Renungan Harian Youth, Rabu 14 Oktober 2020

Hidup dalam New Normal, dikatakan sebagai hidup seperti biasa tapi tetap harus memperhatikan protocol Kesehatan. Semua orang berubah gaya hidupnya, diharapkan menjadi lebih sehat. Pandemi ini juga menyebabkan kesulitan dan masalah tertentu. Semakin banyak orang yang mengeluh karena berbagai hal. Anak sekolah mengeluh tentang beljar dari rumahnya, para pekerja mengeluh karena jam kerja yang dikurangi sehingga berpengaruh terhadap pendapatannya, wirausahawan harus menyesuaikan diri dengan berbagai macam peraturan. Meski kita hidup di dunia yang sama seperti dulu, kondisi yang berbeda ini sedikit banyak membuat kita mengalami masa “kesesakan”. Suatu gambaran di mana kita merasa tidak cukup ruang untuk kita bergerak dan mengerjakan sesuatu untuk keluar dari permasalahan hidup kita. Dunia seakan-akan menyempit dan kita terdesak, terhimpit pada sebuah jalan buntu.

Kesesakan bisa diartikan sebagai:
1. Penderitaan mental yang disebabkan oleh dukacita, kekuatiran, atau ketidak bahagiaan
2. Masalah yang ditimbulkan karena kekurangan hal yang mendasar dalam hidup
3. Penderitaan atau ketidak nyamanan secara fisik
4. Bahaya atau masalah besar yang membutuhkan pertolongan dengan segera

Ketika kita mengalami kesesakan, apa yang harus kita lakukan?

Mari belajar dari Hizkia (2 Raja-raja 18:13 -19:37) Kita akan melihat sebuah perjalanan singkat dari Hizkia yang mengalami perubahan cara keluar dari kesesakan hidupnya.

Dalam 3 tahun pemerintahannya dengan pertolongan Allah yang ajaib dia memberontak terhadap kekuasaan Kerajaan Asyur dan kerajaan Yehuda tidak lagi berada dalam kekuasaan Asyur. Di sisi lain Kerajaan Asyur terus memerangi kerajaan-kerajaan lain termasuk menaklukkan Israel dan mengangkut orang Israel ke pembuangan. Asyur menyebarkan kegentaran dan ketakutan bangsa-bangsa lain terhadap dirinya.

Pada tahun ke 14 pemerintahan Hizkia, Asyur mengepung kota-kota berkubu Yehuda. Hizkia mulai mengalami masa kesesakan.

Kita akan melihat langkah apa yang diambil Hizkia :

1. Hizkia berusaha dengan kekuatannya sendiri.

I Tawarikh 18:15-16 Hizkia mengirimkan harta benda sebagai wujud permohonan maaf dan suap pada Raja Asyur dengan harapan Asyur akan mundur dari Yehuda.

Hasilnya : Ancaman yang lebih besar, Cemoohan utusan Raja Asyur pada Raja Hizkia dan rakyatnya, Iming-iming Raja Asyur jika Raja Hizkia menyerah dan kembali takluk padanya. Dan faktanya adalah Hizkia tidak terbebas dari kesesakannya.

2. Hizkia datang pada Tuhan dengan perantaraan orang lain

2 Raja-Raja 19:1-5 Dalam kesesakannya (digambarkan dengan dia mengoyakkan jubahnya) Hizkia menyuruh pegawai-pegawainya untuk menemui Yesaya supaya Nabi Yesaya berdoa untuk dia.

Seringkali kita merasa tidak layak untuk datang pada TUHAN secara pribadi sehingga kita seorang berdoa untuk kita. Lewat Nabi Yesaya Tuhan menjanjikan kelepasan untuk Hizkia. Hizkia belum terbebas dari kesesakan, dia menerima ancaman lanjutan dari Raja Asyur.

Tantangan baru : allah-allah sesembahan bangsa lain tidak dapat melepaskan bangsa-bangsa itu dari Raja Asyur, akankah ALLAH Hizkia dapat meluputkan dia dari tangan raja Asyur?

3. Hizkia datang pada Tuhan secara pribadi

(2 Raja-Raja 19:14-19) Hizkia datang pada TUHAN tanpa pengantara, membawa seluruh kesesakannya pada TUHAN. TUHAN menjanjikan kelepasan dari ancaman Asyur, kemenangan atas pertempuran tanpa dia maju berperang dengan tentaranya, dan kematian Raja Asyur oleh tangan TUHAN). Raja Hizkia mengalami kelepasan atas kesesakan hidupnya.

Dalam kesesakan hidupmu, langkah yang manakah yang kamu pilih? Langkah1, 2, atau 3?

Yesaya 40:27-31, Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Mengandalkan Kekuatan diri

Ayat 30 – orang-orang muda gambaran orang-orang yang terpilih karena kelebihan, kekuatan, kepandaiannya. Mereka yang diandalkan untuk mengatasi masalah dalam situasi-situasi yang penting dan membahayakan. Merekapun bisa mengalami kelelahan dan kepenatan  dalam tugas mereka karena mereka terus mengandalkan kemampuan dirinya sendiri.

Mengandalkan Tuhan

Ayat 31 – Gambaran orang-orang yang mengandalkan kekuatan TUHAN dalam masa kesesakan.  Tuhan mengaruniakan kelepasan yang berbeda satu dengan yang lain.  Dalam satu kasus, seseorang terlepas dengan sangat ajaib. Mendapatkan kekuatan baru yang memampukan dia terbang bagai rajawali.  Di kasus yang lain seseorang hanya mampu berlari namun TUHAN membuat mereka tidak merasa lesu. Dan di kasus yang lain seseorang mungkin hanya bisa berjalan namun mereka tidak merasa lelah karena mereka berjalan dengan kekuatan TUHAN.

TUHAN yang menyegarkan kekuatan, iman, dan pengharapan mereka. Mereka dimampukan untuk teap bertahan, menanggung penderitaan mereka dan berjuang sampai akhirnya mereka mengalami kelepasan yang dari TUHAN. Inipun anugerah TUHAN yang besar.

Berapa banyak orang yang tidak mampu lagi berjalan, mereka berhenti dan menyerah kalah.

Mazmur 118:5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.
In my distress I prayed to the LORD, and the LORD answered me and set me free.

Efesus 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, (Kuasa-dunamis, miraculous power, strength, and might)

BERDOALAH DAN NANTI-NANTIKANLAH TUHAN DALAM MASA KESESAKAN, KARENA TUHANLAH YANG MEMBEBASKAN KITA.

Komitmenku Hari ini

Mengandalkan Tuhan adalah Pilihan yang terbaik yang harus aku pilih. Didalam jalan Tuhan selalu mengarahkan kepada Kemenangan yang sejati

DDO – YDK