Renungan Harian, Rabu 16 Desember 2020

Dalam Keluaran 14:15-31, tercatat sebuah kisah mengenai Laut Teberau terbelah. Kisah dari serangkaian perjalanan Israel keluar dari Mesir yang dipimpin oleh Musa. Kisah ini terjadi ± 3500 tahun yang lalu. Teberau dalam Bahasa Ibrani : Yam Suf , yang berarti salah satu rawa atau danau air tawar dekat bagian timur Delta Nil (Teluk Suez). Bahasa Yunani Laut Teberau disebut juga Laut Gelagah atau Laut Merah. Gelagah adalah sejenis rumput tinggi yang hidup di rawa-rawa.

Kisah ini akan mengingatkan setiap generasi yang akan datang untuk mengenang peristiwa ini sebagai karya agung penyelamatan Allah kepada umatNya “

Banyak ilmuwan yang mencoba mengungkap kisah ini menurut logika manusia tetapi kisah ini tidak bisa dipecahkan dengan teori manusia karena merupakan mujizat Allah.

Teori Mekanika Fluida

adalah cabang dari ilmu fisika yang mempelajari mengenai zat fluida (cair, gas dan plasma) dan gaya yang bekerja padanya. Dari Kel 14:21 » menganalisa dari segi angin. Diperlukan kecepatan angin mencapai 63 mil/jam selama 12 jam untuk membuat lorong sepanjang 3-4 km dan luas 5 km selama 4 jam (perkiraan waktu bangsa israel menyeberangi). Sedangkan panjang Laut Teberau 1800m dan lebar 900m. [ Pusat Riset Atmosfir Nasional (NCAR) ]

Volzinger (Rusia)

Jika penyibakan laut Merah tersebut terjadi 4 jam saja, maka dibutuhkan tekanan ( gaya per satuan luas ) sebesar 2,8 juta newton/m². Jika dikaitan dengan angin diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 m/dtk atau 108 km/jam sepanjang malam untuk menyibak air sedalam 800 meter.

Melalui kisah ini, kita hari ini dan sampai selama-lamanya akan mengingatkan kita bahwa Allah akan menyertai umat yang percaya kepadaNya.

Allah menuntun UmatNya

Saat keluar dari tanah Mesir, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan negeri orang Filistin yang jalan ini ternyata lebih dekat. (Kej 13:17-18). Tuhan berjalan didepan mereka dengan tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari. Bergeraknya malaikat Tuhan untuk menjaga jarak mereka sebelum akhirnya Laut  Teberau terbelah.   Berada dalam tuntuntan Allah berarti tetap didalam rancanganNya. Bukan berarti tanpa permasalahan tetapi saat Allah dipihak kita, dia yang berperang bagi kita “ ( Ulangan 1:30)

“ Tuntunan Allah akan membuat kita tetap fokus pada sebuah tujuan yaitu kebenaran Firman Allah”

Allah menunjukan KeagunganNya

Kisah penyeberangan Laut Teberau merupakan sebuah demontrasi keagungan kuasa Allah yang tidak dapat dibayangkan oleh bangsa Israel sebelumnya bahkan secara riset ilmiah. Dibalik ini ada kuasa Allah yang spektakuler.

Kejadian 14:10-12 menjadi gambaran keadaan kita tetapi saat Allah menyatakan diriNya  “Akulah Tuhan” menjadi jaminan yang pasti.  “

Allah memberikan harapan yang baru

Kisah ini juga menjadi dasar keimanan bagi bangsa mereka. Kisah ini menjadi sebuah harapan yang baru bagi bangsa Israel setelah mereka dapat menyebrangi Laut Teberau.

Setelah melewati Lautan ini mereka mempunyai harapan baru sebagai sebuah bangsa yang sedang menuju ke tanah yang dijanjikan. Karya Allah tersebut juga digenapi Allah dalam Perjanjian Baru dalam diri Yesus Kristus.

Tenanglah saudara-saudaraku … karena kita punya Allah yang Besar, lebih dari apapun. Allah yang dapat kita andalkan !!

TC