Renungan Harian Youth, 29 September 2020

IBRANI 6:19, Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir.

Syalom rekan-rekan Youth, kiranya rekan-rekan semuanya tetap dalam kondisi yang baik dan tetap saya doakan semua dalam keadaan sehat, kalo ada yang sakit semoga lekas dipulihkan dan dikuatkan …amen

Rekan-rekan Saat ini, hampir semua orang di seluruh dunia berada dalam badai yang sama yaitu “Covid-19”. Pandemi covid-19 membuat sebagian besar orang merasakan kehilangan; dari kehilangan kebiasaan sehari-hari, kehilangan waktu berkumpul dengan banyak orang,  bahkan kehilangan pekerjaan, atau kehilangan orang yang kita kasihi. Tapi ada satu hal yang tidak boleh hilang, yaitu kehilangan harapan.

Harapan, menjadi satu hal yang penting bagi manusia. Harapan membuat kita yakin bahwa keadaan baik masih akan terwujud di masa datang, sekalipun saat ini situasi yang dihadapi jauh dari yang diharapkan.

Dalam kitab Ibrani  6: 19 dikatakan bahwa “Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita”. Pada sebuah kapal, sauh atau jangkar memiliki peranan yang penting. Jangkar memiliki fungsi untuk memberikan rasa aman pada sebuah perahu, sehingga tahan ketika ditempa gelombang atau angin yang kencang, apalagi di ombak yang tenang, namun syaratnya tambatan jangkar harus tepat.  Jika tidak, maka kapal akan  terbawa gelombang dan angina yang kencang.

Kehidupan kita ibarat sebuah kapal, pengharapan kita seperti jangkar, kemana kita menambatkan pengharapan kita ? pada keuangan ? karir ? pada kemampuan dan bakat atau pada hal lainnya ?.

Namun yang terutama dan harus ada dalam kehidupan kita adalah Harapan kita sudah seharusnya ditambatkan kepada Tuhan, karena :

Mazmur 46 : 2 mengatakan bahwa Allah adalah tempat perlidungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sehingga, kehidupan kita akan aman saat kita menaruh jangkar pengharapan kita kepada-Nya.
Dalam Yeremia 29 : 11, dikatakan bahwa Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan hari depan yang penuh harapan. Artinya, sekalipun kita tidak melihat, tetapi saat ini Tuhan sedang bekerja untuk memberikan masa depan yang indah untuk hidup kita.

Maka, Pengharapan yang ditautkan ke dalam hadirat Tuhan adalah pengharapan yang kuat melewati banyak badai dan gelombang.

 Seperti yang disebutkan dalam kitab Ibrani 11:1 bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Untuk memiliki pengharapan, kita juga harus memiliki iman.  Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan, maka penting untuk kita memiliki hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan, di tengah proses “ badai” ini mejadi waktu kita untuk mengenal Tuhan secara pribadi dan membentuk kita memiliki kedewasaan rohani.

Yuk baca ayat Firman Tuhan dalam

Amsal 23:18, Karena masa depan sungguh ada, dan HARAPANMU TIDAK AKAN HILANG.

Didalam Tuhan kita semuanya punya masa depan, bukan masa depan yang tanpa pengharapan tetapi masa depan yang penuh dengan pengharapan. Setiap kita sebagai anak-anak Tuhan harus percaya dan memegang teguh janji Tuhan.

Percayalah, di tengah badai yang kita rasakan saat ini, Allah beserta kita, pegang teguh pada jangkar pengharapan yaitu Tuhan Yesus Kristus. Dia tak akan pernah berdusta akan janjiNya.

Komitmenku hari ini

Aku percaya akan masa depanku didalam Tuhan, masa depan yang penuh dengan pengharapan dan kemenangan.. karena Tuhan selalu menyertaiku.

BG – MLE