Renungan Harian Youth, Sabtu 05 Desember 2020

Bahan Bacaan Ayub 2: 1-10

Salam sehat buat semua rekan-rekan … wah ga kerasa sudah diakhir pekan ya .. ada yang libur hari ini atau masih ada yang masuk kerja … semoga rekan-rekan semuanya dalam keadaan yang sehat. Yuk sebelum kita memulai hari ini kita akan kembali merenungkan Firman Tuhan.

Terkadan g Banyak dari kita berpikir bahwa mengikut Tuhan sama artinya menjalani kehidupan tanpa beban. Tidak ada pergumulan, tidak ada kesulitan, dan tidak ada masalah. Nyatanya, pergumulan masih menerpa, kesulitan masih melanda dan masalah juga masih bermunculan. Mengapa hidupku masih susah padahal aku sudah setia pada Tuhan, demikian kadang kita berkeluh kesah. Alhasil, kita kecewa dan tidak mau lagi mengikut Tuhan.

Saat mengajar orang banyak, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Bapa di surga menurunkan hujan bagi orang benar dan orang tidak benar (Matius 5:45)

Disini Tuhan Yesus Kristus tidak hanya bicara tentang hujan berkat, yang membuat bunga-bunga bermekaran, melainkan juga hujan badai yang menumbangkan pohon-pohon dan menghancurkan semua jenis tanaman.

Kalau kita mengingat Kisah dari kehidupan Ayub yang adalah seorang yang saleh dan jujur, ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Tidak heran hujan berkat turun atas kehidupannya, la mendapat banyak kekayaan sampai menjadi orang terkaya dari semua orang di sebelah timur (ayub 1:1-3). Namun tidak hanya hujan berkat, Ayub juga mengalami hujan badai. Dalam sehari, seluruh harta kekayaan Ayub lenyap, dan semua anaknya mati. Bahkan ia sendiri menderita penyakit kulit dan istrinya mendesak nya mengutuki Allah.

Namun Ayub tidak mau melakukan nya. Jawab ayub kepada istri nya,

Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah tapi tidak yang buruk?”

Menelaah kata kata Ayub, kita tahu ayub menyadari bahwa di kehidupan ini ada dua tipe hujan. Hujan berkat dan hujan badai. Ketika kita menikmati hujan berkat tentunya bukan hal yang sulit untuk kita berterima kasih, namun ketika badai itu diijinkan untuk membentuk kehidupan kita, bagaimanakah respon hati kita kepada Tuhan?

Berkali-kali kita diingatkan bahwa Badai itu hanya sementara, Badai yang seringkali dipakai oleh Tuhan untuk menguji kekokohan Iman kita kepada-Nya, yang membuat hidup kita tetap bersandar kepada Tuhan.

Dan Ingatlah Pelangi selalu ada setelah terjadi hujan yang lebat, ketika cahaya kemurahan Tuhan bersinar kita akan melihat keindahan warna pemulihan dari Tuhan dalam kehidupan kita.

Pertanyaannya, hujan mana yang turun di kehidupan kita kali ini? Hujan berkat atau justru hujan badai?

Bersyukurlah pada Tuhan bila kita mengalami Hujan berkat, tapi jangan menjadi kecewa bila yang datang adalah hujan badai. Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita pada saat hujan badai, bersandarlah padaNya dan la akan memberi kekuatan pada kita sehingga kita mampu melewati nya bahkan pelangi sehabis hujan, yaitu berkat pemulihan segala sesuatu yang hilang dari kita.

Mengikut Tuhan bukan berarti tidak ada masalah namun bedanya, kita diberi kesanggupan untuk bisa menanggungnya karena Dia setia menyertai kita semuanya

Komitmen ku hari ini

Dalam setiap berkat yang dipercayakan Tuhan kepadaku, ataupun dalam kesulitan yang diijinkan Tuhan datang dalam hidupku, aku mau percaya bahwa Tuhan Yesus selalu menyertai.

NV – AdS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah TULUS … pasti menarik ya, kita akan membahas bagaimana sikap kita menjalani kehidupan ini dengan ketulusan, karena ketulusan bukan apa yang dinilai manusia tetapi ketika Tuhan melihat hati kita…

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah sudah bisa digedung gereja jam 06.00 pagi disertai perjamuan kudus
namun bagi yang mau ibadah dirumah saja tetap ikuti Ibadah Online besok jam 07.00 dan Sunday Funday jam 08.15 di chanel youtube Elohim ministry.