Renungan Harian Youth, Senin 14 September 2020

Syalom rekan-rekan Elohim youth … semoga sudah semangat untuk memasuki minggu yang baru di minggu kedua bulan September ini. Materi renungan hari ini adalah mengenai “didikan”, perhatikan ayat dalam kitab Amsal berikut:

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22 : 6).

Arti kata didik atau mendidik menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) adalah memelihara dan memberi latihan ( ajaran , tuntutan , pimpinan ) , mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Suatu saat saya membaca sebuah berita, tentang seorang pemuda yang harus menerima hukuman mati atas segala kejahatan yang dilakukannya. Pada hari dimana pemuda itu akan dieksekusi, pemuda itu menulis sebuah pesan, yang isi pesan nya adalah  sebagai berikut: Seharusnya ibuku juga berada bersamaku saat ini. Karena ibuku tidak pernah sedikitpun menegur aku atas segala kesalahan yang aku lakukan sedari aku kecil. Ibuku selalu membela aku apapun yang aku lakukan. Meskipun aku melakukan hal yang tidak benar sekalipun, ibuku selalu membelaku dan tidak pernah sekalipun menegur aku dan mendidik aku dengan didikan yang benar.  Sehingga aku menganggap apapun yang aku lakukan adalah benar.

Seperti yang tertulis pada

Amsal 3:11-12, Hai anakku , janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-NYA, Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-NYA, seperti ayah kepada anak yang disayangi.

Dari dua ayat alkitab diatas , kita bisa melihat bahwa didikan itu sangat penting untuk hidup kita.  Setiap kita pasti mengalami didikan dari orang tua kita, agar kita memiliki karakter yang baik. Terlepas dari bentuk didikan dalam keluarga kita masing-masing, didikan itu sangat penting untuk menata diri kita.

Demikian juga dengan TUHAN, kita tahu karakter TUHAN selain pribadi yang Pengasih dan Penyayang juga Pribadi yang Maha Adil. TUHAN tidak segan-segan “menghajar” kita, ketika kita melakukan kesalahan/dosa. Tujuannya adalah supaya kita semakin bertumbuh ke arah yang benar dan sesuai dengan firman-NYA.

TUHAN mendidik kita sedemikian rupa supaya kita tetap berada dalam rencana-NYA. Apabila saat ini kita menerima didikan TUHAN , bukan berarti TUHAN tidak mengasihi kita, melainkan sebaliknya. TUHAN menganggap kita sebagai anak yang dikasihiNYA. Seperti yang tertulis pada

Ibrani 12:5b-6 … janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-NYA, karena TUHAN menghajar orang yang dikasihi-NYA , dan IA menyesah orang yang diakuiNYA sebagai anak.

Tidak enak waktu mengalami hajaran atau ditegur karena kesalahan kita … tetapi jika kita meresponi dengan bijaksana maka semuanya itu mendatangkan kebaikan bagi kehidupan kita.

Jadi rekan-rekan youth, didikan dan hajaran TUHAN membuktikan bahwa TUHAN sangat mengasihi kita , maka dari itu marilah kita koreksi hati kita, miliklah hati yang lembut , yang mau dibentuk , dididik & ditegur. Hati yang  mau terbuka terhadap teguran , didikan dan nasihat.

Komitmen hari ini :

TUHAN ajar aku untuk selalu memiliki hati yang lembut dan terbuka terhadap setiap teguran dan didikan, supaya aku menjadi pribadi yang lebih baik lagi hari lepas hari.

KL – KPH