mintalah_keberanian

Melanjutkan renungan kemarin mengenai Doa Ketenangan (Serenity Prayer)~ yang ditulis oleh Reinhold Niebuhr (1892-1971)

Tuhan berikan kepadaku:
Ketenangan untuk menerima hal-hal yang tak bisa kuubah
Keberanian untuk  mengubah hal-hal yang bisa kuubah
Hikmat untuk selalu mengetahui perbedaannya
Ketenangan untuk menerima hal-hal yang tak bisa diubah

Hal yang pertama adalah ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak bisa diubah, yang kedua adalah …

Keberanian untuk  mengubah hal-hal yang bisa diubah

Ada hal-hal yang bisa kita ubah dalam kehidupan ini, pa yang bisa Kita Ubah?

Tanggapan atau Respons dari diri kita sendiri!

Banyak hal dalam hidup ini tak bisa kita ubah, Namun tanggapan kita terhadapnya tentu bisa diubah (karena itu bergantung dari kemauan keputusan kita). Bila tanggapan itu tepat, hal negatif yang telah terjadi dapat ditransformasi menjadi sesuatu yang positif.

Jika kita menanggapi dengan sikap hati yang benar maka pola pikir kita akan berubah, cara pandang berubah sehingga ada banyak hal yang berubah dalam kehidupan kita.

Ada pembaharuan pengertian untuk mengenal kehendak Allah. Seperti yang dinyatakan dalam

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Mengembangkan Potensi dalam kehidupan kita

Potensi dalam kehidupan kita harus terus dibangun, ada talenta yang sudah Tuhan berikan untuk dikembangkan, berubah menjadi berkembang. Hal yang salah adalah ketika kita tidak berubah atau tidak mengembangkan apa yang seharusnya bisa kita kerjakan dalam kehidupan kita.

Yang terakhir adalah …

Hikmat untuk mengenal perbedaan di antara keduanya.

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. (AMSAL 9: 10)

Takut Akan Tuhan adalah Kunci Hikmat

Takut Akan Tuhan …. Tenggelam dalam kekaguman akan keagungan karakter dan karya-karya Allah yang membuat kita gemetar dan sujud di hadapanNya. Takut untuk: Tidak menghormatiNya, MembuatNya sedih dan kecewa.

Didalam Takut akan Tuhan selalu akan menuntun kepada Hikmat untuk melakukan apa yang benar. Takut akan Tuhan pasti akan membawa anak-anak Tuhan untuk terus dikoreksi oleh kebenaran, dan memilih hal-hal yang benar.

Mintalah Keberanian untuk mau Berubah dan hikmat untuk dapat mengubahkan apa yang harus diubah

GW