesus. Karena Tuhan memanggil mereka bukan sebagai penjala ikan lagi tetapi penjala manusia, yaitu membawa kabar keselamatan dari Allah bagi semua orang

Tuhan Yesus tahu kesulitan yang dihadapi oleh Simon dan teman-temannya. Tuhan Yesus bukan hanya mengajar tetapi juga melakukan hal-hal yang baik. Adik-adik, Tuhan Yesus tahu setiap kesulitan dan masalah yang kita hadapi. Dia selalu berinisiatif menolong kita bahkan tanpa menunggu kita meminta pertolongan-Nya. Dia selalu menyediakan yang terbaik bagi kita.

Mari kita terus melakukan hal yang baik dan benar serta menjadi berkat bagi sesama. Adik-adik tentu senang kalau mendapat pertolongan … tetapi kita juga harus belajar untuk berinisiatif untuk memberikan pertolongan. Adik-adik bisa memulainya dari hal yang kecil yaitu menolong orang tua, seperti membereskan tempat tidur, membantu orang tua untuk membersihkan rumah, atau apapun yang adik-adik bisa lakukan untuk kebaikan orang-orang disekitar adik-adik.

Ayat Hafalan

Mazmur  37:40 TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

Komitmenku hari ini:

Jadilah anak yang berinisiatif untuk menolong dan memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan dengan apa yang bisa kita kerjakan bagi mereka.

SF120921 – SP