“AMIN”

“AMIN”

Renungan Harian, Rabu 14 April 2021

Syalom selamat pagi bapak ibu saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, kiranya berkat dan penyertaan Tuhan selalu ada dalam kehidupan kita semuanya.

Kita sering mendengar kata ini, bahkan mungkin hampir setiap hari kita mendengarkan atau mengucapkannya saat kita sedang berdoa. Doa adalah sebuah tanggapan terhadap janji-janji Allah, yakni kepada jaminan Anugerah Allah di masa depan. Jadi doa itu seperti menarik semua penyediaan anugerah Allah pada kita yang menjamin hidup kita (yang kita butuhkan) baik hari ini, besok, dan seterusnya.

Anugerah Allah di masa depan (future grace) adalah kekuatan, penyediaan, belas kasihan, dan hikmat Tuhan, semua yang kita butuhkan untuk melakukan apa yang Dia ingin kita lakukan sekarang dan yang akan datang. 

Doa bukanlah berharap di dalam kegelapan bahwa ada Allah yang berniat baik akan menolong kita. Melainkan Doa adalah sarana yang diberikan oleh Allah sendiri agar kita dapat menghampiri Dia, dan Ketika kita datang kepadaNya, Dia adalah Sang Sumber yang menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan.

2 Korintus 1 : 20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah

Perhatikan kata sambung “Itulah sebabnya” sebagai alasan atau kesimpulan mengapa kita berkata “Amin” atas semua janji Allah di dalam Kristus. Bahwa doa menautkan iman kita kepada kuasa, hikmat, penyediaan serta belas kasih-Nya hanya di atas dasar Yesus Kristus. Walaupun kita menggunakan ayat Firman Tuhan ketika berdoa tapi jika tidak terkoneksi dengan Yesus Kristus, maka doa kita sama halnya seperti uap yang kita naikkan.

Kristus adalah batu penjuru kita, dimana semua doa kita harus di dasarkan pada Yesus Kristus yang sanggup menggenapi janji-janji-Nya.

Jadi, “Amin” bukanlah penanda akhir permohonan kita, melainkan pernyataan: “Ya !! Allah telah menggenapi semua janji-janji ini”,  “Amin” berarti : “Ya! Tuhan, Engkau sanggup melakukannya.” “Ya! Tuhan, Engkau sudah menyediakan.”  “Ya! Tuhan, Engkau Bijak.” “Ya! Tuhan Engkau Penuh rahmat.” Dan semua itu sudah diteguhkan di dalam Kristus Yesus. Setelah berucap “Amin” kita harus punya pengharapan yang besar bahwa doa kita telah dikerjakan oleh Allah dalam Kristus Yesus.

“Amin” berarti, Sebuah Tanda Seru akan Harapan dan jaminan keyakinan terhadap Pertolongan Tuhan. Berdoalah dengan segenap hati dan yakinlah bahwa janji Tuhan digenapi-Nya.

Tidak ada kata “Amin” dan “Iman” tanpa ada Kristus di dalamnya. Sebab Yesus Kristus adalah Sang Amin itu. Jadi, sesungguhnya tidak akan ada penggenapan dari janji-janji Allah tanpa Kristus Yesus. 

Wahyu 3 : 14 Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah.

Bila Yesus Kristus adalah Sang Amin, maka bunyi nats 2 Korintus 1 : 20 adalah, Sebab Sang Amin adalah “Amin” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah. “Amin” adalah sepakat dengan rencana Allah bagi kehidupan kita, sepakat dengan doa yang kita naikkan kepada Allah.

Wahyu 22 : 21
Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian ! Amin.

Jadi untuk itu saudara terkasih, Amin bukanlah akhir doa doa kita, tetapi dengan berkata amin, kita yakin bahwa Tuhan sanggup melakukannya. Teruslah berdoa sampai sesuatu terjadi didalam hidup kita.

Tuhan Yesus Memberkati

YG