Renungan Harian Anak, Jumat 25 September 2020

Matius 7:24-29

Hallo … selamat pagi adik-adik semuanya, wah kita bersyukur ya bisa memasuki hari ini dengan tubuh yang sehat dan kuat ya adik-adik

Sebagaimana tubuh adik-adik membutuhkan makanan yang bergizi agar menjadi  sehat dan kuat, demikian pula adik-adik memerlukan makanan yang baik bagi jiwa adik-adik. Adik-adik akan bertumbuh menjadi anak Kristen yang lebih kuat dengan membaca firman Allah dan menyimpannya di dalam hati adik-adik.

Bagaimana caranya adik-adik dapat menyimpan firman Allah itu di dalam hati adik-adik? Dengan menghafalkannya. Setiap kali kalian menghafal sebuah ayat Alkitab, kalian sudah menyimpan sebagian firman Allah di dalam hati kalian.

Membaca firman Allah dan menyimpannya di dalam hati akan menolong adik-adik untuk tidak berbuat dosa. Hal ini berarti bahwa jika adik-adik menghafal ayat Alkitab, maka ayat-ayat itu sudah ada di hati adik-adik pada waktu adik-adik membutuhkannya. Akan tetapi, sangatlah penting bahwa adik-adik tidak saja membaca dan mengetahui apa yang dikatakan Alkitab, tetapi juga menaatinya.

Apakah kalian ingat akan cerita Alkita mengenai 2 orang yang membangun rumah mereka? Yesus mengisahkan cerita ini dalam Matius 7:24-29. Cerita itu mengenai 2 orang yang masing-masing membangun rumah baru. Seorang dengan bijaksana membangunnya di atas batu karang yang kuat. Tetapi orang yang lain itu bodoh karena ia mendirikan rumahnya di atas pasir. Kedua rumah kelihatan kokoh sampai datang badai. Langit mendung dan angin mulai meniup dengan kencang. Apakah rumah-rumah yang baru didirikan itu dapat bertahan dalam badai itu?

Marilah adik-adik lihat rumah orang yang bijaksana itu. Rumahnya masih berdiri dengan kokoh di atas batu karang. Tetapi bagaimana dengan rumah yang di atas pasir? Keadaannya tidak begitu baik. Ketika hujan terus-menerus, pasirnya mulai berpindah dan bergeser. Dalam waktu yang singkat malapetaka pun terjadi! Rumah orang bodoh itu hancur dan roboh di dalam badai!

Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang yang mendengar firman Allah dan melakukan apa yang dikatakan dalam firman tersebut, ia seperti orang yang bijaksana itu. Ketika kesusahan datang dan keadaan memburuk maka orang ini dapat bertahan di dalam Allah. Tetapi Yesus berkata bahwa orang yang mendengar firman Allah dan tidak menaatinya adalah seperti orang bodoh itu. Waktu kesusahan datang ia akan jatuh. Ia tak dapat bertahan bagi Yesus.

Kakak yakin bahwa adik-adik semua lebih suka menjadi bijaksana daripada bodoh. Adik-adik ingin mengetahui apa yang dikatakan oleh Alkitab dan adik-adik ingin menaatinya. Tetapi adik-adik membutuhkan seseorang untuk membantu adik-adik. Adik-adik memerlukan bantuan Tuhan Yesus untuk melakukan apa yang dikatakan Alkitab.

Bagaimana adik-adik dapat memperoleh bantuan-Nya ini? Hanya dengan meminta kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus senang jika adik-adik berdoa kepada-Nya. Tuhan Yesus sangat mengasihi adik-adik dan ingin menolong adik-adik setiap hari.

Ayat hafalan :

Mazmur 119:11, “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.”

Komitmenku :

Mulai sekarang aku mau menghafal ayat Firman Tuhan supaya Firman Tuhan itu tinggal didalam hatiku.

TC – YC