Green_Zone_Bertmubuh_dalam_TUhan

Renungan Harian Youth, Kamis 30 Juli 2020

Bacaan : Kolose 2 : 6-7

Syalom rekan-rekan Elohim Youth …  selamat pagi buat kita semuanya …

“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”  Kolose 2: 6-7

Kalau kemarin kita sudah dengar tentang Red Zone atau Zona Merah, kali ini kita mau dengar tentang Zona Hijau atau Green Zone. Zona hijau menjelaskan kabupaten/kota tidak atau belum terdampak. Jika daerah tersebut sudah termasuk dalam zona hijau, artinya sekolah dan kegiatan belajar mengajar bisa kembali dibuka. Bahkan, kegiatan dunia kerja, juga berlangsung agar menjaga kelangsungan ekonomi di suatu daerah. Yang artinya sudah tidak belajar di rumah dan tidak bekerja di rumah. Mungkin bagi sebagian orang yang termasuk dalam kaum rebahan, hal ini terasa berat. Namun di tengah pandemic yang masih belum berakhir ini, zona hijau adalah angin segar bagi Indonesia. Melalui pertumbuhan ekonomi dan kegiatan pendidikan diharapkan bangsa ini mulai bangkit dari himpitan COVID-19.

Begitu pula hidup kita. Seringkali ada masalah dan keadaan yang memaksa kita untuk terpuruk. Namun, itu hanya sementara gaes. Akan ada Zona Hijau, yang menjadi loncatan awal untuk kita mulai bertumbuh. Zona pertumbuhan yang akan mendidik dan mendewasakan kehidupan rohani kita. Jadi jangan diam saja, mari kita belajar bertumbuh walau mungkin terasa tidak nyaman.

Tuhan mengasihi kita apa adanya, tetapi Dia tidak membiarkan kita seadanya. Dia akan mengubah kita menjadi seperti Kristus.

(MAX LUCADO, Just Like Jesus)

Dalam dunia kedokteran, Tumbuh (growth) adalah perubahan fisik yang dapat diukur, seperti penambahan berat badan, tinggi badan, penambahan indeks massa tubuh, penambahan lingkar kepala, dan penambahan lingkar lengan. Alkitab kerap menggambarkan pertumbuhan dengan tanaman. Tanaman yang berakar, bertumbuh dan berbuah.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. – Mazmur 1:3

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam bertumbuh.

Dalam bukunya Purpose Driven Life, Rick Warren mengatakan “Banyak orang kristiani berhenti dalam kondisi bayi rohani karena mereka tidak pernah berniat bertumbuh. Pertumbuhan rohani pada umumnya tidak terjadi secara otomatis.

Hal ini membutuhkan komitmen yang dibuat secara sengaja. Kita harus menginginkan bertumbuh, memutuskan bertumbuh, mengusahakan bertumbuh, dan menjaga kesinambungan bertumbuh

1. Keinginan Bertumbuh

Kainginan bertumbuh artinya kita tidak mau berhenti di tahap pertumbuhan rohani yang sekarang, dan bahkan semakin rindu untuk terus semakin dewasa dalam iman.

“Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,” – Efesus 4:13

2. Keputusan Bertumbuh

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” – Yohanes 15:4

Bahkan Tuhan memberi tawaran bagi umatnya. Mau tinggal di dalam dia atau tidak. Pilihan ini memerlukan keputusan kita. Bertumbuh membutuhkan keinginan kita yang berlanjut menjadi keputusan.

3. Usaha Bertumbuh dan Menjaga Pertumbuhan

Pertumbuhan rohani membutuhkan usaha, yaitu usaha yang terus terjaga dengan kedisiplinan, atau bisa juga disebut usaha yang tekun. Kedisiplinan dapat diusahakan melalui latihan-latihan rohani yang akan “memaksa dan menjaga” kita agar tetap bertumbuh dalam keadaan apapun.

“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.” – Lukas 8:15

Situasi saat ini mungkin tidak mudah, bahkan sulit. Namun kita pasti bisa terus belajar bertumbuh bahkan dalam situasi terhimpit. Bertumbuh dengan benar kearah Kristus, dengan cara Memiliki keinginan untuk bertumbuh. Keinginan yang dilanjutkan menjadi keputusan untuk bertumbuh. Keputusan Bertumbuh yang diwujudkan dengan Usaha yang Tekun.

Mari kita renungkan

Sudahkah kita memiliki keinginan bertumbuh? Atau kita puas dengan keadaan kita saat ini?
Adakah kita mengambil keputusan untuk bertumbuh? Sudahkan kita memiliki disiplin dalam latihan-latihan Rohani?

Komitmen hari ini

Tuhan aku mau memiliki keinginan untuk bertumbuh kearah Kristus. Bertumbuh agar menjadi sama seperti Kristus adalah sempurna. Keinginan yang aku wujudkan dalam keputusan untuk bertumbuh, keputusan untuk menjadi lebih baik setiap hari. Mampukan Aku untuk terus bertekun dalam bertumbuh dan dalam disiplin rohani yang ada.

RAN – KCP