Renungan Harian Anak, Senin 27 April 2020

Syalom selamat pagi adik-adik semua, hari ini hari Senin … biasanya adik-adik yang bersekolah ada upacara bendera ya … Walaupun belum bisa kemana-mana adik-adik tetap semangat semuanya ya.

Sebelumnya kak punya cerita, dengerin ya

Namanya Nina, gadis cilik, dengan tekun dia belajar piano kepada seorang guru piano. Pada suatu hari gurunya mengatakan bahwa Nina akan diikut-sertakan dalam sebuah konser musik di Gereja. Hal ini mendorong Nina untuk lebih giat lagi berlatih. Maka Nina minta izin kepada ayahnya untuk berlatih piano setipa hari. Permintaannya dikabulkan, maka setiap hari Nina pergi untuk berlatih piano.
Namun … Sehari sebelum pertunjukan akan dimulai Nina kembali  lagi untuk Latihan, Namun ia begitu terkejut karena salah sebuah tuts pada piano bunyinya sumbang dan tidak bisa berbunyi dengan bagus. Nina menjadi kecewa dan putus asa. Ia menangis dan lari ke rumahnya. Di sana ia mengeluh pada ayahnya tentang piano yang sumbang itu. Ayah mendengarkan keluhan anaknya, kemudian dengan tenang ia mengangkat telpon dan menelpon tukang untuk memperbaiki piano yang rewel itu. Tidak lama kemudian setelah diperbaiki piano yang sumbang itu kembali mengeluarkan suara yang indah sekali. Esok harinya di malam pertunjukan itu, para pengunjung mengagumi permainan Nina. Nina menjadi sangat bahagia dan berterimakasih pada ayahnya.

Seringkali kita pun bersikap seperti Nina. Di kala kita menghadapi kesulitan maka hati kita menjadi sedih dan kecewa. Namun, Nina tidak bersedih hati, melainkan ia lari kepada ayahnya dan mengeluh. Sikap inilah yang patut kita teladani.

Nah adik-adik ayo kita baca dalam

Matius 6:6,8-9 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. … karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu ….

Nah ayat diatas adalah penggalan ayat yang Tuhan Yesus ajarkan mengenai bagaimana berdoa. Adik-adik Tuhan Yesus mengajarkan berdoa “Bapa Kami yang di Sorga” …

Tuhan mengajarkankan untuk kita memanggil Allah sebagai Bapa, karena setiap kita yang percaya kepada Tuhan Yesus dipanggil sebagai anak-anak-Nya. Adik-adik boleh memanggil Tuhan dengan sebutan “BAPA”.

Adik-adik boleh datang dalam doa adik-adik mengungkapan semua isi hati adik-adik kepada Bapa yang di Sorga. Dan adik-adik kita semua percaya bahwa Bapa mendengar semua seruan doa adik-adik…

Apabila kesulitan, penderitaan datang kepada kita, larilah kepada Bapa kita di sorga. Kita datang di dalam doa kita, kita ceritakan segala kesulitan-kesulitan yang kita hadapi dan akhirnya Bapa akan menolong kita. Ia akan membawa kita keluar dari kesulitan yang kita hadapi. Ayo biarlah adik-adik boleh semakin mengasihi Tuhan Yesus ya, karena Dia mau untuk selalu menyertai adik-adik seperti seorang Bapa yang mengasihi anak-anaknya

Ayo kita baca ayat kita hari ini

Mazmur 103:13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus trima kasih karena Engkau telah mengasihi aku sebagai anak-Mu, aku mau semakin mengasihi-Mu setiap hari.

SBT – KCP