El_Shaddai_Allah_Maha_Kuasa

Renungan Harian Jumat, 25 September 2020

Yesaya 49:15-16 “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tanganKu; tembok-tembokmu tetap di ruang mataKu.”

NAMA / GELAR ALLAH ~ Sifat Allah yang dahsyat itu terekspresi dalam karakteristik nama Allah. Salah satu nama Allah ialah EL SHADDAI

EL SHADDAI:
Allah Maha Kuasa
(Tidak ada hal yang mustahil bagi Allah)

Dari nama El Shaddai, tersirat salah satu sifat Allah yang luar biasa.  Sebab… Kata “SHAD” –  berarti “BUAH DADA seorang ibu memberi hidup bagi bayi yang diasuhnya. Seperti seorang Ibu yang memberikan ASI yang adalah kebutuhan hidup yang sangat penting bagi seorang bayi.

Dibalik kata El-Shaddai dialah Allah yang Maha Kuasa disana ada sebuah naungan yang kokoh dan memberikan ketenangan seperti seorang anak dalam pelukan ibunya

PERTAMA MUNCUL

Pertama kali Allah memperkenalkan diri sebagai Allah “El Shaddai” adalah saat Allah menyatakan diri kepada Abram.

Kejadian 17:1 ~ Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka Tuhan menampak-kan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “AKULAH ALLAH YANG MAHA KUASA”, hiduplah di hadapanKu dengan tidak bercela.”.

Setelah itu, Allah mengganti nama “ABRAM” menjadi “ABRAHAM”. Allah memasukkan Nama Diri-Nya ke dalam nama Abram, menjadi Abraham sebagai: Bapa dari Banyak bangsa. Padahal faktanya adalah Saat Allah menyatakan diri sebagai“ALLAH EL  SHADDAI” Abraham belum punya keturunan.

Dari Kejadian 12 (Saat Abram berumur 75 th) Allah akan membuat Abram cikal bakal bangsa yang besar dan semua bangsa diberkati. Dalam Kejadian 17   (diusia Abram 99 th), saat Allah hadir sebagai El Shaddai, saat itu Abram belum punya anak.
>> Selama 24 th (Kej. 12 s/d 17) Abram menanti janji Allah, belum digenapi.

EL SHADDAI TETAP BERKUASA

Dengan belum digenapinya janji Allah tidak berarti… Allah kehilangan kuasa-Nya dan Abraham tidak kehilangan iman dan rasa hormat kepada Allah  “El Shaddai”

Kejadian 17:1-2 Setelah 24 tahun Allah berjanji, Allah datang dan berkata:  “Akulah Allah Yang Maha Kuasa” dan Reaksi Abraham: Kejadian 17:3 Abraham sujud menghormati dan mengimani Allah “El Shaddai”Dan tahun berikutnya Allah menggenapi janjiNya

DI MASA TUA ABRAHAM

Abraham memberkati Ishak dengan memakai Allah El Shaddai.  Kejadian 28:3 ~ Ishak memberkati Yakub menggunakan nama Allah El Shaddai, (Allah Yang Maha Kuasa). 

DISAAT TIDAK BERDAYA – Saat menghadapi masalah; kesulitan; sakit penyakit – bahkan apa pun juga. Serahkan kepada Allah EL SHADDAI…!

Yesaya 49:16  “…Aku telah melukiskan engkau di telapak tanganKu”
Terjemahan lain: “Dia telah mengukir nama saudara dan saya di telapak tanganNya”

Yesus lakukan hal ini, pada saat Yesus dipaku di kayu salib. Selama hidup, setiap anak (bayi) membutuhkan ibu. Tetapi ibu jasmani tidak bisa mendampingi kita selama-lamanya.   Hanya Allah El Shaddai yang bisa mendampingi kita di mana pun kita ada. Seorang ibu bisa berubah. Tetapi Allah El Shaddai tidak pernah berubah selama-lamanya. 

Semua Butuh El Shaddai Setiap orang butuh pimpinan dan asuhan Allah El Shaddai.

Allah El Shaddai tidak hanya memberi, mencukupkan dan menyertai kita. Tetapi menghiburkan seperti seorang ibu menghiburkan anak-anaknya.

Tuhan Yesus memberkati

YM