Penderitaan_dan_tanggung_jawab

Renungan Harian, Kamis 03 September 2020

Masalah akan senantiasa mewarnai kehidupan setiap orang, ‎tak terkecuali pada kehidupan orang percaya. Seringkali kita bertanya-tanya kepada Tuhan. Mengapa ini harus saya alami tanpa menyadari apa yg menjadi penyebab itu semua terjadi. Sebagai anak-anak Tuhan seharusnya kita tahu apa saja yg terjadi dalam kehidupn ini pasti bukan secara kebetulan tapi atas ijin Tuhan. Setiap kali kita menghadapi masalah,‎ jangan kita katakan Tuhan tidak adil, Tuhan tidak baik, Tuhan tidak mengasihi kita dan sebagainya. Salah satu masalah yang akan mengikuti kita selama hidup adalah kesulitan, penderitaan, dan dukacita.


Dalam Lukas 21 Tuhan Yesus menghiburkan murid-murid-Nya karena akan ada waktunya mereka akan alami penderitaan, sebagai murid Yesus mereka pasti akan mengalami penderitaan. Namun mereka tidak perlu takut karena Lukas 21:18 (TB)  Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Secara ringkas, penderitaan memang menanti di depan mereka, disamping itu, penganiayaan secara khusus akan dialami murid-murid (Luk 21: 12),  Di tengah situasi yang demikian, murid-murid tidak perlu cemas, gentar, dan tawar hati. Karena semua penderitaan dan penganiayaan berada di bawah kendali dan kuasa Allah. Murid-murid harus terus melakukan tugas dan tanggung jawabnya yakni bersaksi bagi Kristus (Luk 21:13) Allah akan memelihara mereka. Rambut orang yang percaya pada Yesus tidak akan hilang sehelaipun dari kepalanya Luk 21:18

Ini menunjukkan perlindungan yang sempurna. Namun tidak berarti bahwa mereka tidak mungkin kehilangan nyawa seperti yang dikatakan dalam Luk 21: 16. Yesus membukakan kepada murid-murid hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Ketika hal yang dikatakan Yesus terjadi mereka tidak perlu gentar dan kecewa. Mereka tahu hal-hal itu telah dikatakan Yesus sebelumnya sehingga membuat murid-murid rela dan siap menderita. Penderitaan atau kesulitan merupakan ujian iman bagi kita anak-anak Tuhan.

Yesaya 48:10-11 (VMD), Lihatlah, Aku akan membuatmu murni, tetapi bukan seperti caramu membuat perak murni. Aku akan MEMBUAT KAMU MURNI DENGAN MEMBERIKAN KESULITAN KEPADAMU. Aku akan melakukannya untuk diri-Ku sendiri — untuk Aku! Kamu tidak akan memperlakukan Aku seakan-akan Aku tidak penting. Aku tidak membiarkan beberapa dewa mengambil kemuliaan dan pujian-Ku.

Yang menjadi pertanyaan kita semua adalah Mengapa Tuhan ijinkan penderitaan, kesulitan, tantangan bahkan aniya dialami umat-Nya? Ini adalah cara Tuhan memurnikan iman kita.

Dari ayat ayat yang kita baca tadi ada dua kepentingan disini:

1. Demi kepentingan Allah

Apa yang dimaksud dengan demi kepentingan Allah? Bangsa Israel pada waktu itu tidak mau mendengarkan apa yang Allah katakan. Awalnya mereka berjanji akan mengikuti apa yang Allah sampaikan melalui nabi Yeremia, ternyata setelah Yeremia menyampaikan pesan Tuhan, mereka tidak mau mengikutinya, mereka menganggap Allah tidak penting, mereka mencemarkan nama Allah ketik mereka tidak mengikuti apa yang Allah katakan. sehingga Allah menghukum mereka. Dari sini semua melihat bahwa Allah tidak bisa dipermainkan. Dia memegang kuasa dan kendali. Tidak ada seorangpun yang melawan Allah akan selamat. Apa yang Allah lakukan ini menunjukkan betapa besar dan berkuasanya Allah kita. Kemuliaan Allah tidak bisa dinajiskan oleh siapapun. Nama Tuhan ditegakkan kembali.

Saat ini kita harus menghadapi bahaya pandemi covid 19. Mengapa Tuhan ijinkan ini terjadi? Tuhan mengingatkan bahwa manusia sudah mulai keras kepala, melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, manusia melupakan Tuhan, menganggap tanpa Tuhan mereka bisa hidup, manusia memuaskan nafsunya yang jahat. Segala kejahatan mereka anggap baik, bahkan membunuh sesama dianggap sebagai berbuat bakti kepada Allah. Tidak ada lagi keadilan. Inilah keadaan manusia akhir zaman sehingga Allah terpaksa mengijinkan semua ini terjadi. Supaya manusia tahu dan sadar Allah memegang kendali kehidupan, tidak ada seorangpun bisa hidup tanpa Tuhan. Mereka yang tidak percaya Tuhan maupun mereka yang percaya kepada Tuhan. Masa pandemi covid 19 ini adalah saat Allah menunjukkan kuasa-Nya kepada manusia. Nama-Nya kembali ditegakkan. Semua manusia segala bangsa mulai berseru dan berdoa kepada Tuhan. Nyatalah kepentingan Tuhan ada pada masa pandemi ini.

2. Demi kepentingan umat-Nya sendiri

Supaya umat-Nya belajar.

Yeremia 10:18 (VMD)  TUHAN berkata, “Sekali ini Aku membuang orang Yehuda dari negeri ini. Aku akan membawa penyakit dan kesusahan bagi mereka. Aku melakukan hal itu supaya mereka mempelajari pelajarannya.”

Supaya kita sabar

Roma 5:3 (VMD)  Kita juga bersukacita karena penderitaan yang kita alami. Mengapa kita bersukacita karena penderitaan itu? Karena kita tahu bahwa penderitaan itu membuat kita menjadi lebih sabar.

Tuhan ingin kita menjadi sabar menanti waktu Tuhan memulihkan segala sesuatu. Sabar menjalani proses   pembentukan karakter kita

Oleh karena itu jangan pernah lagi menyalahkan Tuhan atas kesulitan atau penderitaan yang kita alami, namun percayalah bahwa ketika Tuhan melukai (Tuhan mengijinkan kesulitan dan penderitaan kita alami ) Dia juga pasti akan memulihkan dan menyembuhkan kita. Ingatlah selalu ada dua kepentingan (kepentingan Tuhan dan kepentingan kita) didalam setiap masalah yang Tuhan ijinkan kita alami. Seperti yang dikatakan Ayub

Ayub 5:18 (TB)  Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.

Penderitaan bisa jadi adalah bentuk tanggung jawab karena kesalahan dimasa lalu, namun Tuhan bisa memakainya untuk mengajar, membentuk dan memurnikan Iman kita.

PUJI TUHAN. TETAP ARAHKAN MATA KITA HANYA KEPADA TUHAN SUPAYA KITA TETAP KUAT MENGHADAPI APAPUN YANG TUHAN IJINKAN TERJADI DLM KEHIDUPAN KITA.

Selamat Pagi. Tetap Semangat
Tuhan Yesus selalu menyertai kita semua.

EM