Mengikut Yesus dengan Segenap Hati

Mengikut Yesus dengan Segenap Hati

Renungan Harian, Sabtu 18 September 2021.

Bacaan: Lukas 9 : 57-62

Saudara-saudara yang terkasih, dalam bacaan kita hari ini, Tuhan Yesus memberikan pengertian dan pedoman tentang hal mengikut dan menjadi umatNYA.

Bahwa mengikut Yesus bukan asal ikut atau sekedar turut serta. Mengikut Yesus bukanlah hal yang mudah  karena mengikut Yesus identik dengan kesusahan dan penderitaan, seperti halnya dalam beragama bukan sekedar identitas sosial sebagai orang Kristen, tetapi apakah mau benar-benar hidup dan berkarakter seperti Kristus.

Yesus membandingkan diriNya dengan burung dan serigala, perhatikan pada ayat 58, Yesus berkata kepadanya; serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi  Anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakan kepalaNya. Tuhan Yesus tidak menolak ahli taurat yang berkata kepadaNya itu,

Dia menjelaskan bahwa mengikut Yesus harus dengan segenap hati, mau menderita, ditolak, dan tidak mengejar hal-hal yang dapat dibanggakan secara duniawi.

Kemudian Yesus berkata kepada seorang lain : “ IKUTLAH AKU “.

Orang itu memang mau mengikut  Yesus, hanya saja ia ingin terlebih dahulu mengurus kematian ayahnya. Maksud perkataan Yesus pada ayat 60,  Tetapi Yesus  berkata kepadanya : Biarlah orang  mati menguburkan orang mati ; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah. Bahasa yang dipakai oleh Kristus dalam peristiwa ini hendaknya diterima secara kiasan seperti dalam beberapa contoh lain dari ajaran-Nya. Dia sedang membicarakan ciri khas pemuridan sejati, dan secara khusus merujuk kepada mereka yang membiarkan diri sendiri menjadi begitu terjerat dalam urusan-urusan duniawi, sehingga mereka dengan gigih menunda-nunda untuk melakukan hal-hal rohani. Kepada orang-orang ini, Yesus menunjukkan bahwa semua lainnya rendah mutunya dibandingkan tuntutan ilahi atas tenaga mereka dan perintah tertinggi untuk “mengabarkan Kerajaan Allah”.Hal ini harus lebih diutamakan ketimbang tuntutan alam yang tertinggi.

Sementara jiwa-jiwa abadi berada dalam bahaya, murid sejati seharusnya tidak ragu-ragu, melainkan harus pergi meskipun harus mengorbankan apa yang paling dicintainya

Sama halnya dengan orang yang menyatakan mau ikut Yesus dengan syarat ijin berpamitan terlebih dahulu karena mengiring Yesus tidak boleh dihambat dan terhambat dengan hal-hal yang duniawi,  masa lalu dan kehidupan lama  yang tidak berkenan kepada Tuhan, karena hati dan mata kita harus tertuju kepada Tuhan yang memanggil kita untuk bekerja di ladangNya

Saudara-saudara jangan pernah ragu dan setengah-setengah dalam mengikut Kristus. Ikutlah dengan segenap hati kita sampai akhir. Seperti yang dilakukanNYA bagi kita, setia sampai akhir di kayu salib demi menebus kita semua. Amin !

Tuhan memberkati

EW

Mendahului ke Rumah Allah

Mendahului ke Rumah Allah

Renungan Harian, Jumat 17 September 2021.

Mazmur 42:5, “lnilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.”

Selamat pagi bapak, ibu dan saudsra yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.

Sebuah studi kontemporer yang dilakukan di antara orang-orang yang rajin bergereja, menemukan bahwa di antara orang-orang ini ternyata banyak yang tidak pernah sungguh-sungguh menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka.  Banyak yang ke gereja hanya karena mewarisi agama orang tua mereka, ikut teman/pasangan, kebutuhan sosial dan sebagainya.  Studi itu juga menemukan bahwa makin lama orang-orang ini berada dalam gereja tanpa menerima Tuhan, semakin kecil kemungkinan mereka menerima Tuhan pada akhir hayat mereka.

Bacaan ayat firman Tuhan kita hari ini mengingatkan kepada kita agar kita saling mendahului melangkah ke rumah Allah dengan sorak-sorai dan nyanyian syukur untuk memuliakan Allah kita apapun kondisinya.  Pemazmur menyatakan bahwa jiwanya ada dalam keadaan “gundah gulana” (Gundah dalam KBBI berarti ; sedih, bimbang, gelisah. Sedangkan Gulana memiliki arti; Letih, lesu, layu)

Jadi bisa dikatakan bahwa walaupun pemazmur ada dalam keadaan sedih dan lelah, dia tetap semangat untuk pergi ke Rumah Tuhan. 

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih.  Tidak semua orang percaya datang kepada Tuhan untuk mempersembahkan hidupnya, apalagi di masa pandemi covid-19 yang belum kita menangkan. Semakin banyak orang enggan datang ke gereja, alasannya cukup masuk akal. “Aku kan sudah ikut ibadah online, itu kan sama saja”

Getaran rasa rindu yang sedemikian besar terhadap Tuhan seringkali tidak kita miliki. Hal ini dapat terjadi karena kita tidak menyadari bahwa kebutuhan kita yang terdalam, tidak lain adalah Allah yang hidup, sumber kehidupan kita. Dia-lah sumber pertolongan yang melindungi dan memerintahkan kasih setia-Nya. 

Sebab ada tertulis dalam Yesaya 65:1, “Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidakmenanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku.” 

Tuhan membuka diri-Nya kepada semua orang yang mencari Dia.  Di penghujung kitab Yesaya, (baca Yesaya 65:1-16) Tuhan menjawab keluhan dan permohonan umat-Nya dengan menyatakan secara gamblang bahwa Dia telah menyatakan diri-Nya untuk diketahui oleh siapa saja yang sungguh mencari Dia. Namun manusia malah memberontak dan mengabaikan tawaran-Nya itu.

Semangat untuk datang beribadah dan aktif dalam pelayanan, merupakan ekspresi cinta dan kasih yang terlihat dari kehidupan seorang yang percaya dan tanpa disadari ekpresi tersebut kerapkali menjadi berkat bagi orang lain. 

Jadi baiklah setiap kita senantiasa memiliki semangat yang membara untuk pergi ke Rumah Tuhan karena saat itu adalah saat dimana setiap kita diberikan kesempatan untuk melayani Tuhan dan jadi berkat buat saudara seiman kita. 

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, marilah setiap kita saling mendahului ke rumah Allah.  Karena Tuhan senantiasa membuka diri-Nya kepada semua orang yang mencari Dia.  Datang dan temui DIA, maka kehidupan kita akan berbuah lebat dan menjadi berkat.  Amin.

Tuhan Yesus memberkati.

DS

Peluang

Peluang

Renungan Harian, Kamis 16 September 2021.

Peluang atau sering juga disebut kesempatan, merupakan suatu waktu yang sangat berharga. Peluang merupakan suatu keadaan di mana seseorang bisa melakukan sesuatu atau sesuatu bisa terjadi. Orang-orang Yunani kuno sangat menghargai kesempatan atau peluang itu sehingga mereka tidak pernah melewatkan setiap peluang yang ada sekecil apapun itu. Bagi mereka, peluang yang baik tidak sering datang sehingga ketika mereka melihat satu peluang mereka akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengambil peluang itu.

Orang Yunani kuno sangat mendewakan peluang sehingga mereka menggambarkan dewa peluang seperti seorang tua yang pendek, gemuk, kepala gundul dengan sedikit rambut di ubun-ubun kepalanya dan badannya licin. Untuk menangkap dewa peluang tidak mudah karena dia berlari sangat cepat dan badannya yang licin menyulitkan orang untuk menangkapnya. Itu sebabnya orang yang ingin menangkap dewa itu harus selalu bersiaga di tempat-tempat di mana dewa itu akan melintas dan kemudian menangkapnya dengan cepat dengan cara memegang rambut di ubun-ubunnya. Penggambaran ini merujuk kepada pemahaman bahwa kesempatan itu bisa cepat datang namun juga cepat menghilang jika kita tidak segera menangkapnya. Karena itu kita harus selalu bersiap untuk mengambil setiap kesempatan yang ada.

Ada beberapa hal tentang peluang yang akan kita pelajari bersama sebagai umat Tuhan:

Semakin kecil peluang, semakin besar kuasa Tuhan akan dinyatakan (1 Samuel 17:12-39)

Alkitab memberikan banyak contoh mengenai suatu situasi di mana kelihatannya para tokoh Alkitab hanya mempunyai peluang kecil untuk melakukan sesuatu yang baik bahkan kelihatan tidak mungkin bisa melakukan apa-apa.

Contoh yang paling familiar buat kita adalah Daud. Sebagai seorang anak yang masih muda dengan pekerjaan sebagai gembala domba dan bukan sebagai prajurit, sangatlah tidak masuk di akal untuk bisa menjadi raja Israel (1 Samuel 16:1-13).

Contoh lain dari Daud adalah ketika dia harus melawan Goliat (1 Samuel 17:12-39). Semua orang yang ada di medan pertempuran memandang kecil Daud karena fisiknya dan pekerjaannya. Bagi mereka tidak ada peluang sama sekali bagi Daud untuk bisa mengalahkan Goliat. Namun ketika Daud mendatangi Goliat dengan nama Tuhan, maka Tuhan menunjukkan kuasa-Nya sehingga Daud mampu mengalahkan Goliat.

Terkadang kita melihat peluang yang ada sangat kecil sehingga kita tidak mau mengambil peluang itu. Atau mungkin peluang itu sebenarnya besar namun kita tidak berani untuk mengambilnya karena kita melihat diri kita kecil dan tidak mampu.

Kita lupa bahwa ada satu Pribadi yang sanggup menolong kita. Semakin kita merasa lemah dan tidak mempunyai kemampuan seharusnya kita semakin bergantung kepada Tuhan sehingga kuasa Tuhan dinyatakan dengan luar biasa. Jika kita merasa lemah jangan kuatir, karena justru dalam kelemahan kita kuasa Tuhan akan dinyatakan dengan sempurna (2 Kor 12:9).

Karena itu ketika ada peluang untuk melayani Tuhan dengan talenta yang kita miliki, ambil itu dan jangan tolak. Kesempatan tidak datang dua kali. Jangan simpan talenta kita dan tidak menghasilkan apa-apa. Percayalah, Tuhan akan memberi kekuatan dan kemampuan bagi kita yang mau melayani. Dan jika ada di antara kita yang masih sering menolak ketika diberi kesempatan untuk melayani Tuhan, bertobatlah sekarang!! Jangan sampai kita tidak mendapat kesempatan lagi untuk melayani Tuhan. Itu kerugian besar buat kita.

Selalu ada resiko dalam setiap peluang (1 Samuel 19:9-10, 2 Raja 7:4)

Daud yang masih muda dipilih oleh Tuhan  menjadi raja. Daud tidak menolak kesempatan yang diberikan kepadanya. Namun mengambil peluang menjadi raja bagi Daud tidaklah mulus jalannya. Dia harus menghadapi Saul yang menjadi iri kepadanya. Daud dikejar-kejar oleh Saul yang ingin membunuhnya (1 Samuel 19:9-10). Daud tahu bahwa peluang yang diambilnya mempunyai resiko kehilangan nyawa tetapi dia tetap melakukannya dengan pertolongan dari Tuhan.

Contoh lain adalah ke 4 orang kusta di dalam 2 Raja 7:4. Mereka memasuki kota musuh yang datang memerangi Israel. Mereka tahu bahwa ada peluang di kota itu untuk kelangsungan hidup mereka namun resikonya adalah kehilangan nyawa. Ke 4 orang kusta tersebut berani mengambil resiko itu dan hasil yang mereka dapatkan luar biasa. Tidak hanya kehidupan mereka saja yang diselamatkan tetapi seluruh bangsa Israel yang saat itu sedang dalam kelaparan.

Kita pun sering diperhadapkan dengan hal yang demikian. Ketika kita melhat ada peluang bagi kita, terlihat juga bahwa ada resiko yang menyertainya. Namun kita jangan terpengaruh dengan hal itu. Tetap maju meraih peluang itu dan percaya bahwa Tuhan senantiasa akan menyertai kita (Yeremia 29:11-14).

Maka dari itu kita harus jeli melihat setiap peluang dalam kehidupan kita secara pribadi. Kita harus cepat tanggap, ketika kita melihat ada peluang untuk melakukan sesuatu yang baik, cepat ambil peluang itu sekecil apapun itu. Jika kita melewatkan peluang sekalipun kecil kita akan mengalami kerugian karena kesempatan tidak pernah terulang dua kali pada waktu, tempat dan situasi yang sama.

Tuhan Yesus memberkati.

CM

Kembali Berkarya

Kembali Berkarya

Renungan Harian, Rabu 15 September 2021.

Bacaan : Yakobus 2:14-26

Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku (Yakobus 2:18)

Saat Dave Thomas meninggal di awal tahun 2002, ia tidak hanya mewariskan ribuan restoran Wendy’s-nya, tetapi juga mewariskan pengalaman dan kerja keras yang dihargai karena nilai-nilainya yang membumi. Di antara nasihat-nasihat bijak yang ia jalani semasa hidupnya, wiraswastawan yang murah senyum ini memberi pandangan bagaimana seharusnya orang Kristiani mengisi hidupnya. Thomas, yang di masa mudanya banyak dipengaruhi neneknya untuk mengenal Kristus, mengatakan bahwa umat percaya harus menjadi orang-orang Kristiani yang mau “menyingsingkan lengan baju”.

Dalam bukunya yang berjudul Well Done (Bagus Sekali!), Thomas berkata, “Orang Kristiani yang mau menyingsingkan lengan bajunya adalah orang yang melihat kekristenan sebagai iman dan perbuatan. Mereka meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan Allah melalui doa, mempelajari Kitab Suci dengan khidmat, aktif di gereja, dan melayani sesamanya untuk mewartakan berita keselamatan.”

Pernyataan itu lebih berisi daripada burger Wendy’s yang berlapis tiga. Thomas tidak hanya sadar bahwa kerja keras diperlukan untuk menjalankan bisnis restorannya, tetapi juga penting untuk kehidupan rohani.

Saudara-saudara sekalian, masa-masa pandemi telah mengalami penurunan dan juga level PPKM kota kita, maka dari itu mari kita kembali berkarya dan bekerja dimanapun Tuhan telah tempatkan kita. Melalui tiap pekerjaan-pekerjaan kita disanalah menunjukan iman kita kepada Tuhan. Seperti yang rasul Yakobus singgung didalam

Yakobus 2:17,” Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati”.

Kehidupan percaya harus bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, artinya kita mesti hidup oleh iman. Iman itu dinyatakan melalui perbuatan.

Iman dan Perbuatan itu adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, melainkan saling melengkapi. Iman yang tanpa perbuatan adalah mati, sedangkan perbuatan yang tidak berdasarkan iman adalah dosa.

Keselamatan adalah anugerah Allah dan Manusia hanya dapat menerima keselamatan dari Allah hanya melalui iman, bukan karena perbuatan. Manusia harus mengerjakan keselamatan itu di dalam kehidupan melalui perbuatan-perbuatan yang manusia lakukan dan kerjakan. Manusia tidak diselamatkan karena perbuatan.

Tetapi perbuatan-perbuatan merupakan tanda apakah iman itu benar-benar hidup, sekaligus perbuatan-perbuatan itulah yang akan meningkatkan kadar iman orang percaya.

Perbuatan bukan sesuatu yang ditambahkan pada iman– keduanya harus ada bersama-sama. Yakobus tidak bermaksud untuk membedakan antara iman dan perbuatan; yang dibedakan adalah antara iman yang disertai perbuatan dan iman yang tidak disertai perbuatan. Bagi Yakobus iman harus disertai oleh perbuatan. Yang satu tidak dapat ada tanpa yang lain, sebab iman yang tanpa perbuatan adalah mati

Marilah kita singsingkan lengan baju kita dan mulai bekerja.

Dengan tetap mengingat bahwa melalui perbuatan-perbuatan yang tampak dalam setiap keseharian kita disana Iman kita terus bertumbuh.

Jangan lupa saat kita tetap bekerja kita juga menjadi saksi bagi iman orang lain pula. Jadi mari kita kerjakan Iman dan perbuatan kita bersama-sama, tetap bersemangat berkerja

IMAN YANG HIDUP ADALAH IMAN YANG MAU BEKERJA KERAS

Tuhan Menyertai kita semua . . .

TC

Dewasa

Dewasa

Renungan Harian, Selasa 14 September 2021.

Ayat Bacaan

Efesus 4:13, Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus

Kedewasaan rohani tidak diukur dari status, jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, kedewasaan rohani tidak diukur dari seberapa besar berkat yang kita terima, tidak diukur juga sudah berapa lama menjadi pengikut Tuhan Yesus dan bergereja. Kedewasan rohani diukur dari pengenalan akan Tuhan dan iman yang semakin bertumbuh. Itulah sebabnya Tuhan memberikan kepada kita kita para pemimpin rohani, yaitu orang-orang yang lebih dulu bertumbuh dan berjalan dalam kedewasaan rohani untuk mengarahkan kita supaya kita terus maju dan bertumbuh menuju kepada kedewasan rohani.

Dan pada hari ini kita akan belajar dari kehidupan Kaleb dari perikop Yosua 14:6-15. Kaleb mendapat Hebron, yang artinya persekutuan, disatukan. Jika kita bersekutu dan disatukan dengan Tuhan maka Tuhan yang mengendalikan hidup kita sehingga kita menjadi manusia dewasa yang kuat. Menjadi dewasa bukan karena berkat dan mujizat, tetapi bahkan ketika tidak terjadi sesuatu apapun yang kita harapkan, tetap kita menaruh pengharapan dan iman kepada Tuhan.

Kaleb seorang yang konsisten selama 45 tahun dengan Tuhan. Dalam segala tantangan justru membuat Kaleb makin dewasa dan kuat. Tantangan kita saat ini, kita menghadapi sistem dunia, kuasa kegelapan, kuasa kedagingan, dan lain-lain. Jadilah manusia dewasa dan kuat dalam Tuhan.

Untuk menjadi dewasa dalam Tuhan, maka ada 4 hal yang harus kita lakukan:

1.MELIBATKAN TUHAN DALAM SETIAP LANGKAH

Yosua 14:9 “Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.”

Janji Tuhan bahwa Hebron untuk Kaleb melalui proses dan waktu yang lama. Perkataan Musa di ayat 9 ini sudah lama diucapkan dan Kaleb menangkap janji Tuhan ini. Setiap langkah Kaleb selalu melibatkan Tuhan. Di luar Kristus kita lemah, dalam Kristus kita menjadi dewasa dan kuat. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, tetap kita melibatkan Tuhan dalam setiap langkah kita. Kita menghidupi Firman Tuhan setiap saat. Tuhan yang bertahta dalam hidup kita. Seperti Kaleb sehingga Kaleb mendapatkan Hebron. Menghidupi Firman Tuhan artinya kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Dengan kekuatan Tuhan dan perisai Tuhan yang melindungi kita maka apapun keadaan kita, mari libatkan Tuhan dalam setiap langkah kita sehingga kita menjadi dewasa dan kuat.

2.BERANI DALAM SETIAP TANTANGAN

“Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.” (Yosua 14:8)

Dalam kisah 12 pengintai yang sedang mengintai tanah Kanaan, Yosua dan Kaleb tidak melihat apa yang kelihatan, matanya tetap tertuju kepada janji Tuhan. Yosua dan Kaleb tidak melihat permasalahan yang lebih besar tetapi melihat Tuhan yang lebih besar. Berani menghadapi tantangan membuat kita dewasa dan menjadi kuat. Segala pergumulan yang kita alami sebenarnya melatih kita untuk menjadi dewasa dan makin kuat.

3.KONSISTEN DAN FOKUS PADA TUJUAN TUHAN

“Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.” (Yosua 16:14)

Orang serius mengikut Tuhan pasti konsisten dan fokus pada tujuan Tuhan. Biarlah hidup kita selalu lapar dan haus akan Firman Tuhan yang memberi kekuatan kepada kita. Kadang-kadang kita fokus kepada sesuatu yang tidak kita miliki, yang membuat kita gagal untuk melihat dan menghargai Tuhan yang memberikan tujuan hidup yaitu mewujudkan gambar Tuhan dalam hidup kita.

4.MEMULAI DALAM KEBENARAN, MENGAKHIRI DALAM KEBESARAN TUHAN

Impian Tuhan yang tertinggi dalam hidup kita bukan kekayaan, populer atau keberhasilan menjadi gereja besar. Tujuan Tuhan adalah membawa hidup kita dalam kebenaran dan membuat hidup kita benar bersama dengan Tuhan, itulah kemerdekaan sejati. Kita memulai hidup dalam kebenaran dan mengakhiri dalam kebesaran Tuhan. Selagi kita hidup menjadi berkat, mati itu berbahagia, untung dan bernilai. Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune karena ia memulai hidupnya dengan kebenaran sehingga kebesaran Tuhan nyata dalam hidupnya.

Saudara-saudara dalam Tuhan Yesus Kristus, bangkitlah! Biarlah rohmu bernyala-nyala. Jadilah dewasa, alamilah kemerdekaan sejati bersama dengan Tuhan sehingga orang melihat ada Tuhan dalam hidup kita.  

Tuhan Yesus memberkati

YG

Sikap kita di masa kesesakan

Sikap kita di masa kesesakan

Renungan Harian, Senin 13 September 2021.

Bacaan : Mazmur 46:1-4

Syalom saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus …

Sudah beberapa waktu kita hidup berdampingan dengan vius covid-19 ini. Bahkan dengan adanya pandemi ini tentu memberi dampak dalam kehidupan kita yang semuanya menjadi sulit. Tetapi bukan hanya dalam masa pandemi ini terjadi masa kesesakan dalam hidup ini tetapi jika kita mau mengingat, kenapa hal ini dapat terjadi ?

TUHAN MENGIJINKAN MASA KESESAKAN

Tuhan mengerti tentang masa sukar ini. Hal ini terjadi karena seijin Tuhan. Kalau Tuhan ijinkan, maka pasti ada maksudnya. Tuhan sering memakai masa kesesakan untuk meluruskan dan mendewasakan anak-anakNya.

Mazmur 119:67Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. Ayat 71 – Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.

SIKAP KITA SANGAT MENENTUKAN

Masa kesesakan bisa membuat anak Tuhan bertumbuh, atau sebaliknya. Tergantung dari sikap kita dan sudut pandang kita.

1 Korintus 2:14Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 

Ada 2 pola pikir yang melandasi sikap kita :

POLA PIKIR DUNIAWI

Cenderung akan bereaksi negatif, yaitu dengan bersungut-sungut, mempersalahkan Tuhan dsb.

Contoh: Bangsa Israel – Kel 14:11; 15:23-24; 16:2-3;  17:2-3

Setelah bersungut-sungut kemudian akan kecewa dan tawar hati. Sehingga tidak bersemangat, putus harapan, hilang keberanian, tidak ada gairah hidup. Orang yang tawar hati akan berdampak buruk bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan di mana dia ada.

Amsal 24:10Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Coba perhatikan kata berikut ini, “kesesakan” – Tsarah (Ibr) dan  “kecil” – Tsar (Ibr), jika dalam kesesakan maka kecillah kekuatan kita.

Ulangan 20:8tawar hati bisa menular. Tidak layak perang.

Penyebab-penyebab tawar hati

Hoax (Ulangan 1:28), Ancaman (1 Samuel 17:32), Kekerasan dalam rumah tangga (Kolose 3:21)

Berita peghukuman Allah  (Yehezkiel 21:7). Tawar hati akan memberikan dampak (Daniel 11:32 a), bisa berlaku fasik terhadap Perjanjian, tidak memiliki kekuatan, dibujuk Antikris dan murtad.

POLA PIKIR ROHANI

Orang yang memiliki pola pikir rohani akan bereaksi positif, seperti:   selalu mengucap syukur dan berfokus pada Tuhan, Contoh:  Daud, 1 Samuel 30:6 – menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan.

Yesaya. 26:3,4Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. 

Contoh:  Paulus,  2 Korintus 4:16-18 – kami tidak tawar hati….

“Tidak tawar hati = kuat hati, teguh hati

Dampaknya orang yang bereaksi positif

Akan semakin percaya kepada Tuhan, makin teguh hati dan Tuhan akan kirimkan damai sejahteraNya melindungi kita. Damai sejahtera ini adalah damai sejahtera yang terus menerus.

Filipi 4:7 – damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal

Daniel 11:32 b – umat yang mengenal Allahnya akan TETAP KUAT dan akan BERTINDAK

Roma 4:25 – Yesus menyerahkan DiriNya dan disalibkan.

Roma 5:1 – menjadikan kita damai sejahtera dengan Allah.

Jadi saudara-saudara yang terkasih, sebagai orang percaya, sikap mana yang akan kita pilih saat mengalami masa kesesakan. Kita mau bertumbuh dan dewasa atau kita akan tawar hati. Percayalah bahwa Tuhan akan selalu memberikan damai sejahtera bagi kita semua.

Tuhan memberkati

Rangkuman Khotbah

Pdt. Daniel Raharjo