Renungan Harian, Rabu 25 November 2020

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka” (Matius 9:36)

Kata Yunani yang diterjemahkan “belas kasihan” di sini berarti “merasa simpatik, mengasihani, digerakkan oleh kemurahan hati” (Strong).

Perlu kita tau terlebih dahulu mengenal sejarah orang-orang Roma sebelum adanya kekristenan. Orang-orang Roma terkenal tidak memiliki hati, dan melakukan kekejaman berdarah di arena-arena mereka, di mana orang-orang bersorak-sorai, bersukaria dalam kemabukan menyaksikan para gladiator, dan bahkan anak-anak kecil, dicabik-cabik oleh beruang dan singa-singa. Ada pula pada waktu itu praktik umum untuk para penyembah berhala untuk “membuang” bayi-bayi yang baru dilahirkan, meninggalkan ribuan bayi yang tidak diinginkan untuk mati di ladang dan hutan, suatu bentuk aborsi yang sangat kejam.

Namun ketika Kristus datang para pengikut-Nya menyelamatkan banyak orang yang hidup melewati kekejaman yang mereka alami di arena-arena itu. Dan itu adalah umum bagi orang-orang Kristen mula-mula ini untuk pergi ke ladang dan hutan untuk menyelamatkan bayi-bayi yang menangis, yang dibiarkan mati di sana. Belas kasihan orang-orang Kristen mula-mula ini adalah hal baru di dalam dunia Yunani-Romawi pada abad pertama. Dan itu adalah salah satu fitur agung dari agama baru yang menarik ribuan orang masuk ke dalam gereja. Orang-orang Kristen mula-mula telah belajar untuk memiliki belas kasihan dari Kristus sendiri!

Ada dua hal yang dapat kita pelajari dari Yesus untuk dapat memenangkan jiwa:

I. Merasakan apa yang Yesus rasakan.

Firman Tuhan berkata, “memberikan kepadamu suatu teladan, supaya kalian mengikuti jejak-Nya” (I Petrus 2:21). Kristus adalah teladan kita. Kita harus mencoba untuk meneladani Kristus sebagai teladan kita. Kita harus berjuang untuk berpikir dan merasakan seperti yang dipikirkan dan dirasakan oleh Yesus.

Di dalam Injil kita membaca tentang belas kasihan Yesus, simpati dan belas kasihan-Nya terhadap orang-orang terhilang, diantaranya:

“Kemudian Yesus memanggil pengikut-pengikut-Nya lalu berkata, “Aku kasihan kepada orang banyak ini….” (Matius 15:32).
“Ketika Yesus turun dari perahu, Ia melihat orang banyak. Ia kasihan kepada mereka…” (Markus 6:34).
 “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka” (Matius 9:36).

Untuk memenangkan jiwa, kita harus merasakan apa yang Yesus rasakan. Jika kita tidak memiliki persaan belas kasihan, tidak memiliki simpati atau kasih bagi orang-orang terhilang, kecil kesempatan bagi kita untuk memenangkan jiwanya.

II. Melakukan apa yang Yesus pernah lakukan.

Yesus bukan hanya merasakan belas kasihan kepada orang-orang terhilang – Ia telah melakukan sesuatu untuk menyelamatkan mereka.

Para murid meninggalkan Yesus di sumur Yakub di Samaria sementara mereka pergi membeli makanan. Ketika mereka kembali Yesus telah dikerumuni oleh banyak orang Samaria yang telah bertobat. Para murid mencoba untuk menghentikan Yesus dan makan. Ia berkata bahwa makanan telah siap, “Lalu Yesus berkata, “Makanan-Ku adalah mengikuti kemauan Dia yang mengutus Aku, dan menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan-Nya kepada-Ku. Kalian berkata, ‘Empat bulan lagi musim panen.’ Tetapi Aku berkata kepadamu: Pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning, siap untuk dituai! (Yohanes 4:34-35).

“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka” (Matius 9:36).

Tuhan Yesus tidak berhenti pada perasaan belas kasihan saja, namun Dia memberikan teladan juga dalam perbuatan-Nya. Apa yang Tuhan Yesus kerjakan selalu diawali dengan belas kasihan. Hati tergerak, tangan bertindak, artinya tidak berhenti pada perasaan belas kasihan namun ada aksi yang dikerjakan setelah perasaan tersebut muncul. Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa kita adalah garam dan terang dunia, dan itu berbicara mengenai perbuatan baik yang dapat dilihat oleh banyak orang.

Mari Bersama kita juga meneladani hal ini, Hati tergerak-Tangan bertindak. Ada hal yang tentunya dapat kita kerjakan untuk orang lain, tidak hanya terbatas pada pertolongan secara materi saja yang kita bisa lakukan, tentunya ada hal-hal lain yang kita bisa berikan bagi orang lain. Tenaga, waktu, bantuan moral dan perhatian, dapat kita berikan kepada orang lain yang sedang memerlukan. Perbuatan kita yang walaupun kecil, namun dapat menjadi sangat berarti bagi orang yang membutuhkan. Perbuatan baik kita dapat membawa orang untuk mengenal Yesus.

Meneladani pelayanan Tuhan Yesus, memiliki Hati yang tergerak oleh belas kasihan dan tangan yang bertindak menyatakan kasih Allah. Itulah panggilan hidup setiap orang percaya.

Kiranya sepanjang hari ini Tuhan membuka mata dan telinga kita untuk kita bisa menyalurkan kasih kepada sesama

Amin … Tuhan Yesus memberkati

CM