Renungan Harian, Kamis 17 September 2020

Ada sebuah doa yang terkenal yaitu Doa Ketenangan (Serenity Prayer)~ yang ditulis oleh Reinhold Niebuhr (1892-1971)

Tuhan berikan kepadaku:
Ketenangan untuk menerima hal-hal yang tak bisa kuubah
Keberanian untuk  mengubah hal-hal yang bisa kuubah
Hikmat untuk selalu mengetahui perbedaannya
Ketenangan untuk menerima hal-hal yang tak bisa diubah

Sebuah teladan doa yang indah dan penuh dengan hikmat kebenaran tentang fakta dalam kehidupan kita … ada sebuah kesadaran bahwa Dalam kehidupan ini ada banyak hal yang tidak bisa kita ubah –

Apa yang tidak bisa kita ubah?
Masa Lalu Apa yang sudah terjadi, segala hal yang sudah kita alami, trauma, kegagalan bahkan juga keberhasilan dan sukacita.

Ada juga Kondisi alamiah kita sebagai manusia dengan segala macam keterbatasannya yang tidak dapat diubahnya karena manusia itu sangat penuh dengan keterbatasan.

a) Kita memiliki waktu yang terbatas,

manusia tidak memiliki kuasa untuk mengatasi keterbatasan dalam hal waktu. Jika waktu kita habis maka tidak ada yang dapat menambahnya bahkan sejengkal saja.

b) Kita memiliki energi yang terbatas,

tidak ada manusia yang super, ada kelemahan dan keterbatasan kekuatan.

c) Kita memiliki kendali (kontrol) yang terbatas ~

misalnya terhadap cuaca, alam, kesehatan tubuh kita, hal-hal yang terjadi. disinilah kita memohon ketenangan dari Tuhan untuk menerima setiap keterbatasan dan ketidak mampuan dalam kehidupan kita.

Kadang, Tuhan menempatkan keterbatasan dalam kehidupan kita supaya kita semakin ingat terhadap pertolongan dan kekuatan dari Tuhan, mintalah ketenangan dari Tuhan.

Belajar dari kehidupan dari Rasul Paulus dalam

2 Korintus 12:8-10, Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Paulus menyadari ada kelemahan yang walaupun dia sudah meminta kepada Tuhan untuk melenyapkan kelemahannya namun pada faktanya adalah TUHAN TIDAK MENGANGKATNYA namun tetap menjadi bagian dalam kehidupan PAULUS.

Tetapi dalam KEBENARAN yang TUHAN NYATAKAN kepada PAULUS, bahwa kasih karunia Tuhan itu cukup mengatasi kelemahan yang dihadapi. Bukan dengan mengambil kelemahan tetapi dengan memberikan Paulus kekuatan untuk menanggungnya. Sehingga Paulus dengan rela menanggung kelemahannya namun bukan dengan kekuatannya tetapi kasih karunia Tuhan yang memberikan kekuatan dalam kehidupannya Paulus.

Saudara, fakta yang ada dalam kehidupan ini adalah ada hal-hal yang memang harus kita tanggung dalam kehidupan ini, percayalah bahwa bukan karena Tuhan tidak mengasihi kita, tetapi Tuhan memiliki Tujuan agar kita semakin hidup untuk mengandalkan kekuatannya dan pertolongannya.

Kiranya kekuatan didalam Tuhan akan menolong kita semua untuk hidup dalam kekuatan mengatasi segala kelemahan dalam kehidupan kita.

Bersambung …

GW