Renungan Harian, Sabtu 06 Juni 2020

2 Korintus 13: 5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.

Rasul Paulus mengingatkan jemaat Korintus untuk memeriksa diri dan hidup mereka, karena walaupun jemaat Korintus menunjukan gairah rohani yang luar biasa, memiliki kerinduan dalam karunia-karunia Roh, tapi mereka juga masih terbuka kepada pengajar-pengajar palsu sehingga membuat mereka ada dalam bahaya tidak bertahan dalam iman, seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 12 dan 14.

Rasul Paulus mengingatkan kita untuk menguji diri, memeriksa dan mengoreksi diri apakah Tuhan benar-benar ada dalam hidup kita, apakah kita semakin berprogres atau jalan di tempat atau mengalami kemunduran dalam Tuhan, sehatkah hubungan kita dengan Tuhan. Sama halnya dengan kesehatan fisik yang harus kita pantau,  kesehatan rohani kita juga perlu dipantau terus setiap waktu. Supaya kita tau bagaimana kesehatan hubungan kita dengan Tuhan, maka dari itu kita perlu melakukan Cek Up. Apa saja yang perlu kita cek??

1. Cek apakah kita masih haus akan kehadiran Tuhan dalam hidup kita.

RASA HAUS DAN LAPAR AKAN KEHADIRAN TUHAN merupakan DASAR dari PERTUMBUHAN ROHANI, karena ketika kamu merasakan haus dan lapar akan Dia, kita akan terus mencari Dia, dan Tuhan pun akan memberikan pertumbuhan kepada kita hari demi hari. Rasa haus dan lapar akan Tuhan akan membawa kita kepada pengenalan yang benar akan Dia dan pengenalan akan Tuhan sangat menyukakan hati-Nya.

Hosea 6:6 (FAYH) “Aku tidak mengingini kurban-kurbanmu; Aku mengingini kasihmu. Aku tidak mengingini persembahan-persembahanmu; yang Kuingini ialah agar kamu mengenal Aku.  

2. Cek apakah kita makin dikuasai oleh Firman Tuhan.

Firman Tuhan itu hidup, firman itu kuat, firman itu bagai pedang bermata dua yang mampu menunjukan apa yang salah dan benar dalam diri kita sehingga kita tau bagaimana diri kita sebenarnya, mampu mengungkapkan keinginan dan kekejian dosa yang ada dalam hati dan pikiran serta membiarkan kita melihat bagaimana kondisi hidup kita dalam Dia. Jadi semakin kita dikuasi oleh Firman Tuhan semakin kita di tolong untuk berubah, semakin beriman , bertumbuh dan berbuah dalam ketaatan.

Yuk sama-sama kita koreksi diri kita, ketika kita mulai tidak bergairah akan firman Tuhan berarti ada yang salah dalam hidup kerohanian kita. Perlu di ingat bahwa BUKAN seberapa banyak dan seberapa rutin kita membaca Firman Tuhan TAPI seberapa banyak dan seberapa dalamnya kita makin dikuasi dan diubahkan oleh Firman Tuhan. 

3. Cek apakah kita makin mengasihi sesama, orang -orang disekeliling kita.

Kedekatan dan hubungan yang intim dengan Tuhan membuat kita mampu mengasihi orang lain karena kita mendapat aliran kasih dari sumber kasih sehingga kita mampu untuk menyalurkan kasih itu ke orang lain.

Yohanes 13: 34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Terus alami dan salurkan kasih Tuhan setiap hari dan selalu ingat sumber kasih sejati mu.

4. Cek apakah kita makin peka dengan kehadiran Tuhan.

Kehadiran dan hadirat Tuhan bisa kita alami atau rasakan tergantung dari sikap hati kita, kalau kita berkeras hati denga teguran Tuhan, kita gak akan merasakan kehadiran Tuhan di hidup kita, tapi kalau kita membuka hati, Tuhan pasti datang memenuhi hidup dan hati mu dengan hadirat-Nya.

Ratapan 3: 40 Marilah kita menyelidiki dan memriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.

Yuk sama-sama kita berkomitmen

“Tuhan akau mau menyelidiki diri ku setiap hari untuk semakin bertumbuh, berbuah, dan berprogres di dalam Engkau “

IFM – AS