Renungan harian Senin, 07 September 2020

Sikap hari yang benar menjadi bagian yang penting dalam kehidupan orang percaya, sikap hati yang benar dihadapan Tuhan adalah hati yang mengasihi Tuhan.

Matius 22:37-38, Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Sikap hati yang b/enar harus dijaga, karena dari hati kita akan mengalir aliran kehidupan. Sikap hati yang Murni adalah sikap hati yang tulus

Amsal 4:23, Jagalah hatimu dengan segenap kewaspadaan; karena dari situlah terpancar kehidupan.
Mazmur 24:3-4, Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan? siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya. 

Gunung Fuji di Jepang  terkenal untuk keindahannya. Pagi hari kelihatanlah segala keindahannya. Itu sebabnya  mengapa orang Jepang menyembah gunung itu. Namun bila ada kabut maka tak nampaklah keindahannya. Keindahannya tetap ada namun tidak Nampak – karena kabut – Kabut ini bisa menjadi gambaran yaitu  hati yang tak mau berserah, tidak murni; maka tidaklah dapat kita menghampiri Dia. Yang membuat kita kehilangan gambaran keindahan tentang Tuhan.

Sikap hati yang benar untuk datang kepada Tuhan adalah dengan ketulusan hati – True Heart.

Ibrani 10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Menghampiri  Allah dengan hati yang benar adalah syarat mutlak.  Kita dapat menghormati dan memuji Allah dengan bibir, namun kita harus menyembah Dia dengan sikap hati yang benar.

Matius 15:7-8 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

Berbicara tentang sikap hati tidak dapat dilepaskan dari pola pikir, Sikap hati yang benar memiliki dimensi yang utuh dalam kehidupan seseorang yaitu Intelektual, Emosi dan Kehendak.

Apakah hati yang benar? 

Hati yang benar adalah penyerahan diri yang sempurna dari seluruh pribadi orang itu; dengan kata lain,  intelek, emosi dan kehendak.  

Bishop Westcot

Dalam sifat manusia hati adalah kuasa sentral. Sebagaimana hatinya –  demikianlah orang  itu.  Batin kita harus diserahkan Allah, hanya bilamana kerinduan hati terserah kepada Allah, segenap hati mencari Allah, memberikan kasihnya dan menemukan sukacitanya didalam Allah, maka orang itu dapat menghampiri Allah.

Andrew Murray

Belajar dari Penyerahan Abraham

dalam Kejadian 22:1-9, ketika Abarahm diperintahkan untuk mempersembahkan anaknya. Dari kisah ini kita bisa belajar Bersama-sama bagaimana penyerahan dan sikap hati yang benar dari Abraham

SIKAP HATINYA …

Abraham melakukan penyerahan kepada Tuhan. Abraham menyerahkan akal budinya, karena apa yang dikerjakan bertolak belakang dengan pikirannya, karena Ishak adalah anak perjanjian. Kemudian Abraham juga menyerahkan Emosinya. Ia sangat mengasihi Ishak, tetapi Abraham lebih memilih untuk Taat kepada Tuhan. Dia menyerahkan kehendaknya dan rela untuk melakukan kehendak Allah.

DALAM PELAYANANNYA …

Abraham dengan ketaatannya dia datang kepada Tuhan dengan sikap hati yang berkenan kepada Tuhan. Dia datang melayani Tuhan dengan Iman kepada Allah yang ia percayai

ALTAR KEHIDUPAN

Abraham pasti mendirikan altar itu dengan tangan yang gemetar,  dengan air mata yang mengalir dipipinya, namun tetap ia mendirikannya dan dengan ketaatannya.

Sebelum kita dapat menyembah Allah dengan  benar, kita harus mendirikan mezbah dengan tangan kita sendiri menjadi korban bakaran yang hidup dan berkenan. 

Abraham didapati Allah sebagai pribadi yang berkenan kepada Allah.

Apa yang terjadi??   Ayat 11-16… Aku telah bersumpah demi diriKu sendiri, kata Tuhan, karena engkau  TELAH MELAKUKAN PERKARA INI..”  Perkara  Apa ??? Apa yang telah dilakukannya?

ABRAHAM TELAH  MENYERAHKAN  HATINYA. “Karena engkau telah melakukan  SATU  PERKARA  ini.. dalam kerurunanmu seluruh bangsa dibumi akan diberkati.”

Betapa ini adalah suatu berkat yang besar, Disinilah satu orang dengan HATI YANG BENAR dan semua bangsa dibumi diberkati melalui dia. Tuhan memanggil setiap kehidupan kita untuk memiliki sikap hati yang benar dan berkenan kepada Allah.

FJD