Renungan Harian, Rabu 10 Februari 2021

“Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman, dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran.”Titus 1:13-14

Kata Health yang merupakan kata benda dalam Merriam Webster Dictionary memiliki arti:

1) the condition of being sound in body, mind, or spirit (kondisi sehat dalam tubuh, pikiran, atau roh);
2) general condition or state (kondisi atau keadaan umum). 

Dalam arti sederhana kata health memiliki arti keadaan roh, jiwa dan tubuh yang sehat. Sebenarnya, kondisi sehat bukan hanya berlaku untuk roh, jiwa dan tubuh kita saja, namun juga untuk keluarga, rumah tangga, keuangan, pekerjaan, dan sebagainya.  Selain hal-hal telah disebutkan tadi, kondisi sehat juga berkaitan tentang hubungan kita dengan TUHAN dan sesama.

Bapak, ibu dan saudsra yang terkasih, Kesehatan itu sangat penting.  Kita harus benar-benar menjaga kesehatan kita dengan benar dan baik, karena ketika kita sehat, kita akan dengan maksimal dan efektif dalam mengerjakan semua tanggungjawab kita termasuk pelayanan kita kepada Tuhan.

Ada beberapa hal yang dapat kita persiapkan dan lakukan berkaitan dengan kesehatan;

Yang Pertama, Kesehatan adalah berkat Tuhan.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, berkat TUHAN bukan hanya sesuatu yang berbentuk dan terlihat, seperti harta benda saja, kesehatan juga adalah berkat TUHAN.  Sikap kita terhadap kesehatan menggambarkan sikap kita kepada TUHAN yang telah memberi kesehatan kepada kita.  Kita harus mengelola dan menjaga kesehatan kita dengan benar dan baik sebagai tanggung jawab kita kepada TUHAN.  Pola makan dan jenis makanan apa saja yang kita makan dan minum akan sangat berpengaruh kepada kesehatan kita. [Kejadian 4:4 – Habel mempersembahkan kepada Tuhan anak sulung kambing dombanya yakni lemak-lemaknya, selain itu hukum mengenai korban persembahan bagi Tuhan dalm kitab imamat juga mencatat bahwa lemak-lemak dari binatang korban adalah untuk Tuhan – Imamat 1,3,7,8,17]. 

Selain itu, bagaimana kita mengatur waktu untuk beristirahat juga sangat berpengaruh kepada kesehatan kita pula.  Ingatlah bahwa tubuh kita memiliki batas dalam kaitan dengan kemampuan dalam melakukan sesuatu, kerapkali tubuh kita memberikan peringatan bagi kita ketika kita sudah melampaui batas kita.  Salah satu hal penting dalam menjaga kesehatan kita adalah kedisiplinan dan keteraturan kita dalam mengelola waktu istirahat kita dan menghargai kesehatan kita.

Yang Kedua, Sehat dalam Pergaulan.

Ada orang yang memiliki tubuh yang terlihat sehat, namun sayangnya ia tak pandai bergaul dengan orang lain sehingga ia seringkali salah paham dengan orang yang ia ajak berkomunikasi.  Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, Kitab Amsal memberitahukan kepada kita bahwa hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakanbuahnya [Amsal 18:21].  Apa yang penulis Amsal katakan ini berkaitan dengan dampak positif dan negatif dari lidah, 

dalam Amsal 15:2,4 – “lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, lidah lembut adalah pohon kehidupan.” 

Lidah kita berbicara tentang bagaimana cara berkomunikasi kita dengan orang-orang yang ada disekitar kita, oeh sebab itu kita harus mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan sehat, benar dan baik.  Kita harus mau mengembangkan kesehatan pergaulan dengan serius

[1 Korintus 15:33 kjv: evil communications corrupt good manners – komunikasi yang buruk mersak akhlak yang baik]. Kita harus belajar mengerti orang lain, bukan minta untuk dimengerti.  Kesehatan pergaulan membutuhkan kedewasaan sikap dan karakter.

Yang Ketiga,  Sehat dalam Pengajaran.

Cara kita  bergaul dengan TUHAN akan memengaruhi sikap, karakter dan pola pikir kita.  Hal ini juga akan berdampak kepada pengertian yang benar tentang TUHAN.  Dari hal ini semua maka kita dapat memiliki pengenalan dan pengajaran yang benar tentang TUHAN.  Miliki pengenalan dan pengajaran yang sehat dimulai dari pengenalan dan pengajaran yang benar tentang TUHAN.  Kepada anak kedua anak rohaninya yaitu Titus dan Timotius,  Paulus menasehatkan untuk selalu mengajarkan ajaran yang sehat, yakni  perkataan Tuhan Yesus Kristus [1 Timotius 6:3, Titus 2:1].

Sekarang pertanyaannya bagi kita adalah, Apakah kita sudah benar-benar sehat? Maukah bapak, ibu dan saudsra-saudara memiliki kehidupan yang sehat setiap hari? seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang menyadari bahwa kesehatan adalah berkat Allah yang dipercayakan kepadanya.  Marilah kita menjaga kesehatan dengan kedisiplinan dan keteraturan dalam mengelola waktu serta mengendalikan pola makan kita dan semakin dewasa dalam sikap dan karakter kita. 

3 Yohanes 1:2 “Saudara-saudaraku yang kekasih,  aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.”   AMIN…

Selamat pagi, selamat beraktifitas. Tuhan Yesus Memberkati.

DS