Renungan Harian Youth, Senin 15 Juni 2020

Hallp gimana kabarnya rekan-rekan Elohim youth????  Semoga semua baik baik saja… tetap stay at Home ya? Untuk yang sekolah apakah sudah trima rapot kenaikan ??? mungkin beberapa ada yang sudah dan beberapa ada yang belum ya….

Beberapa hari yang lalu saya mndapat broadcast WAG(Whatsapp group) yang berisi … Pesan itu dari bapak menteri pendidikan yaitu Nadiem Kariem Beliau mematahkan Mitos tentang NEM, IPK dan Ranking. Ketiga hal ini tidak terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan ternyata gaes ….

Beliau berkata “saya mengarungi 22 tahun belajar mulai dari TK sampai dengan S3 dan mengajar 15 tahun di Universitas di AS, Korea Selatan dan Australia dan juga ditanah air. Saya menjadi saksi betapa tidak relevanya 3 konsep di atas terhadap kesuksesan seseorang”

Bpk. Nadiem kariem – Menteri Pendidikan

Nah rekan-rekan bukan berarti kita tidak belajar dan berusaha, hanya enak-enak saja dan gak mau belajar.. NO !!! bukan itu maksudnya..  Kesuksesan tergantung dari dalam diri atau karakter kita juga loh

Wah ternyata statement Bpk Mentri didukung dengan Riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 Millioner di US. Hasilnya Nilai yang baik yakitu NEM, IPK dan Rangking hanyalah sukses urutan ke 30. sementara factor IQ pada urutan ke 21 dan bersekolah di Universitas / sekolah favorit di urutan ke 23.

Lalu apa factor yang mempengaruhi kesuksesan seseorang : Menurut Riset Stanley ada 10 faktor :

1. Kejujuran ( Being honest with all people)
2.  disiplin keras (Being well – Disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with People)
4. Dukungan pendampingan (Having a supportive spouse)
5. Kerja Keras ( Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan ( Loving my career)
7. Kepemimpinan (having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif ( having a very competitive spirit/ personality)
9. Hidup teratur ( Being a very well)
10. Kemampuan menjual ide ( having a n ability to sell my ideas)

Dalam kurikulum itu semua dikategorikan sebagain softskill seseorang. inilah yang menjadi bagian dari karakter seseorang, dan terakhir beliau mengatakan membentuk karakter  adalah kebutuhan utama dalam pendidikan.

Nah membaca hal tersebut saya ingat akan kisah alkitab yaitu DAUD. Tokoh Daud adalah teladan bagi kita dimana Daud dipilih Tuhan menjadi raja. Daud adalah orang yang sederhana dan biasa. bahkan dari saudara – saudaranya yang gagah Daud disuruh menggembalakn domba, kenapa? ya karna Daun masih muda dan perawakannya yang biasa dan dikatakan didalam alkitab bahwa Daud bermata indah , berkulit putih kemerah-merahan. Bayangan saya, wajah Daud itu lemah lembut dan culun. Tidak berwajah sangar siapa yang nyangka bahwa Daud yang seperti itu dan tidak pandai berperang tetapi dapat mengalahkan goliath.

Tuhan memilih Daud karena karakter, Daud memiliki karakter yang berkenan dihadapan Tuhan. Daud suka menghabiskan waktunya dengan merenungkan Taurat Tuhan ketika sedang menggembalakan domba-dombanya. Jika kita sering merenungkan firman Tuhan dan bergaul karib dengan Tuhan. Daud mengerjakan tanggung jawab kecil dan Daud akhirnya dipercayakan tanggung jawab besar oleh Tuhan yaitu menjadi Raja atas Israel.

Banyak dari kita yang berpikir Tuhan hanya memakai orang-orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata atau pintar, kaya dan kuat saja untuk Ia pakai sebagai kemuliaanNya.  Lalu, kita yang merasa diri sebagai orang yang biasa-biasa saja dan tidak punya sesuatu yang bisa dibanggakan, menjadi rendah diri dan merasa tidak layak di hadapan Tuhan.  Perhatikan ayat ini: 

“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.”  (1 Korintus 1:27-29)

Tokoh-tokoh besar seperti Abraham, Musa, Daud, Gideon, Yosua dan lain-lain adalah orang-orang biasa yang dipakai dan diurapi Tuhan menjadi orang-orang yang luar biasa. 

Tuhan seringkali tidak mencari orang-orang yang mampu, kuat atau pintar, tetapi Dia mencari orang yang mau, yaitu mau untuk diproses dan dibentuknya menjadi bejanaNya yang mulia dan berharga. 

Saat ini Tuhan sedang mencari orang-orang yang mengasihi Dia dengan sungguh, memiliki hati yang benar, memiliki karakter yang baik dan memiliki tekad untuk memberi yang terbaik bagiNya.  Manusia melihat penampilan luar seseorang dan apa yang terlihat secara kasat mata, tetapi Tuhan melihat hati  (1 Samuel 16:7)

Jika saat ini Tuhan memilih dan mengurapi kita menjadi alatNya, itu semata-mata karena anugerahNya.  Karena itu jangan ada yang membanggakan diri atau menyombongkan diri.  Tidak ada alasan sedikit pun bagi kita untuk bermegah.

Komitmen:

Tuhan jadikan aku pribadi yang mau diproses dan di bentuk sehingga aku memiliki karakter yang baik dan hidupku sesuai dengan kehendakMU.

CGP – MLE