Renungan Harian Youth, Rabu 16 Desember 2020

Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. I Korintus 10:11 

Sedikit tentang latar belakang kota Korintus:

Korintus sangat penting dari segi militer karena dilalui lalu lintas dari Bagian utara dan selatan Yunani. Korintus sangat penting dalam bidang perdagangan, politik, dan sosial. Korintus memiliki 2 kota pelabuhan, di sebelah barat ada kota Lekeum dan di sebelah timur terletak pelabuhan Kengrea. 2 Pelabuhan ini membawa banyak orang (saudagar, pelaut, dan orang yang sekedar bepergian) ke Korintus membawa serta agama, kekayaan, kesusilaan, pengaruh negatif dan positif. Korintus termasyur dengan kejahatannya. Di puncak bukit sebelah selatan ada kuil Aphrodite (dewi Kasih Yunani). Wanita tunasusila mengabdikan diri pada dewi ini dan mendatangkan keuntungan bagi kota ini. i pusat kota ada Kuil Apollo, Terkenal dengan kemabukan dan percabulan. “mengkorintuskan” menjalankan kehidupan yg penuh dengan kemabukan dan percabulan. Mementaskan peran seperti ini di atas panggung kesenian mereka. Sangat tertarik dengan atletik. Perlombaan Isthmian tinju, gulat, lempar cakram dan lembing, lomba lari dan lompat jauh.

Paulus memberikan peringatan buat orang-orang Korintus melalui pengalaman Bangsa Israel dipadang gurun:

I Korintus 10:1-4 Menyatakan istimewanya bangsa Israel di hadapan Allah, perbuatan dan karya Allah yang luar biasa dalam kehidupan bangssa Israel, dan penyertaan serta pemeliharaan Allah yang tidak terbatas berupa sandang, pangan, perlindungan.

Namun dalam disebutkan I Korintus 10:5  Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.

Sebuah kontradiksi, di atas semua hal yang disebut sebelumnya, Allah tidak berkenan akan kehidupan sebagian besar dari mereka sehingga Allah menewaskan mereka di padang gurun.

I Korintus 10:6  Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat. Apa yang sebenarnya telah dilakukan bangsa Israel?

  1. Jangan menjadi penyembah-penyembah berhala (ayat7)
  2. Jangan melakukan percabulan (Ayat 8)
  3. Jangan mencobai Allah (ayat 9)
  4. Jangan bersungut-sungut (ayat 10)

Ayat 6 diulang kembali dalam

I Korintus 10:11  Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

Menarik dalam terjemaan These are all warning markers–DANGER!–in our history books, written down so that we don’t repeat their mistakes. Our positions in the story are parallel–they at the beginning, we at the end–and we are just as capable of messing it up as they were.

(The Message)

Peringatan ini sebagai TANDA BAHAYA, karena kehidupan kita memiliki tantangan yang sama dan memiliki kemungkinan untuk gagal jika tidak berhati-hati

Dalam 1 perikop yang sama, pesan ini dulang 2 kali bahkan mendapatkan penegasan di ayat yang ke 11, bahwa contoh ini dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita.

Segala yang ditulis dalam kitab suci memiliki maksud tujuan. Tidak pernah sesuatu ditulis dalam kitab suci tanpa maksud atau sia-sia saja. Kitab Suci menuliskan hal yang baik, hal yang jahat, hal-hal yang membanggakan dan memalukan sekalipun. Alkitab juga mencatat kegemilangan, kemenangan, keberhasilan seseorang untuk menyemagati kita, mendorong kita bahwa Allah merancangkan kebaikan dalam hidup kita. Namun Alkitab juga tidak menutup-nutupi kegagalan, kejatuhan, kelemahan iman hambaNya sebagai peringatan untuk setiap kita. Allah mau supaya kita tidak terjerat dan terperangkap pada jebakan yang sama.

Tugas setiap kita adalah Teruslah mau untuk belajar dari kebenaran Firman Allah karena tidak ada seorangpun yang kebal terhadap kejatuhan, jika tidak waspada dan berjaga-jaga.

Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus tentang istimewanya kita sebagai pengikut Kristus. dalam kasih anugerah Allah hidup kita dipenuhi dengan keberkatan Allah. Allah menjamin keselamatan jiwa kita, pengampunan atas dosa, pemeliharaan, penyertaan sepanjang waktu. Namun Rasul Paulus juga mengingatkan setiap kita tentang tantangan yang kita hadapi di kehidupan kita. Bahaya yang senantiasa mengintai adalah kehilangan perkenanan Allah karena terperangkap dalam tantangan zaman ini.

Bangsa Israel berkali kali menerima teguran dari Tuhan namun mereka tidak juga memperbaiki tingkah lakunya sampai mereka menerima hukuman dari Allah. Kita juga harus waspada supaya jangan sampai kita masuk dan terjerat dalam perangkap penyembahan berhala, percabulan, mencobai Allah, dan bersungut-sungut.

1 Korintus 10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Janji Allah buat setiap kita:

1 Korintus 10:13  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Tuhan tidak pernah berjanji bahwa ketika kita mengiring Dia maka kita akan terbebas dari ancaman, masalah, dan penderitaan. JanjiNya bahwa pencobaan itu tidak pernah melebihi kekuatan kita, dan bahwa Dia selalu ada menyertai kita dan memberi kita jalan keluar atas permasalahan hidup kita.

DDO -YDK