EL – ROHI” ~ Tuhan Adalah Gembalaku

Renungan harian Sabtu, 26 September 2020

Mazmur 23 menjadi Mazmur yang banyak menjadi hafalan anak-anak Tuhan yang menceritakan mengenai Penggembalaan Tuhan. Dalam perjalanan penggembalan adakalanya Tuhan membawa kepada rumput yang hijau tetapi juga melewati lembah yang kelam tetapi disanalah Tuhan tetap menyertai untuk melewati bahkan menyediakan kemenangan.

Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Bagi Daud, Lembah Kekelaman merupakan Pintu Gerbang menuju Kemuliaan yang Allah El–Rohi janjikan.

Salah satu pengalaman “Lembah Kelam” yang Daud alami ialah Ziklag. Mari kita perhatikan… 1 Samuel 30

PENGALAMAN YANG TIDAK ENAK ~  Daud dan 600 orang tentaranya pulang ke Ziklag dalam keadaan lelah, setelah menempuh perjalanan jauh. Mereka berharap bertemu keluarga. Tetapi… Perkemahan Ziklag sudah dibakar oleh orang-orang Amalek; Isteri dan anak-anak mereka ditawan bangsa  Amalek

Hal itu membawa kepada keadaan : LUKA BATIN DAN KESEDIHAN ~ Daud dan tentaranya mengalami luka batin yang mendalam…

I Samuel 30:4  “Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis.”

Siapakah Daud..? Daud, adalah seorang yang dekat dan hidup berkenan di mata Tuhan! Tetapi…Tuhan izinkan Daud melewati Lembah Kekelaman, yaitu pengalaman pahit!

Ada beberapa Pesan yang kita bisa pelajari dari Pengalaman Daud di Zikalg

1. Setiap pengikut Yesus, siapa pun dia, bukanlah manusia yang bebas dari  ujian/pengalaman pahit.

Siapun kita tidak kebal terhadap masalah, namun hal yang terpenting adalah Bersama dengan siapa kita menghadapinya. Karena itulah yang menentukan bagaimana kita mencapai kemenangan, jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri maka yang lahir adalah kebanggaan dan kesombongan. Namun ketika kita menang Bersama dengan Tuhan maka yang lahir ialah kesaksian yang memuliakan nama Tuhan

2. Hati-hati…! Dalam situasi yang sulit, manusia cenderung mencari kambing hitam!

1 Samuel 30:6, “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dgn batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan.”

Saat Daud alami duka yang dalam, anak buah Daud, bukannya menguatkan Daud, tetapi mempersalahkan Daud. Sikap yang seringkali muncul adalah SALING MENYALAHKAN

Ketika masalah dan kesulitan melanda, yang teradi, mereka saling menyalahkan! Lebih baik gunakan energi kita untuk mencari solusi dibandingkan menghabiskan tenaga untuk saling menyalahkan dan yang pastinya akan menimbulkan masalah yang lainnya

3. “Saat badai menerpa, larilah pada Allah”.

I Samuel 30:6b, “Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya akepada TUHAN, Allahnya.

Ketika Daud alami kesulitan, Daud menyandarkan hidupnya kepada Allah.

Inilah Pesan Ziklag Ketiga: dalam menghadapi badai kehidupan, datanglah kepada Allah yang adalah gembala kita yang baik

BERSANDAR KEPADA ALLAH

Mengapa kita bersandar kepada Allah..?  “Karena satu-satunya yang bisa memulihkan kita ialah Allah” 1 Samuel 30:7-21 ~ Hanya Allah yang bisa mengubah ratapan menjadi tarian. Daud berhasil kalahkan Amalek dan mendapat kembali keluarga dan hartanya, beserta bonusnya!

 II Korintus 1:3,4, “Terpujilah Allah. Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yg penuh belas kasihan dan Alah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderita-an kami, sehingga kami  sanggup menghi-bur mereka, yg berada dalam berma-cam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.”

El Rohi, Dia adalah gembala yang baik yang akan selalu menuntun kita kepada kemenangan dan kemuliaan, bahkan melewati setiap tantang dan lembah kekelaman

YM