Renungan Harian Anak, Kamis 31 Desember 2020

LUKAS 2:21-40

Selamat pagi elohim kids, seneng ya kita bisa merayakan natal walalupun dirumah, dan hari ini adalah hari terakhir ditahun 2020. Kakak berdoa semua dalam keadaan sehat dan kita akan memasuki Tahun baru dengan sukacita pengharapan didalam Tuhan.

Hari ini kakak mau cerita kisah sehabis natal …  
Sebagai orang Yahudi, Yusuf, Maria dan Yesus tunduk pada tradisi Yahudi, mempersembahkan anak laki-laki sulung kepada Tuhan merupakan suatu tindakan iman. Dasarnya ialah hukum Musa, bahwa setiap anak sulung pria harus dikuduskan bagi Tuhan (Kel 13:2).

Didalam kitam Lukas 2:21-40, Hari keempat-puluh, sesudah melahirkan, seorang wanita Yahudi harus datang ke Bait Allah untuk menjalani upacara Namanya upacara pentahiran. Maria dan Yusuf mempersembahkan dua ekor burung merpati yang diserahkan kepada imam untuk dikorbankan sebagai syarat pentahiran bagi Maria dan kurban penebusan bagi bayi Yesus (Lukas 2:24). Nah dari kisah ini kita belajar bersama bahwa Yusuf dan Maria menyatakan ungkapan ketaatan dan iman mereka kepada Allah.

Nah Pada saat Yesus dipersembahkan di bait Allah, di sana ada orang yang bernama Simeon(Lukas 2:25) Nama Simeon di Yerusalem pada saat itu umum di antara orang-orang Yahudi. Simeon adalah seorang saleh, bijaksana, serta mengindahkan perintah-perintah Taurat. Oleh karena itu, dia dihormati. Usia Simeon tidak diketahui,simeon sudah tua saat  itu tetapi  Simeon ini mengharapkan atau menanti-nantikan “penghiburan bagi Israel”.

Bapak Simeon mendapat pengalaman rohani yang memberi keyakinan kepadanya bahwa Allah akan membiarkannya hidup sampai ia melihat Mesias dengan matanya sendiri. Hal itu ia alami ketika melihat bayi Yesus saat dipersembahkan di bait Allah. Simeon melihat dalam diri bayi Yesus yang kecil itu tanda-tanda Mesias. Oleh karena itu, ia bersyukur dengan pujian-pujian yang berisi nubuat tentang hidup dan karya Yesus.(Lukas 2:29-32)

Pertama  tentang keselamatan “sebab mataku telah melihat keselamatan(Luk 2:30). Meskipun Yesus berusia 40 hari, Simeon tahu bahwa Tuhan Yesus sebagai satu-satunya penyelamat umat manusia.

Kedua penggenapan nubuat “yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa” (Luk 2:31-32). Tuhan Yesus akan membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia termasuk kakak dan juga adik-adik. Allah ingin menyelamatkan seluruh dunia, karena Dia menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran yaitu jalan Keselamatan melalui Tuhan Yesus.

Hari ini kita belajar bahwa Tuhan Yesus yang adalah Mesias, pembawa keselamatan dan terang bagi semua bangsa dan juga setiap kita. Juga kepada adik-adik semua, kita harus percaya dan juga berserah kepada Tuhan yang adalah juru selamat dalam kehidupan kita.

Besok kita akan memasuki Tahun 2021, mari kita semua juga menyerahkan kehidupan kita kepada Tuhan. Kita harus percaya ada berkat yang sudah Tuhan siapkan bagi kita semuanya. Tuhan memberkati adik-adik semuanya

Ayat Hafalan

Lukas 2:30-31 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa.

Komitmenku hari ini

Aku percaya dan berserah kepada Tuhan, yang adalah juru selamat hidupku dan Tuhan yang akan melindungi aku.

TPR – RS