Renungan Harian, Kamis 23 April 2020

Bilangan 6:22-27,
TUHAN berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”

Ditengah situasi yang membuat kita tidak bisa datang berhimpun bersama saudara seiman di gedung gereja, sebenarnya apakah yang membuat saudara begitu rindu untuk beribadah di gereja?  Beberapa orang mungkin akan berkata bahwa mereka rindu suasana ibadah di gereja, beberapa orang yang lain mungkin berkata bahwa mereka rindu bertemu kawan-kawan di gereja, yang lainnya mungkin akan berkata bahwa mereka sudah lama tidak bertemu dengan keluarga gembala di gereja, dan yang lainnya mungkin akan berkata bahwa mereka rindu mendengar gembala mereka mengucapkan doa berkat.  Doa berkat, ya doa berkat! Ini adalah salah satu bagian yang paling ditunggu di dalam ibadah raya di gereja.

Doa berkat adalah sebuah doa singkat untuk bantuan, pemberkatan dan pemanduan ilahi, biasanya diucapkan pada akhir upacara ibadah (Wikipedia).  Bagi kalangan gereja-gereja aliran Pentakosta/Kharismatik, pengucapan doa berkat biasanya tidak dibakukan di dalam suatu kalimat berkat, tetapi masing-masing pemimpin jemaat (gembala sidang) memiliki ciri khas tersendiri dalam mengucapkan doa berkat.  Satu hal yang harus kita pahami mengenai doa berkat adalah bahwa bagian ini merupakan kesatuan penting dalam suasana beribadah yang harus dituntaskan oleh jemaat dalam beribadah.  Mengapa demikian?

Karena hadirat tidak hanya terasa pada bagian awal ibadah saja ketika pujian dan penyembahan, tetapi juga pada bagian akhir ibadah, dimana jemaat memiliki keyakinan kuat akan penyertaan dan pemberkatan Tuhan di dalam segala aspek kehidupan mereka.

Apa yang saudara ingat tentang kalimat di dalam doa berkat yang diucapkan ?

Ya Tuhan, saat umat-Mu meninggalkan ruangan (gedung gereja) ini, Hadirat-Mu tetap menyertai mereka, untuk memberkati setiap rumah tangga mereka, seluruh anggota keluarga mereka…

Kira-kira seperti inilah, awal kalimat di dalam doa berkat yang kita dengarkan setiap minggu.  Dan inilah yang saya maksudkan tadi bahwa jemaat akan pulang dengan keyakinan akan penyertaan Tuhan di dalam kehidupan mereka (bahkan setelah mendengar ucapan doa berkat tersebut).  Ucapan berkat ini Bukan hanya fokus pada satu pribadi saja, tetapi juga untuk setiap rumah tangga dan seluruh anggota keluarga kita.  Dan saya yakin bahwa berkat pertama yang diucapkan di dalam doa berkat gembala kita adalah KEHADIRAN TUHAN DI DALAM KEHIDUPAN JEMAAT.

Hadirat Tuhan sebagai sebuah kesadaran jemaat di dalam KEHIDUPAN

Istilah omnipresent di dalam kekristenan merupakan salah satu pelajaran yang penting untuk jemaat mengenal Tuhan. 

Allah yang omnipresent berarti Allah yang mahahadir. 

Dia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, dan tidak ada satu manusia pun yang dapat bersembunyi di hadapan Allah.  Allah bahkan sudah mengetahui apa yang terjadi di masa yang akan datang.  Dialah Yang Telah Ada, Yang Ada Dan Yang Akan Datang.  Dia ada dari kekekalan (hari penciptaan) sampai kekekalan (akhir segala masa).

Hal sederhana yang mau saya seberangkan terkait kalimat awal ucapan doa berkat adalah bahwa ketika kita disertai Allah, apapun motivasi hati kita, rencana-rencana kita, niat hati kita (baik atau jahat) bahkan segala pergumulan kita, Allah hadir dalam kehidupan kita dan Dia sangat peduli dengan kita.  Mungkin saat ini kita diijinkan untuk mengalami pergumulan dan seakan-akan pertolongan Tuhan belum Nampak, tapi bukan berarti tidak tersedia.  Kesaksian Alkitab tentang kehadiran Tuhan apat kita lihat di dalam kehidupan:

1. Kesadaran Yusuf akan kehadiran Tuhan di kehidupannya yang sulit, mulai dari dibuang oleh saudara-saudaranya, difitnah istri potifar, hidup mendekam di dalam penjara, dan menjadi pemimpin tertinggi di Mesir (Kejadian 37-46)
2. Allah menampakkan diri kepada Musa lewat nyala api yang keluar dari semak duri tetapi tidak dimakan api (Keluaran 3).
3. Daniel dan teman-temannya yang sadar akan kehadiran Tuhan di dalam istana Nebukadnezar dan di negeri asing tempat mereka dibuang (Daniel 1-6)

Masih banyak lagi yang bisa kita telaah sendiri di dalam Alkitab terkait kehadiran Tuhan, dan semua kisah itu mengajar jemaat Tuhan di masa kini bahwa Allah ada dalam segala situasi hidup kita dan Dia selalu hadir untuk kita.

Kesadaran akan kehadiran Tuhan juga akan mempengaruhi pilihan-pilihan kita dalam membuat keputusan.

(bersambung)

Tuhan Yesus Memberkati

RM