Renungan Harian Jumat, 12 Desember 2021

Deep Water adalah sebuah istihan yang merupakan sebuah gambaran masa-masa yang sulit atau sukar.

Pagi ini mari kita renungkan sebuah artikel yang tertulis.

Ombak besar kerap kita jumpai di bibir pantai, tetapi sangat jarang kita jumpai di tengah lautan. Semakin dalam lautan tersebut, maka akan semakin tenang airnya. Demikian pula dengan kita, semakin dalam hubungan kita dengan Tuhan semakin dalam iman kita, maka jiwa kita akan semakin tenang.

Hidup beriman harus taat dan berani menundukkan pikiran dan tindakan kita pada pikiran dan tindakan yang menurut kehendak Tuhan. Perlindungan-NYA akan nyata bagi kita.

  • Ada sebagian orang yang meledak-ledak emosinya hanya karena tersulut masalah kecil. Jadilah tenang seperti air, karena air mampu menyejukkan hati.
  • Ada pula orang-orang yang tidak bisa menahan amarah atas memperlakuan orang lain terhadap dirinya. Jadilah tenang seperti air, karena ketenangan mampu meredakan segala macam amarah.

Oleh karena itu, jadilah kita tenang seperti air, karena di dalam ketenangan ada kedamaian, dan di dalam kedamaian ada kebahagiaan

Kita ingat Mazmur 62 sebagai pengalaman Raja Daud. Daud merasakan ketenangan dan keteduhan ketika berada dekat dengan Tuhan.  Mazmur ini membeberkan keyakinan Daud kepada Tuhan saat ia menghadapi persepakatan politik yang ingin menjatuhkannya (Maz 62: 2- 5). 

Dengan keyakinannya, ia mengajak umat-Nya bersandar kepada Tuhan, Karena ia menyadari bahwa segala kejayaan manusia adalah rapuh di hadapan Tuhan (Maz 62: 10-11), tetapi kuasa, kasih setia, dan keadilan Tuhan yang diberikan kepadanya adalah teguh (Maz 62: 12-13).

Situasi saat itu bukanlah keadaan yang aman bagi Daud. Ia menyadari bahwa dirinya seperti dinding miring yang segera akan roboh (ayat 4), yang sedang dikerumuni oleh mereka yang ingin menghempaskannya. Ia mengetahui bahwa dirinya didustai oleh mereka yang berkata manis, padahal di dalam hati mengutukinya (ayat 5).

Namun dalam situasi yang terhimpit ini, Daud tetap diliputi rasa AMAN dan TENANG TEDUH karena berada dekat dengan ALLAH, SATU-SATUNYA SUMBER PENGHARAPAN YANG DAPAT DIANDALKAN (ayat 2-3, 6-7).

Kedekatannya dan pemahamannya akan Tuhan merupakan jangkar bagi keyakinannya yang kokoh. Kedekatannya kepada Tuhan tidaklah terlepas dari pemahamannya tentang Tuhan sebagai sumber keselamatan (ayat 2b), pengharapan (ayat 6b, 7), dan kemuliaan-Nya (ayat 8). Ia adalah tempat perlindungan yang teguh, yang menyediakan diri-Nya sebagai tempat perlindungan bagi umat-Nya untuk mencurahkan isi hati mereka (ayat 9). Dialah yang memberikan kepadanya kuasa, kasih setia, dan keadilan (ayat 12).

Pengenalannya yang tepat kepada Tuhan menuntunnya untuk Tetap tenang pada masa yang sukar, karena ia mengetahui bahwa para musuhnya tidak berarti apa-apa dihadapan Tuhan (ayat 10).

  • Menyadari bahwa keselamatan dan kemuliaannya bergantung kepada Tuhan (ayat 8). Ia mengajak umat-Nya untuk tidak bergantung kepada harta, melainkan kepada Tuhan setiap waktu (ayat 9).
  • Menjadi seorang penguasa yang memiliki kesadaran moral dan menyadari bahwa pemerasan dan perampasan bukanlah jalan keluar bagi persoalannya (ayat 11).

Mari kita renungkan bersama mungkin saat ini pengalaman kita bukan seperti Daud menghadapi orang yang ingin menjatuhkannya. Mungkin saat ini yang menjadi musuh kita adalah ketakutan kita.  Ketakutan akan penyakit covid 19, bencana alam disekitar kita. Terjadi banjir, tanah longsor, gempa bumi, erupsi gunung merapi. Masalah ekonomi, pekerjaan, dan banyak lagi yang menakutkan kita. 

Ketika ini kita alami Apakahkah atau siapakah yang selama ini menjadi sumber rasa aman kita? Tepatkah Anda berharap kepadanya? Hal-hal apakah yang menjadi penghambat bagi kita untuk bergantung penuh pada Tuhan? Kiranya renungan pagi hari ini dapat menolong kita untuk semakin bergantung kepada Tuhan?

Apapun musuh kita saat ini, TUHANLAH SATU-SATUNYA PERTOLONGAN DAN PENGHARAN KITA TETAP HIDUP DEKAT DENGAN TUHAN DAN PERCAYA DIA SANGGUP MENOLONG KITA, MAKA PASTI KITA AKAN MENJADI SEPERTI AIR YANG TENANG, YANG DAPAT MENYEGARKAN BANYAK ORANG.

Tuhan Yesus menyertai, melindungi dan memelihara kita semua sampai kesudahan alam. Tetap semangat🙏🙇

SELAMAT TAHUN BARU IMLEK BAGI SAUDARA YANG MERAYAKAN KIRANYA BERKAT DAN ANUGERAH TUHAN TETAP MELIMPAH DALAM KEHIDUPAN KITA SEMUANYA

EM