Renungan Harian, Senin 22 Juni 2020

“Dari dalam penjara kepada Pujian”

Mazmur 142:8 Keluarkanlah aku dari dalam penjara untuk memuji nama-Mu. Orang-orang benar akan mengelilingi aku, apabila Engkau berbuat baik kepadaku.

Mazmur 142  ini adalah nyannyian pengajaran dari Daud ketika dia ada didalam goa (ayat 1). Salah satu gua yang tercatat dalam perjalanan Daud adalah gua Adulam. Ketika Dia menaikkan doa ini Daud tengah ada di dalam kesesakan. Namun demikian, hebatnya, pikirannya begitu tenang sehingga dapat mengucapkan doa ini, Ia menyebut doa sebagai nyanyian pengajaran, karena di dalam gua ia telah mendapat pelajaran-pelajaran baik, yang dipelajarinya sambil berlutut, dan yang ingin diajarkannya kepada orang lain.

1 Samuel 22:1-2 … Kisah mengenai Daud di Goa Adulam, ketika dia dikejar-kejar oleh Raja Saul, Daud bersembunyi didalamnya. Namun yang menyertai Daud bukanlah orang-orang yang hebat tetapi juga orang-orang yang dalam “Kesukaran Hidup” (ayat 2)

Namun mazmur 142 menyatakan nyanyian Iman Daud … ditengah segala kesesakannya

Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN. Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya. Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku. (ayat 1-2)

Daud hanya bisa berseru kepada Tuhan, menaikkan Doa dan Nyanyian Iman

Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku: “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!” Ayat 6

Nyanyian Iman inilah yang menguatkan Daud, Daud tidak mengarahkan pandangannya kepada besarnya masalah atau tantangan yang dia hadapi tetapi dia mengarahkan pandangannya kepada Kebesaran kuasa Tuhan.

Tuhan mengubahkan “PENJARA” masalah yang dialami Daud menjadi Pujian kepada Tuhan, karena ada Kuasa didalam pujian.

Bahkan dalam Perjanjian Baru tercatat kisah Rasul Paulus dan Silas yang mengalami penjara secara nyata di Kota Filipi karena pemberitaan Injil yang mereka lakukan.

Kisah Rasul 16:25-26, Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Ketika Paulus dan Silas berdoa dan memuji Tuhan, Alkitab mencatat dengan jelas bahwa Tuhan membukakan belenggu mereka. Bahkan kisah ini bukan hanya ditutup oleh kebebasan Paulus dan Silas tetapi yang lebih besar adalah KEBEBASAN HIDUP dari keluarga kepala penjara yang malam hari itu menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamatnya.

Bila kita melihat keadaan Dunia, Kita akan menderita
Bila kita melihat diri kita, kita akan tertekan
tetapi bila kita melihat kepada Yesus, kita akan menikmati ketenangan dan kemenangan

– Corrie Ten Boom

Jika suadara mengalami tantangan dan pergumulan yang berat, hari ini kita belajar Bersama Pandanglah kepada Kristus … naikan doa dan nyanyian Iman kepadanya maka kuasa Tuhan yang akan mengubahkan penjara permasalah kehidupan kita menjadi ketenangan dan kemenangan.

Selamat memasuki hari yang diberkati Tuhan.

Tuhan Yesus menyertai

DDQ