Renungan Harian Anak, Rabu 28 Oktober 2020

Efesus 2:1-10

Di suatu kelas, Bu guru memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menuliskan apa saja yang termasuk dalam 7 Keajaiban Dunia. Tugas ini nantinya harus segera dikumpul agar Bu Guru bisa memeriksanya dan memberikan nilai untuk tugas tersebut. Setelah semua anak mengumpulkan tugas tersebut, Bu Guru pun memeriksa semua tugas itu satu per satu. Banyak tempat yang diberi julukan sebagai 7 Keajaiban Dunia dan rata-rata menjawab Piramida, Taj Mahal, Tembok besar Cina, Menara Pisa, Kuil Angkor, Menara Eiffel dan Candi Borobudur. Ini adalah jawaban dari kebanyakan murid-murid tadi. Lembar tiap lembar memuat jawaban yang sama meskipun urutannya berbeda-beda. Setelah memeriksa dan tersisalah lembar terakhir. Tapi, saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, Bu Guru pun terdiam. Lembar tugas itu milik seorang anak yang pendiam dan pemalu di kelas tersebut. Isi dari jawabannya seperti ini

“ 7 Keajaiban Dunia”
1) Bisa melihat.
2) Bisa mendengar.
3) Bisa menyentuh.
4) Bisa Merasakan.
5) Bisa menyentuh.
6) Bisa bernapas dan
7) Bisa tertawa

Setelah melihat jawaban tersebut, Bu Guru terdiam dan merenungkan apa yang menjadi jawaban dari anak itu. Kemudian Bu Guru berdoa sambil tiada hentinya mengucap syukur dan berterimakasih kepada Tuhan atas segala yang diberikan yang merupakan keajaiban melebihi dari yang ada di dunia ini.

Dari kisah diatas bisa disimpulkan bahwa tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk mencari keajaiban. Tidak perlu mencari karya yang bisa dibilang sebagai keajaiban, sebab kita semuanya adalah sebuah Mahakarya yang ajaib yang diciptakan langsung oleh Tuhan. Dituliskan dalam Kitab Kejadian bahwa kita, manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah yang artinya kita diciptakan khusus dan spesial. Namun semenjak manusia jatuh ke dalam dosa, banyak dari manusia yang tidak mengetahui bahwa di spesial bahkan tidak menghargai dirinya sebagai sebuah mahakaryanya Allah. Tetapi Allah sekali lagi mengingatkan kita betapa berharganya kita dihadapan Allah sehingga Ia mengorbankan Anak-Nya untuk menebus dosa kita dan mengingatkan bahwa kita adalah karya spesialnya Tuhan,  MAHAKARYA ALLAH. Bagi yang belum tahu mahakarya adalah sebuah karya yang sangat dibanggakan dan disayangi oleh penciptanya.

Dari bacaan kita, Efesus 2:10, Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Paulus memberitahu kepada jemaat di Efesus tentang hal yang sama. Bagaimana dulu hubungan mereka dengan Allah terpisah oleh dosa dan oleh Kasih Karunia Tuhan, mereka terlepas dari jerat maut dosa dan telah hidup kembali dan mendapatkan tempat yang indah bersama dengan Allah. Paulus mengingatkan bahwa semua pemberian yang didapat itu bukan karena hasil pekerjaan dari jemaat-jemaat melainkan semua itu adalah Pemberian dari Allah sehingga tidak ada yang boleh menyombongkan diri karena merasa Anugrah itu didapat dengan usahanya sendiri.

Paulus sekali lagi mengingatkan bahwa kita adalah ciptaan Allah, mahakarya Allah atau “masterpiece”nya Allah yang telah dipersiapkan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang telah dipersiapkan dan agar kita hidup didalam hal-hal yang Allah persiapkan untuk kita semua.

Maka dari itu adik-adik ! Sebagai MAHAKARYA ALLAH, kita harus bersyukur atas segala anugerah yang Allah berikan bagi kita, sekecil apapun itu tetaplah bersyukur. Allah mau kita sebagai mahakarya nya hidup benar dan seturut dengan Firman Tuhan. Hiduplah dalam kebenaran dan selalu membaca Firman Tuhan agar kita terus menjadi ciptaan yang menyenangkan hati yang menciptakan kita.

Ingat !!!TUHAN MENYANYANGIMU, SEBAB KAMU ADALAH MAHAKARYA ALLAH YANG ISTIMEWA

Ayat hafalan :

Efesus 2:10a (TB)  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,

KOmitmenku hari ini

Aku adalah Istimewa, karena Tuhan mengasihiku dan menebus hidupku. Aku mau belajar jadi anak Tuhan yang sesaui kehendak Tuhan

MEK – GCT