Renungan harian Anak, Senin 16 November 2020

Ayub 1:13-22

Syalom adik-adik yang selalu semangat dan luar biasa … semua nya bersukacita hari ini, Puji Tuhan. Yuk kita mau merenungkan kebenaran Firman Tuhan.

Adik-adik apakah kalian pernah merasa kecewa atau sedih? Mungkin sama orang tua karena kita belum dikasih apa yang kita inginkan atau minta. Sama saudara karena sering bertengkar atau sama teman kalian…Nah tentang rasa kecewa ada sebuah cerita di Alkitab yang akan mengajari kita untuk mengatasi rasa kecewa tersebut …

Ada seseorang Bapak bernama Ayub, la seorang orang kaya, mempunyai banyak sekali ternak, pegawai, juga anaknya ada 10 orang.  Ayub ini adalah orang yang saleh, jujur, dan takut kepada Tuhan, ia rajin datang kepada Tuhan dan memberi persembahan bagi Tuhan. Yuk kita baca ayatnya dulu …

Ayub 1:1-3, Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

Pada suatu ketika terjadi musibah menimpa keluarga Bapak Ayub, semua ternaknya dirampas orang, dan anak-anaknya mati tertimpa rumah yang roboh oleh angin ribut.

Waduh, kasihan sekali Bapak Ayub yang mengalami semuanya itu. Apakah Ayub marah dan kecewa kepada Tuhan? Ternyata tidak, Adik-adik. Ayub memang sedih, namun dia berserah kepada Tuhan, ‘Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan.”

Adik-adik, Ayub selalu datang kepada Tuhan, baik ketika dia senang, maupun ketika ia sedih. Ayub selalu menceritakan perasaannya dan isi hatinya kepada Tuhan dalam doa. Itu sebabnya Ayub dapat tabah ketika menderita. Ayub mau belajar mengerti kehendak Tuhan, dan Ayub percaya bahwa Tuhan tidak pernah merencanakan yang buruk kepada Ayub. Kemudian Ayub menyesali perbuatannya yang mungkin tidak pantas kepada Tuhan. Ayub selalu datang kepada Tuhan dan menantikan pertolongan Tuhan saja. Dan pada akhirnya Tuhan memulihkan kehidupan Ayub.

Adik-adik, kita mau belajar seperti Bapak Ayub? Kalau Adik-adik sedang sedih, takut, gembira, kecewa, adik-adik bisa “curhat” atau mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan dalam doa. Adik-adik percayalah bahwa Tuhan mengenal adik-adik, walaupun doa adik-adik sederhana, Tuhan tahu maksud isi hati kita meskipun kita masih susah untuk berkata kata

Tuhan mau kita  terus belajar berkomunikasi dengan Tuhan, Tuhan mau kita membangun hubungan yang lebih dekat dengan DIA dengan cara berdoa dan Mintalah roh kudus untuk membantu adik adik berdoa. Ceritakan semuanya kepada Tuhan, pasti Tuhan mau mendengarkannya. Tuhan senantiasa rindu kita datang kepada-Nya dan percayalah bahwa Tuhan juga menyediakan jawaban atas doa dan permohonan adik-adik.

Ayat hafalan

1 Petrus 4:7 kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

Komitmenku hari ini

Aku percaya Tuhan mendengarkan doa-doaku, ketika aku sedih, kecewa, sakit hati Tuhan akan menolongku. Aku mau selalu datang kepada Tuhan

SF1511 – KCP