Renungan Youth, Kamis 26 November 2020

Bahan Bacaan : Lukas 23:26-31

Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan.

Kirene adalah sebuah kota di Libya, Afrika. Kirene berada didaerah kekuasaan Romawi. Orang-orang Yahudi yang hidup disana sudah berbaur dengan orang-orang Kirene. Seorang pria dalam Luka 23:26 bernama Simon yang biasa disebut Simon dari Kirene, adalah seorang Yahudi, sebab nama Simon adalah nama Yahudi yang artinya mendengar. Simon pastilah seorang Yahudi yang taat dalam menjalankan agamanya. Simon datang ke Yerusalem dengan maksud untuk merayakan pskah. Jarak Kirene ke Yerusalem kira-kira 1500km adalah perjalanan yang panjang pada saat itu, yang bisa berkisar 3 sampai 5 minggu.

Pada waktu itu ketika Simon tiba di kota Yerusalem, dan melihat keramaian orang banyak, dimana disitu dilakukan sebuah prosesi seorang yang memikul salib. Sementara dia memperhatikan apa yang terjadi, Simon ditarik oleh seorang tentara dan disuruh untuk memikul salib Yesus. Simon tidak ada pilihan lain selain memikul salib Yesus. Mungkin dalam hatinya Simon berkata “why me?” kenapa harus saya. Mngkin saja dalam hatinya ia mengeluh, mengomel, protes, megalami kehausan di perjalanan, kelaparan, capek, bahkan malu.

Mungkin kita melihat Simon ini ketiban sial dengan harus memikul salib Yesus. Tetapi ada beberapa hal yang salib lakukan pada Simon orang Kirene.

Pertama, gara-gara Salib, Simon mengikuti langkah Yesus.

Ketika Simon disuruh oleh tentara untuk memikul salib, Simon tidak bisa seenaknya jalan sendiri. Dia harus mengikuti Yesus kemanapun Yesus pergi tepat dibelakangnya. Salib tidak hanya memberikan hidup, tetapi juga tujuan hidup dengan menuntun Simon berjalan di jalannya Yesus.

Kedua, Gara-gara salib, Simon mengalami perubahan hidup.

Salib merubah kehidupan Simon bahkan seluruh keluarganya. Ketika perayaan paskah selesai, Simonpun kembali ke Kirene, dan keluarganya yang melihat perubahan hidup Simon, ikut diselamatkan. Salib merubah total hidup Simon dan juga keluarganya. Injil Markus yang ditulis untuk orang-orang Roma dalam pasal 15 ayat 21, mencatat nama anak-anak Simon yaitu Aleksander dan Rufus; yang adalah orang yang sama yang ada dalam kitab Roma 16:13. Rufus anaknya Simon, hidupnya berubah dan telah melayani sampai ke Roma.

Ketiga, Gara-gara Salib, Simon menjadi bagian dari karya terbesar Allah.

Simon yang memikul salib Yesus yang hanya beberapa saat dan kelihatannya mungkin tidak berarti, tetapi Simon masuk dalam catatan Alkitab. Small thing tetapi dicatat oleh ketiga Injil sebagai History Maker.

Bagaimana dengan kita? Bagaimana kita merespon ketika kita harus memikul salib setiap hari? Simon dari Kirene memulai dengan terpaksa, tetapi mengakhirinya dengan setia. Gara-gara salib, Simon mengikut Yesus, gara-gara salib hidup Simon mengalami perubahan, dan gara-gara salib, Simon menjadi baagian dari karya Allah.

Mari kita belajar lewat kehidupan Simon dari Kirene ini, ketika kita mau memikul salib dan mengikut Yesus dengan setia, maka perubahan demi perubahan akan terjadi dalam hidup kita, dan kita menjadi bagian dalam rencana Allah.

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar untuk tetap setia kepada Tuhan, walaupun tidak mudah aku mau berjuang untuk mengikut Tuhan dengan setia

Tuhan memberkati!

MW – SCW