Mengenal_Allah

Renungan Harian Youth Rabu, 19 Agustus 2020

TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku. Mazmur 139:1b

Betrand Peto, seorang anak dari NTT secara tiba-tiba menjadi terkenal karena suara emasnya viral di media sosial. Betrand Peto yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan keluarga, kampung, dan sekolahnya tiba-tiba dikenal oleh berjuta-juta orang di seluruh Indonesia bahkan manca negara. Betrand Peto bahkan mendapatkan keluarga baru, keluarga Ruben Onsu, yang mengangkatnya menjadi anak.

Dalam sebuah show di televisi terungkap celetukan Betrand setiap kali sebelum tidur Jangan tinggalin Ai ya … sebuah ekspresi ketakutan, rasa tidak aman yang muncul karena perubahan status yang belum lama dialaminya. Sebuah ekspresi yang muncul dari seorang anak yang berkesempatan merasakan dua dunia yang sangat jauh berbeda, hidup yang sebelumnya penuh dengan perjuangan hidup dan dunia yang saat ini dijalani dalam kelimpahan. Jika melihat kehidupannya yang terjamin mungkin kita bertanya-tanya masih wajarkah rasa tidak aman yang dia rasakan. Respon yang diberikan Ruben Onsu dan Sarwendah adalah sebuah kepastian untuk Betrand bahwa bagi mereka Betrand Peto adalah anak sulung, kakak bagi Thalia dan Thania anak kandung Ruben dan Sarwendah.

Seorang pakar psikologi menyatakan dalam artikelnya bahwa rasa tidak aman, hilangnya kepastian dalam hidup seseorang bisa mengurangi bahkan menghancurkan kapasitas kita untuk berpikir dan bertindak secara efektif.

 Rasa tidak aman bisa mengalihkan fokus seseorang tentang sesuatu yang penting dalam hidupnya dan membuat apa yang dikerjakannya tidak maksimal.

Mazmur 139 adalah sebuah gambaran yang sangat indah tentang bagaimana Daud hidup dengan rasa aman yang penuh. Di balik kegemilangan Daud, Alkitab juga mencatat masa-masa kelam yang dialami Daud. Perlakuan yang tidak menyenangkan yang diterima Daud dari keluarganya. Daud diremehkan, secara tidak adil dibanding-bandingkan dengan saudara-saudaranya yang lebih tua, dan diperlakukan secara berbeda oleh ayahnya. Dalam ancaman bahaya saat Daud dimusuhi oleh Saul, dikejar-kejar untuk dibunuh oleh bahkan anaknya sendiri yaitu Absalom. Banyak alasan bagi Daud untuk merasa tidak aman namun lewat Mazmur 139 ini kita mengetahui apa yang mebuat Daud kuat menghadapi kehidupan dengan baik, menyelesaikan bagiannya dengan luar biasa sampai akhir hidupnya.

Daud mengawali mazmur ini dengan dengan sebuah pernyataan singkat TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku (Mazmur 139:1b). Sebuah pondasi kehidupan yang sangat kuat telah ditemukan oleh Daud. Allah mengenal dia seutuhnya. Dalam kemahahadiran dan kemahatahuanNya, Allah memelihara kehidupan umatNya. Allah, Pencipta kita, memiliki pengetahuan yang sempurna tentang kita, Allah senantiasa hadir untuk menuntun dan menyertai kehidupan kita.

Tuhan telah mengangkat kita menjadi anak-anakNya. Sebagai anak-anak Tuhan, bukankah hal ini sangat istimewa dan luar biasa? Allah atas semesta alam mengenal kita.

Hakikat manusia kita di luar Tuhan adalah manusia yang berdosa, berada dalam kuk perhambaan yang memperoleh bagian dalam kebinasaan dan kematian kekal. Jika kita tidak mengenal anugerah Allah lewat kematian Tuhan Yesus di kayu salib, bisa kita bayangkan bagaimana kita menjalani kehidupan kita, tanpa pengharapan, diliputi ketakutan, dikuasai kutuk dosa yang tak dapat dilepaskan dan dihancurkan dengan kekuatan kita sendiri. Walaupun mungkin hidup dalam gelimang harta, popularitas, status yang membanggakan namun akhir yang pasti adalah maut dan tidak ada jaminan kekekalan.

Rekan-rekan pemuda remaja, renungkanlah fakta yang luar biasa ini.

Bahwa Allah yang mengenal kita dengan sangat baik  mengulurkan tangan kemurahanNya, mengangkat kita dari lumpur dosa, menggantikan kebinasan kekal dengan keselamatan dan hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
Mengetahui kelemahan dan kecenderungan hati kita yang jahat sehingga Allah mengingatkan kita ketika kita berbuat kesalahan dan dosa dan mengampuni kita. (1 Yohanes 1:9)
Tidak membiarkan kita terpuruk dalam keputusasaan, Allah hadir untuk mengembalikan semangat dan percaya diri kita.  memelihara kehidupan kita dengan sempurna.(Yohanes 10:10)
Memastikan bahwa kita hidup menyelesaikan rancangan dan kehendaknya atas hidup kita. (Filipi 2:13)

Percayalah daftar di atas akan semakin bertambah panjang seiring dengan respon yang seimbang dari sisi kita.

Jika Allah mengenal kita dengan baik, sudahkah kita membuka hati kita untuk semakin mengenal pribadi Allah dengan baik, ingatlah bahwa sebuah kepercayaan timbul dari pengenalan.

Biarlah kebenaran ini menjadi semangat untuk setiap kita menjalani kehidupan kita. Allah mengenal kita. Hiduplah dalam kebebasan dan kemerdekaan. Jangan biarkan diri kita direcoki dengan galau tentang masa depan, kekuatiran akan tercukupinya kebutuhan kita, kekurangan, ketidak mampuan, dan kelemahan kita, ketakutan tentang kesendirian, dll. Allah yang mengenal kita tidak sekedar mengetahui, Allah bertindak atas hidup kita. Bersyukurlah dan bersemangatlah!    

Komitmenku hari ini

Aku juga rindu semakin mengenal Allah yang sudah sangat mengasihiku dan mengenali kehidupanku. Kiranya pengenalanku akan Tuhan semakin hari semakin mendalam.

DDO – YDK