Renungan Harian, Senin 29 Juni 2020.

Hasil survei Radio Republik Indonesia (RRI) bersama lembaga survei Indo Barometer menunjukkan tingginya tingkat kekhawatiran masyarakat terhadap wabah virus corona atau Covid-19, yakni mencapai 68 persen. “Itu lebih kepada sugesti mereka seperti penularannya sangat mudah, kemudian virus corona dapat menyebabkan kematian, kemudian belum ada obatnya,” Gelisah, takut, cemas, kuatir…….hari hari ini menjadi primadona, yang menghampiri sebagian besar umat manusia, Semuanya serba tidak menentu, tidak pasti…..kekuatiran seolah olah muncul dan mengintimidasi begitu banyak orang.
 Menurut KBBI, Kekhawatiran adalah perasaan khawatir; kecemasan. Khawatir adalah takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yg belum diketahui dengan pasti.

BAGAIMANA DENGAN KITA, ANAK ANAK TUHAN ? APAKAH KITA JUGA SEDANG DIKUASAI OLEH KEKUATIRAN ? APA YANG ALKITAB AJARKAN, JIKA KITA DISERANG OLEH KEKUATIRAN

MATIUS 6:25-34, Tuhan Yesus memberikan pengajaran mengenai Kekuatiran. Mengenai Kekuatiran atau ketakutan akan hidup ini, membuat seseorang tidak berfokus kepada Tuhan dan akhirnya lebih berfokus kepada dunia ini.

Dijabarkan ada 3 Jenis kekuatiran:

1. Kekuatiran akan kebutuhan hidup (Makanan, kesehatan dan pakaian).
2. Kekuatiran akan hidup dalam kemiskinan (bangsa-bangsa mencari kekayaan)
3. Kekuatiran akan masa yang akan datang (kesusahan sehari cukuplah sehari)

Kita tidak perlu mengizinkan kekuatiran menguasai hidup kita, karena kekuatiran akan membunuh iman percaya kita kepada Tuhan.

KARENA KEKUATIRAN, ADALAH MERAGUKAN KEDAULATAN TUHAN, DAN MERENDAHKAN KEMAMPUANNYA, Jika kita membaca nats kita hari ini dengan seksama maka kita akan menemukan …

3 alasan kekuatiran sangat berbahaya ?

1. KEKUATIRAN TIDAK PERNAH MEMBERIKAN SOLUSI (AY. 26-27)

Banyak orang terfokus kepada kebutuhan hidup (makanan minuman dan pakaian), bukan kepada tujuan atau arti hidup itu sendiri. Kekuatiran membutakan tujuan Tuhan dalam hidup kita, oleh karena kita terfokus pada hal hal lahiriah. Kekuatiran hanya akan membuat kita terkungkung dan akhirnya tidak membuat hidup kita lebih baik.
Kekuatiran tidak akan pernah memberikan solusi walau hanya sehasta saja ke depan. Para ahli Alkitab memaknakan istilah tersebut dengan “umur”dan kata “satu hasta” sebagai ukuran waktu. Maka, dengan kekuatiran dan kegelisahan, kehidupan manusia tidak dapat diperpanjang (sebaliknya, menurut Ilmu kedokteran modern, kekuatiran justru “memakan kesehatan” dan memperpendek kehidupan).
Karena itu lebih baik kita melakukan managemen stress terhadap diri sendiri jika tidak ingin binasa dan letih karena sakit.

2. KEKUATIRAN TIDAK AKAN PERNAH MENGHADIRKAN KEPUASAN HIDUP (AY. 28-32)

Orang yang percaya sungguh dan tidak kuatir akan melihat pemeliharaan Tuhan, jauh melebihi bunga bakung di padang. Kepuasan yang dimaksud adalah kepuasan hidup, yaitu sukacita, kedamaian, dan kebahagiaan, serta ucapan syukur. Bangsa Israel bersungut-sungut dan tidak masuk ke tanah Kanaan karena kuatir atau takut.

JANGAN PERNAH MERAGUKAN KEMAMPUAN DARI JANJI JANJI-NYA. AGAR TIDAK KUATIR: PEMAZMUR MENGATAKAN “SERAHKANLAH HIDUPMU KEPADA TUHAN DAN PERCAYALAH KEPADA-NYA, DAN IA AKAN BERTINDAK” (MAZMUR 37:5).

Hal yang sama juga dikatakan Paulus “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Filipi 4:6).

Demikian juga dengan Petrus yang menasihati supaya “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7).

Mazmur 55:23 “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”

3. KEKUATIRAN MERUSAK PERTUMBUHAN IMAN (32-34)

Tidak akan terjadi pertumbuhan iman selagi masih kuatir.
Ada beberapa hal penting yang Tuhan mau kita lakukan agar kita mengalami pertumbuhan iman, yaitu:

a. Jangan kuatir akan hidupmu (ay. 32)
b. Carilah kerajaan Allah dan KebenaranNya (ay. 33)
c. Jangan kuatir akan hari esok (ay.34)

Mencari (zêteite dari kata kerja zeteô”) “mencari”,

yang bermakna : “menunjuk terjadinya keasyikan terus-menerus ketika mencari sesuatu, atau berusaha dengan sungguh-sungguh dan tekun untuk memperoleh sesuatu“. Makna Zeteo adalah mencari dengan usaha penuh secara terus-menerus atau berkelanjutan (tidak henti-hentinya)  di dalamnya ada gairah atau semangat, giat, dan penuh ketekunan untuk memuliakan Raja di atas segala Raja melalui hidup kita. Selanjutnya kata “Kebenaran-Nya” – yaitu kita berusaha untuk mentaati perintah Allah, memiliki kebenaran Kristus (Yohanes 14:6), tetap terpisah dari “dunia” (tidak mengikut ‘kebenaran dunia’ tetapi kebenaran Kristus) dan menunjukkan kasih terhadap semua orang.

Orang yang mencari Tuhan (Zeteo), ia akan giat mengiring Tuhan dan tidak kuatir akan hidupnya saat ini, serta hidup berusaha memuliakan Tuhan dan melakukan kehendak-Nya.

Nasehat Firman Tuhan “Janganlah kamu kuatir”

Tuhan bukan saja mampu, namun Dia juga mau menolong dan menyertai kita

Mazmur 46:1, Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

Yesaya 41:10, janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu;

BW