Renungan Harian, Kamis 09 Desember 2020

Mazmur 23 : 1, “ Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku”

Hubungan antara seorang gembala dan dombanya adalah sebuah hubungan intim. Gembala mengenal domba dombanya dan memanggil mereka saat ia menuntun mereka keluar dari kandang. Begitu juga, domba mengenal gembalanya, dan memperhatikan suaranya saat mereka mengikuti gembalanya.

Hanya dalam hubungan kasih seperti ini domba-domba dapat mengenali suara gembala dan mengikutinya. Domba mengikuti gembala sedekat mungkin, Si gembala membaringkan mereka dipadang yang berumput hijau, dan membawa mereka ke air yang tenang. Ia menyejukkan jiwa mereka sehingga tidak kekurangan. Walaupun domba domba itu berjalan melewati lembah yang kelam, mereka tidak takut, sebab ada gembala bersama mereka. Gada dan tongkatnya menghibur mereka. Mazmur 23 : 1-4

Bila ada seekor domba meninggalkan gembalanya dan pergi jauh berkelana dipegunungan, atau tersesat dihutan belantara, dan bahkan ketika domba itu dalam keadaan bahaya dan hendak di mangsa oleh binatang yang buas, gembala yang setia akan berusaha untuk melindungi domba dombanya, walau harus mempertaruhkan nyawa sekalipun.

Mengapa didalam Alkitab, orang percaya sering digambarkan sebagai “DOMBA”?

Karena Domba itu memiliki sifat penurut, domba juga tidak mampu untuk mencari minum dan makannya sendiri, bahkan untuk melindungi dirinya saja dia tidak mampu, untuk itulah domba sangat membutuhkan seorang gembala.

Didalam Alkitab ada seorang muda bernama Daud, dia adalah seorang penggembala domba biasa. Ketika domba dombanya hendak dimangsa oleh beruang dan singa, Daud langsung menyelamatkan domba dombanya dan membunuh binatang buas itu. (1 Sam 17 : 34-35)

Sepanjang hidupnya, Daud mengalami penyelamatan Allah, dari ujian dan bahaya yang begitu banyak dan silih berganti, seperti ia menyelamatkan domba dombanya, demikian Allah juga menyelamatkannya. Daud tahu, bagaimana sepatutnya seorang gembala mengurusi domba dombanya. Sebab Daud telah mengalami hubungan yang jauh dan intim dengan Gembalanya yaitu Allah sendiri.

“Nilai dari seluruh harta benda didunia ini, tidak dapat dibandingkan dengan kehidupan didalam anugerah keselamatan dari Tuhan”.

Karena kasihNya yang besar kepada kita sehingga seorang Gembala Agung akan rela untuk berkorban demi keselamatan domba dombanya. (Yohanes 3:16)

Yesus adalah Gembala Agung kita, Dia rela turun kedunia untuk menyelamatkan kita dari segala dosa dan maut. Seperti Daud yang melepaskan dombanya dari cengkraman singa dan beruang, demikian juga Allah, DIA akan melakukan lebih dari apa yang kita harapkan dan pikirkan. Karena Dia Allah yang akan memberikan kepastian kepada kita, ditengah dunia yang tidak bisa memberi kita kepastian.

Yohanes 10:14-15 Tuhan Yesus bersabda

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku. sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku”

Untuk itu, kita sebagai Dombanya Allah, jangan pernah ragu dan takut dalam menghadapi apa yang akan kita lewati kedepannya. Percaya, bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Jadilah domba yang taat dan dengar-dengaran dengan suara Sang Gembala karena itu adalah kepastian perlindungan dan penjagaan Tuhan.

Yohanes 10:3-4, Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

Percayalah selalu ada tuntunan Tuhan didalam kehidupan kita, karena dia ada Gembala yang baik. Tugas kita ada dengar-dengar terhadap semua Firman yang Tuhan sampaikan dan melakukannya, percayalah ada kehidupan penuh dengan kelimpahan yang Tuhan pasti sediakan bagi kita semuanya.

Tuhan Yesus Memberkati.

YG