“Kebijaksanaan Abigail”

“Kebijaksanaan Abigail”

Renungan Harian Youth, Sabtu 15 Mei 2021

Bahan Bacaan  : I Samuel 25

Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan.

Setiap hari kita diperhadapkan oleh berbagai pilihan dalam kehidupan kita. Dari hal ini, bagaimana kita bersikap secara bijaksana untuk menentukan pilihan-pilihan tersebut. Saat ini kita mau belajar lewat kehidupan seorang wanita yang tertulis didalam Alkitab. Seorang wanita yang bijaksana, yang bernama Abigail. Dalam ayat kedua dan ketiga dari I Samuel 25 menjelaskan bahwa Abigail perempuan cantik yang mempunyai suami, Nabal seorang yang kasar dan jahat kelakuannya. Dari kehidupan Abigail bersama Nabal ini, kita dapat menarik pelajaran hikmat.

Yang pertama,  Tidak kompromi dengan hal-hal yang salah.

Entah sudah berapa lama Abigail hidup dengan Nabal, tapi pastinya Abigail akan merasa tidak nyaman dengan tingkahlakunya Nabal yang jahat dan kasar. Tapi disini kita dapat melihat Abigail tidak kompromi dengan dosa Nabal, melainkan tetap rendah hati dan berani tampil beda. Abigail tetap hidup dengan benar. Apakah dalam kehidupan kita sebagai anak muda, kita mudah kompromi dengan dosa? Dengan hal-hal yang salah? Dengan hal yang menyakiti hati Tuhan? Mari kita belajar dari Abigail, yang hidup dengan berhikmat dan tidak mau kompromi dengan dosa.

Amsal 14; 6 mengatakan,”Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman.”

Yang kedua, Menjadi Berhikmat

Yang dapat kita pelajari dari hidup Abigail adalah dengan hikmat, Abigail berani membuat keputusan dengan cara yang tepat diwaktu yang tepat. Terbukti dalam I Samuel 25 ayat 24, 26 dan 36-37. Dari ayat-ayat ini kita dapat melihat Abigail membuat keputusan-keputusan dengan cara yang tepat dan waktu yang tepat.

Ayat 24, Abigail memohon kepada Daud untuk menanggung segala apa yang diperbuat oleh Nabal, karna ia adalah suaminya.
Di ayat 26, sempat-sempatnya Abigail mengingatkan Daud untuk tidak berbuat dosa dengan membunuh.
Ayat ke 36-37, Abigail berbicara jujur kepada Nabal tentang apa yang diperbuatnya terhadap Daud dan pasukannya, dengan cara dan waktu yang tepat.

Saat hikmat digabungkan dengan tindakan, maka dapat menyelamatkan keluarga, medamaikan pihak yang bertengkar, serta dapat mengubah dunia. Pastinya menggabungkan tindakan dengan hikmat  ini harus di tuntun dengan kasih.

Amsal 29: 11,”Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak meredakannya.”

Jika kita mengingat pengajaran Tuhan Yesus Kristus, siapakah mereka yang berhikmat? Dalam Matius 7:24-27, dinyakan bahwa orang yang berhikmat bukan saja mereka yang mengetahui saja tetapi bagaimana melakukan Firman Tuhan dalam kehidupannya setiap hari.

Matius 7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Seorang pakar keuangan Kristen, Ronal Blue menuliskan:

Hikmat itu tidak diukur dari gelar akademis, tetapi dari apa yang dengan sadar kita perbuat. Hikmat itu bukan soal mempelajari kebenaran, melainkan menerapkan kebenaran dalam kehidupan.

Mari kita hidup dengan hikmat yang dari Tuhan; tidak kompromi dengan dosa, serta berani membuat keputusan-keputusan dengan cara dan waktu yang tepat. Lakukanlah setiap kebenaran yang telah kita terima dan ijinkan Roh Kudus untuk terus mengkoreksi hati kita setiap saat, supaya kita memiliki hati yang lembut dan dimampukan untuk menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan

Tuhan Yesus memberkati.

MW- Ads

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “Pulang ke Rumah – Mudik”… sebuah tema yang cocok dengan situasi akhir-akhir ini, namun sebagai anak Tuhan ada moment mudik yang harus kita lakukan … apa dan bagaimana akan dikupas tuntas jadi jangan lupa saksikan El Rei nanti sore.

Dan Juga jangan lupa besok Ibadah Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga di gedung gereja jam 06.00 pagi dan tentunya jangan lupa tetap dengan protokol kesehatan

Ibadah Sunday Funday jam 08.15 di channel youtube Elohim ministry.

“Tempat Bersandar yang Tepat”

“Tempat Bersandar yang Tepat”

Renungan Harian Youth, Jumat 14 Mei 2021

Rekan-rekan youth, kalo ngomongin tentang tempat bersandar, semua pasti pikirannya bercabang kemana-mana. Pasti ada yang senyum-senyum, stay cool, dan bisa jadi ada yang baper.  Tapi tenang dulu bro, sis semuanya, tempat bersandar yang paling nyaman di dalam hidup ini ya hanya Tuhan Yesus saja.

Dalam bacaan kita pagi ini, kita belajar dari pengalaman Daud sebelum dia berkuasa sebagai raja di Israel.  Pernah gak teman-teman mengalami begitu banyak masalah yang datang bertubi-tubi dalam jarak waktu yang singkat? Belum satu beres sudah datang dua lagi sampai anda tertimbun di dalam tumpukan masalah dan merasa tidak lagi mampu keluar dari timbunan itu? Saya rasa hampir semua orang pernah mengalaminya, tidak terkecuali saya sendiri. Tugas kuliah yang satu belum beres, eh ketambahan 7 tugas lain yang lebih berat.  Atau mungkin bagi rekan-rekan pekerja, perusahaan kalian memberi target-target yang mustahil tercapai dan ancamannya adalah PHK jika target tersebut tidak tercapai. Bagi yang pernah mengalami hal seperti ini tentu tahu bagaimana berat rasanya. Tidak jarang orang lalu menyerah, putus asa dan memilih melakukan hal-hal yang bodoh akibat tidak tahan menderita lebih lama lagi.

Ada yang kemudian menjadi ragu akan kebaikan Tuhan dan terjebak untuk mengambil jalan-jalan pintas yang menyesatkan. Apa yang seharusnya kita lakukan pada saat berada dalam situasi serba sukar seperti itu? Kita bisa belajar dari Daud akan hal ini.

Semua terlihat mengerikan pada suatu kali saat Daud dan tentaranya tiba di Ziklag. Pada saat itu orang-orang Amalek telah menyerbu dan membakar habis kota itu. Meski tidak ada yang dibunuh, tetapi para wanita dan anak-anak mereka tawan semuanya dan mereka bawa pergi bersama mereka, termasuk di dalamnya dua istri Daud. Semua itu bisa kita baca dalam 1 Samuel 30:1-25. Sampai disitu saja situasi sudah sangat pelik. Tetapi masalah tidak berhenti sampai disitu, karena kemudian dikatakan:

 “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan.” (ay 6a-b).

Tidak hanya sedih melihat seisi kota dibakar habis, tidak hanya sedih melihat wanita dan anak-anak ditawan, tidak hanya sedih mengetahui bahwa istrinya sendiri pun turut diangkut oleh orang Amalek, tetapi ia juga harus menghadapi rakyat yang siap membunuhnya dengan lemparan batu karena marah anak dan istri mereka lenyap dirampas musuh. Daud harus menghadapi ini semua, dan situasinya benar-benar mengerikan. Kita mungkin akan segera putus asa jika berhadapan dengan kondisi seperti itu. Tetapi lihatlah apa yang dilakukan Daud. Dia tidak putus asa sedikitpun. Dia tidak kecewa terhadap Tuhan meski yang ia hadapi sangatlah berat. Alkitab dengan jelas mengatakan bagaimana reaksi Daud setelahnya.

 “Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.” (ay 6c). 
“David encouraged and strengthened himself in the Lord of his God.” 

Itulah yang pilihan yang diambil oleh Daud sebagai reaksi atas segala persoalan yang ia hadapi. Yang terjadi kemudian sungguh luar biasa. Alkitab mencatat hasilnya seperti berikut ini: 

“Dan pada keesokan harinya Daud menghancurkan mereka dari pagi-pagi buta sampai matahari terbenam; tidak ada seorangpun dari mereka yang lolos, kecuali empat ratus orang muda yang melarikan diri dengan menunggang unta. Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; juga kedua isterinya dapat dilepaskan Daud. Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali. Daud mengambil segala kambing domba dan lembu; semuanya itu digiring mereka di hadapannya, serta berkata: “Inilah jarahan Daud.” (ay 17-20).

Daud sukses lewat pengambilan keputusan yang tepat.

Dia tahu bagaimana terbatasnya kemampuannya sebagai manusia, bahkan sebagai raja dengan banyak tentara sekalipun untuk mengatasi masalah yang pelik. Dia memutuskan untuk mengandalkan Tuhan, yang punya kuasa diatas segalanya. Dia mengerti betul bahwa di tangan Tuhan tidak ada yang mustahil. Dan yang paling penting, dia percaya sepenuhnya bahwa Tuhan sanggup dan mau untuk melepaskannya dari situasi sesulit apapun. Dan itulah yang terjadi. Mari kita lihat ulang apa yang dilakukan Daud.

 “Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.” 

Tidak ada satupun catatan yang menjelaskan secara pasti bagaimana cara Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Namun setidaknya, dari berbagai kisah Daud kita bisa mendapat sedikit banyak gambaran mengenai gaya hidupnya yang bergantung penuh kepada Tuhan. Dalam Mazmur saja kita bisa mendapatkan banyak catatan mengenai bagaimana Daud berpusat kepada Tuhan saja, dan bukan kepada kekuatannya sendiri atau kepada masalah. Salah satunya berbunyi:

“Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!” (Mazmur 18:3). Ini menggambarkan dengan jelas betapa kuatnya Daud bersandar kepada Tuhan dan betapa besar rasa percaya juga pengharapannya.
Kemudian lihat pula ayat berikut: Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita?” (Mazmur 18:31).

Berbagai pengalaman masa lalu Daud sejak ia kecil membentuk dirinya untuk mengenal betul siapa Tuhan. Ia tahu bahwa ia tidak perlu takut akan apapun selama Tuhan ada besertanya. Begitulah besar iman di dalam dirinya yang sanggup membuatnya percaya bahwa Tuhan akan selalu sanggup untuk melepaskannya dari jerat masalah, meski jawaban atas masalah mungkin belum ia lihat.

Semua yang terjadi dalam hidup Daud merupakan proses pembentukan iman dan karakter yang mempersiapkannya untuk menggantikan Saul menjadi raja atas Israel.

Perjalanan hidup kita masing-masing pasti berbeda dari Daud maupun satu sama lainnya. Namun, kerumitan masalah yang kita hadapi mungkin sama, bisa jadi lebih. Jangan pernah menyerah kalah, apalagi kehilangan pengharapan. Allah yang sama yang dikenal dan dipercayai Daud, ialah Allah yang kita kenal dan sembah dalam Kristus. Dia menyertai kita dan mengizinkan masalah membentuk kita agar lebih bersandar kepada Tuhan dan lebih peka terhadap panggilan kita.

Bersandarlah kepada Tuhan, bukan kepada kekuatan kita sendiri

AminTuhan Yesus Memberkati

RM – SCW

“BUKTI KEBESARAN-NYA”

“BUKTI KEBESARAN-NYA”

Renungan Harian Youth, Kamis 13 Mei 2021

Syalom rekan-rekan Elohim Youth … Hari ini adalah hari yang istimewa bagi kita semuanya dalam iman kekristenan, hari ini kita merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga.

Sedikt kita belajar mengenai kisah ini … Empat puluh hari setelah Hari Raya Paskah orang Yahudi, Yesus terangkat ke sorga. la terangkat ke sorga untuk bersekutu dengan Bapa-Nya dalam kemuliaan.

Kata “SORGA” dalam bacaan ini diterjemahkan dari kata Yunani ouranos. Dalam budaya Yunani, ouranos adalah dunia para dewa. Kata sorga di dalam Alkitab sendiri merupakan serapan dari bahasa Jawa, swarga. Kata “swarga” juga merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta yaitu svarga (khayangan), yang memiliki arti serupa, yaitu tempat kediaman para dewa dan dewi.

Penulis Injil Lukas meminjam istilah Yunani, ouranos, untuk mengatakan bahwa Yesus yang telah bangkit dari kematian itu bukanlah orang sembarangan. Yesus dipercaya melampaui dewa-dewi Yunani, sebab pemahaman penulis tentang ketuhanan Yesus dipengaruhi oleh gambaran-gambaran umum alam pikir Yunani pada saat itu.

Peristiwa Yesus terangkat ke sorga adalah peristiwa Yesus bersekutu dengan Bapa-Nya dalam kemuliaan. Yesus terangkat ke sorga merupakan sebuah Fakta kemenangan besar, Tuhan bukan saja mengalahkan maut melalui kematian dan kebangkitanNya, Kenaikan-Nya ke Sorga menjadi sebuah kepastian bahwa Tuhan akan menggenapi Firman-Nya bagi kita semuanya.

MENYEDIAKAN TEMPAT DALAM KEKEKALAN

Yohanes 14:1-3 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Apa yang Tuhan nyatakan dalam ayat diatas menjadi kepastian bagi kita semuanya bahwa Tuhan memberikan KEPASTIAN HIDUP yang KEKAL dan ini menyatakan kebesaranNya. Kenaikannya ke Sorga menggenapi Firmannya yang mengatakan “Aku pergi kesitu untuk menyediakan tempat bagimu”

Dan jika tiba saatnya, Dia akan menjemput kita, setelah mengalami kematian dan kebangkitan di dalam Kristus, semua orang percaya akan kembali kepada Allah dalam kemuliaan. Mereka akan hidup bersekutu dengan Allah dalam kemuliaan-Nya. Sebagaimana Tuhan Yesus bersekutu dengan Bapa-Nya dalam kemuliaan, demikian pula setiap orang percaya akan bersekutu dengan Allah dalam kemuliaan-Nya.

MENGARUNIAKAN ROH KUDUS

Yohanes 16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

Roh Kudus diberikan kepada kita untuk menyertai kita selama-lamanya, karya Roh Kudus tidak terbatas ruang dan waktu tetapi Dia tinggal dalam kehidupan setiap orang percaya untuk hidup dalam kebenaran Firman Tuhan, mengubahkan kita dan memberikan kuasa untuk menjadi saksi-saksiNya.

Saat Yesus naik ke Sorga, murid-muridnya bersembunyi dan berdoa karena takut dengan ahli-ahli taurat, dan seperti yang Yesus janjikan kepada Murid-muridNya bahwa akan ada penghibur yaitu Roh Kudus yang akan membabtis dengan api, saat mereka menerima urapan dari Roh Kudus itu, saat itu juga para murid mendapat kuasa untuk bangkit dari ketakutan, berbicara, berani, dan berbicara dalam bahasa lain (Kisah 2:1-21).

MENJADI PERANTARA ANTARA MANUSIA DAN ALLAH BAPA.

I Timotius  2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Ibrani  7:25 Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.

Karya keselamatan yang dianugerahkan Allah terus berkarya hingga kepada kekekalan. Tuhan Yesus menjadi perantara antara kita manusia yang berdosa ini dengan Allah yang Kudus. Kita dapat datang kepada Allah dengan persekutuan yang erat dan keyakinan yang kokoh bahwa kita layak dihadapan Allah karena penebusan Kristus.

Ibrani 10:19-22 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh

Peristiwa persekutuan Yesus dengan Bapa dalam kemuliaan itu digambarkan bermacam-macam di dalam Alkitab. Misalnya dalam kitab Markus 16:19 menggunakan gambaran, “duduk di sebelah kanan Bapa”, kitab Kisah Para Rasul 1:9-11 menggunakan gambaran “la naik ke langit dan didampingi dua orang berpakaian putih”, dan sebagainya. Melalui peristiwa terangkatnya Yesus ke sorga, Allah menyatakan janji-Nya pada kita, yaitu suatu kehidupan persekutuan bersama-sama dengan-Nya dalam kemuliaan dan kekekalan. Dengan adanya janji ini, anak-anak Allah tidak perlu khawatir atau cemas akan hidupnya kini dan masa depannya karena ada Roh Kudus yang selalu menyertai kita dan Tuhan yang selalu menjadi PEMBELA bagi kita anak-anakNya

Komitmenku hari ini

Kebangkitan Kristus memberikan makna yang membuktikan KebesaranNya bagi kehidupan ku karena didalamnya nyata bahwa seluruh janji yang Tuhan Yesus berikan pasti akan digenapi sekarang dan sampai kepada kekekalan

YNP – TVP

IBADAH PERAYAAN KENAIKAN TUHAN YESUS
Dilaksanakan pada hari Minggu, 16 Mei 2021
Jam 06.00
Di Gedung GPdi Elohim Batu

“PERTAHANKAN KELAKUAN BERSIHMU “

“PERTAHANKAN KELAKUAN BERSIHMU “

Renungan Harian Youth, Rabu 12 Mei 2021

Ayat Firman Tuhan hari ini

Mazmur 119 : 9;11 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

Yohanes 16:13a Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

Hallo …. Teman-teman Youth yang dikasihi Tuhan , bagaimana kabarmu hari ini, saya harapkan kalian semua dalam keadaan sehat. Kalau,ada dari kalian yang saat ini sakit, saya berdoa kiranya Tuhan segera menjamah dan menyembuhkan.

Kita patut bersyukur atas apa yang Tuhan kerjakan sampai saat ini. Seberat apapun beban yang kita alami saat ini , kita yakin bahwa Tuhan pasti menonong kita, ketahuilah Tuhan tahu kemampuan kita dan Dia tidak penah memberi cobaan yang melebihi kekuatan kita. Kalau saat ini kita masih ada di dunia ini , pasti ada rencana Tuhan yang harus kita lakukan.  

Renungan Firman Tuhan pagi ini mengajarkan kepada kita, untuk selalu menjaga kelakuan kita tetap bersih dan kita menjadi teladan bagi orang-orang disekeling kita. Bamaimana dengan hidupmu saat ini? Apakah kalian masih jatuh bangun di dalam dosa? Atau hidupmu tidak mencerminkan sebagai anak-anak Tuhan yang seharusnya menjadi teladan? Tentunya kita semua mau tetap mempertahankan kelakuan bersih kita dihadapan Tuhan, bukan hanya di depan orang saja kelakuan kita seperti malaikat yang seolah-olah kita hidup tanpa dosa, tapi kita mau dalam setiap aspek kehidupan bisa mencerminkan bahwa kita adalah anak-anak Allah yang benar-benar layak dihadapanNya.

Perlu kita renungkan juga, apakah kita siap kalau sewaktu-waktu Tuhan memanggil kita. Sebab apalagi di masa pandemi ini, tidak jarang kita mendengar, rekan-rekan kita yang awalnya sehat , tiba-tiba dipanggil pulang pada saat yang tidak disangka-sangka. Kalau kita dipanggil Tuhan , apakah kita sudah layak dihadapanNya?  apa yang kita lakukan sampai saat ini? Apakah menyenangkan Tuhan atau malah menyedihkan hati Tuhan.

Rekan-rekan mari kita Bersama menyadari bahwa banyak hal yang bisa merusak kelakuan bersih kita, diantaranya adalah pergaulan yang salah, kalau kita salah dalam menentukan teman, kita akan mudah terseret dalam hal-hal yang menyakitkan hati Tuhan, juga dengan maraknya perkembangan teknologi digital yang bisa dengan mudah mengakses berbagai konten yang bisa merusak kelakuan baik kita, kalau kita tidak bijak dalam penggunaan internet tentunya akan membuat kita terikat didalam dosa yang membuat kita jauh daripada Tuhan.

Firman Tuhan hari ini mengatakan “ Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuan bersihnya, dengan menjaganya sesuai  dengan Firman Tuhan. Bagaimana kita bisa mempertahankan kelakuan bersih kita ,kalau kita tidak pernah membaca (mendengar) Firman Tuhan.

Jadi apa saja yang membuat kita bisa mempertahankan kelakuan bersih kita?

1. Firman Tuhan

Dengan Firman Tuhan lah anak muda bisa mempertahankan kelakuanya bersih dan sesuai kehendak Tuhan. Firman Tuhan adalah filter dalam kehidupan kita, sehingga kita bisa memilah2 mana yang baik dan berkenan kepada Tuhan.  Oleh sebab itu kita semua sebagai anak-anak muda kristiani, harus banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan rohani, dan kita tidak menggunakan waktu-waktu kita untuk melakukan hal-hal yang sia-sia.

Kita harus mendisiplin dan melatih kehidupan kita untuk beribadah, artinya tidak menjauhkan dari dari pertemuan ibadah, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, dan semakin giat untuk melakukannya, menjelang hari Tuhan yang mendekat, sehingga kita bisa semakin banyak membaca dan mendengar Firman Tuhan , juga kita harus menyediakan waktu khusus untuk belajar firman Tuhan dan merenungkannya, maka iman kita akan semakin kuat dan kita akan bisa mempertahankan kelakuan bersih kita. (Ibrani 10:25).

Bukan dengan mendengar atau membaca saja kita bisa mempertahankan kelakuan bersih kita, tapi kita harus menyimpan firman itu dalam hati kita, sehingga kita tidak akan berbuat dosa. (Mazmur 119: 11)

2. Roh Kudus

Untuk mempertahankan kelakuan bersih kita, kita butuh pimpinan Roh Kudus itu yang merupakan Roh Kebenaran , yang membawa kita kepada seluruh kebenaran.

Kita minta kepada Tuhan untuk menerima Roh itu dalam kehidupan kita, sehingga kita dimampupan untuk menjalani kehidupan ini , untuk hidup kudus dan tak bercacat cela dihadapan Tuhan. Kita tidak akan sanggung mempertahankan kelakuan bersih, kalau kita mengandalkan kekuatan diri kita sendiri, kita butuh Roh Tuhan yang memimpin kehidupan kita.

Ayo teman-teman Elohim Youth yang dikasihi Tuhan, mulai lebih giat lagi  dan tetap semangat dalam beribadah, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, jangan sampai dimasa pandemi ini kita kendor , juga kita mohon pimpinan Roh kudus dalam kehidupan kita, sehingga kita mampu, dalam mempertahankan kelakuan bersih kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Komitmenku hari ini

Aku mau menjaga hidupku dengan benar, kiranya Roh Kudus yang akan memampukan aku dan Firman Tuhan yang akan terus menuntun Langkah hidupku dalam kebenaran.

RA – YDK

“Bermegah didalam Tuhan”

“Bermegah didalam Tuhan”

Renungan Harian Youth, Selasa 11 Mei 2021

Hallo rekan youth….. Saya berharap dimana pun kalian berada kalian tetap sehat dan semangat dalam menjalani setiap tantangan hidup ini.

Rekan-rekan Pernah gak sih kalian dipuji? Pasti pernah donk. Mungkin dari kalian yang punya paras cantik atau tampan pasti sering dipuji, atau mungkin yang otaknya encer pasti pernah donk menerima pujian dari orang, atau yang berhati seperti malaikat pasti pernah juga dipuji. Tapi teman-teman hati hati ya dengan pujian itu. Bisa menjadi kita lupa diri. Siapa si diri kita di hadapan Tuhan. Bisa saja dari pujian itu kita memegahkan diri kita.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, megah berarti sangat mengagumkan, gagah kuat, mulia, mashur, atau bangga. Bermegah berarti memiliki sifat megah atau bermegah-megahan. Dari satu sisi, bermegah dapat dimaknai membuat diri sendiri menjadi mengagumkan. Bermegah dapat diartikan membuat diri sendiri gagah kuat, mulia, mashur atau bangga. Dari sisi lain, bermegah dapat dimaknai membanggakan diri sendiri. Bermegah juga dapat bekenaan dengan sikap tinggi hati, sombong.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin disekeliling kita ada orang yangmembanggakan diri sendiri. Mereka senang menonjolkan kepandaian, gelar, harta, kedudukan, pangkat atau jabatan dan cenderung tinggi hati. Namanya manusia ada sisi menyombongkan diri. Sifat manusia cenderung menganggap dirinya lebih baik atau lebih hebat dari pada orang lain. Banyak orang yang menyatakan dirinya lebih kaya dan lebih berkuasa. Karena itulah mereka minta dipuji dan dihormati. Mungkin ada juga beberapa orang mendambakan pujian, kehormatan dan kekuasaan.

Pujian dan penghormatan yang kita terima atas segala keberhasilan, kesuksesan, dan kecerdasan mungkin pernah membuat kita lupa diri. Kita menerima semuanya dengan anggapan bahwa semua yang kita capai adalah bukti kehebatan kita yang layak diapresiasi. Di saat-saat seperti itulah kita merasa pantas untuk membanggakan diri. Namun kita membanggakan sesuatu yang salah, sehingga hidup kita bisa terjerumus ke dalam berbagai-bagai dosa. Semua yang kita miliki dan mampu kita gapai adalah pemberian Tuhan. Dan juga sikap bermegah harus kita lakukan di dalam nama Tuhan yang kudus.

“Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!” (1 Taw. 16:10)

Kita harus selalu menyadari bahwa tanpa campur tangan Tuhan dalam hidup kita, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan menjadi siapa-siapa.

Kita telah diangkat dari kubangan dosa dan dibebaskan dari jerat iblis, kita ditebus dan diberikan berkat melimpah. Ia membentuk talenta dan kemampuan kita sedemikian rupa, ia melancarkan usaha dan pekerjaan yang kita lakukan, dan Ia tidak pernah lupa menghadiahi kita dengan kejutan-kejutan kecil yang membuat kita lebih hebat dan mengangkat kita lebih tinggi.

“Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN (Yer. 9:23-24).”

Bermegah di dalam Tuhan berarti membanggakan dan membesarkan nama Tuhan dan segala perbuatan-Nya yang ajaib di dalam hidup kita.

Saat kita bermegah di dalam Tuhan, itu juga berarti bahwa kita mau menjadikan Tuhan sebagai fokus hidup kita. Sikap dan perbuatan harus mencerminkan kasih dan kemuliaan-Nya. Pujian yang kita terima bukan untuk memegahkan diri, namun memegahkan Allah. Kehormatan yang kita terima juga harus kita teruskan kepada Allah, karena Dia yang paling pantas menerimanya. Bukan karena kuat dan hebatnya kita, melainkan karena kasih dan kebaikan Tuhan maka kita bisa sampai pada hari ini dengan banyak pencapaian berharga, sehingga sangat layak untuk kita bermegah di dalam Tuhan.

2 korintus 10 : 17 -18“Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan. Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji melainkan orang yang dipuji Tuhan

ayat ini mengingatkan kita untuk senantiasa berhati hati terhadap pujian atau kebanggaan pada diri sendiri.  Kecenderungan manusia adalah memeninggikan dirinya dengan cara membanggakan segala karya dan keberhasilannya termasuk juga bidang pelayanan nya. Ayat ini mengingatkan kita dibalik kemegahan atau kebanggaan kita,  sebetulnya Allah lah yang berkarya didalam hidup kita karena itu satu satunya alasan kita bermegah adalah bermegah pada karya Allah dan memuji setiap karyanya dalam hidup kita.

Oleh sebab itu, marilah kita simak nasihat Rasul Paulus dalam Roma 11:18. Dengan tegas ia megingatkan bahwa: _“janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.”_

Ingatlah! Jangan bermegah karena diri sendiri! Semua cabang dapat hidup karena cabang itu menempel pada batangnya. Apa dasarnya cabang dapat bermegah? Dasarnya apa? Jika cabang itu lepas dari batangnya, cabang itu pasti akan kering. Cabang itu hidup karena menempel pada batang pohon yang ditopang oleh akar-akarnya. Ingat dan yakinilah! Begitu jugalah kehidupan manusia, termasuk kita! Kita hidup karena kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Kita hidup karena Tuhan! Kita bermegah karena salib Kristus.

Beginilah Firman-Nya dalam Surat Galatia 6:14: _”Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.”_

Komitmen

Berbahagialah orang yang tidak bermegah dengan kekuatan sendiri, karena kepadanya akan dilimpahkan kasih karunia Tuhan. Bermegahlah didalam Tuhan

CGP – LP

“STOP COMPARING YOURSELF”

“STOP COMPARING YOURSELF”

Renungan Harian Youth, Senin 10 Mei 2021

Syalom … salam semangat buat rekan-rekan semuanya baik yang sudah libur lebaran atau yang masih beraktivitas hari ini, semoga Tuhan menyertai dan memberkati kita semuanya.

Hampir semua orang pasti pernah membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain. Sikap ini kadang kala dapat membangkitkan semangat untuk mempelajari banyak hal. Selain itu, sikap ini juga dapat menyadarkan segala kekurangan yang dimiliki sehingga memicu diri untuk memperbaikinya dan menjadi lebih baik. Namun, membandingkan diri dengan orang lain bukan lagi hal yang baik ketika orang lain menjadi patokan kualitas hidup kita. Kebiasaan ini dapat memicu perasaan iri yang dapat menurunkan rasa percaya diri, menghambat potensi diri, membuat murung, dan menimbulkan perasaan tidak berharga atau menyalahkan diri sendiri.

Ada dampak buruk lain yang akan didapat jika terlalu sering membandingkan diri sendiri dengan kehidupan orang lain.

1. Terlalu sering membandingkan diri hanya akan membuatmu merasa minder

Hal itu karena kamu tidak percaya terhadap kemampuan yang ada di dalam diri sehingga terlalu sibuk untuk membandingkan kehidupan dengan orang lain.

2. Cenderung menjadi orang yang terlalu banyak merenung

Merenungkan disini meiliki arti mengarah kepada “diam dan meratapi nasib”, Hal tersebut akan membuatmu membuang waktu yang sejatinya cukup berharga. Kamu hanya akan menghabiskan waktu dengan terbiasa overthinking terhadap sesuatu yang tidak penting.

3. Orang lain akan memandang rendah

jika kita terlalu sering membandingkan diri, percayalah bahwa orang lain pasti akan memandang rendah diri kita. Mereka akan memanfaatkan rasa minder tersebut sehingga kita semakin merasa kecil di hadapan orang lain.

4. Sikap pesimis pasti akan muncul karena tidak percaya terhadap kemampuan diri sendiri

Ketika kita sering membandingkan diri dengan orang lain, dampaknya adalah sikap pesimis. Hal itu karena bisa jadi kita tidak percaya akan keberhasilan yang bisa dicapai dan cenderung menganggap diri sendiri tidak ada gunanya karena jauh di bawah orang lain.

Janganlah membanding-bandingkan apa yang kamu miliki dengan apa yang orang lain miliki. Karena membanding-bandingkan hanya akan memimpin ke satu diantara dua hal ini: Kesombongan atau iri hati.

Jika apa yang kamu miliki atau capai lebih bagus dibandingkan orang lain, kamu akan menjadi sombong.  jika apa yang kamu miliki atau capai tidak sebagus orang lain, kamu akan menjadi iri hati.

Kesombongan dan iri hati bukanlah sesuatu yang baik, melainkan sesuatu yang sangat destruktif—sesuatu yang dapat menahanmu dari hidup bersyukur kepada Tuhan.

“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain” (Galatia 6:4).

JANGAN FOKUS KEPADA BERKAT ORANG LAIN, TETAPI FOKUSLAH KEPADA BERKAT YANG SUDAH TUHAN LIMPAHKAN DALAM DIRI KITA

Sebenarnya bukan hanya orang lain yang mendapatkan berkat-berkat luar biasa, melainkan kamu sendiri juga. Tetapi permasalahannya, kebanyakan orang sering kali tidak menyadari berkat yang dirinya miliki karena terlalu fokus menyaksikan berkat milik orang lain.

“Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:11-13)

Rasul Paulus mengatakan bahwa rahasia dari merasa cukup dalam setiap keadaan bukanlah dengan mendapatkan apa yang kita belum miliki, melainkan dengan menyadari apa yang sebenarnya kita miliki di dalam Kristus. Yesus Kristus adalah harta terbesar dari hidup kita bukan karena Dia dapat memberikan kekayaan, kesehatan, atau kenyamanan fisik yang kita inginkan; melainkan karena Dia telah menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Semakin kita menyadari hal ini, semakin kita dapat hidup bersyukur seperti Rasul Paulus.

Kita harus belajar menerima kelemahan dan harus lebih fokus dalam mengembangkan kelebihan yang kita miliki.

Jika kita merasa kurang dan tidak terlalu hebat di dalam satu bidang, daripada merasa iri dengan orang lain, cobalah menemukan bakat dan kelebihan dalam bidang yang lain, yang pasti kita miliki. Gantilah pikiran negatif menjadi pikiran positif. Jangan biarkan orang lain mengendalikan kebahagiaan kita. Berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain. Daripada membanding-bandingkan lebih baik perbanyak bersyukur, agar perhatian kita lebih tertuju pada berkat dan kasih Tuhan

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar merubah dari membanding-bandingkan diri tentang kelemahanku kepada fokus dengan anugerah dan talenta yang Tuhan berikan bagiku. Sehingga aku dapat bersyukur atas segala kebaikan Tuhan bagi hidupku

ER090521 – KPH