Renungan Harian Youth, Sabtu 13 Juni 2020

Syalom Rekan-rekan Elohim Youth … saya harapkan semua dalam keadaan yang sehat dan baik.

Rekan-rekan kita sebagai manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang diciptakan untuk berelasi, oleh karena itu Tuhan menciptakan Hawa untuk menemani Adam karena Tuhan berkata bahwa “tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja”. Relasi bisa dibangun dengan siapa saja, seperti keluarga, tetangga, rekan kerja, sahabat, dan lain sebagainya. Dalam membangun sebuah relasi kadang kita menghadapi situasi yang mungkin menjengkelkan dan melelahkan karena pasti ada pertengkaran, perselisihan, perdebatan dan lain sebagainya,  tapi kalau kita sadari hal itulah yang membuat hubungan semakin indah dan membuat kita bertumbuh.

Amsal 27: 17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Ayat tersebut mengungkapkan kepada kita, kenapa Allah menghadirkan orang-orang yang menjengkelkan yang menimbulkan berbagai masalah dalam hidup kita, tujuan Tuhan adalah untuk mengasah karakter kita, membentuk hidup kita semakin serupa dengan Dia, Yesus Kristus.

Maka dari itu, Tuhan membentuk dan mengasah semua orang dalam sebuah relasi, baik diri kita ataupun orang yang berelasi dengan kita.

Dalam versi Firman Allah Yang Hidup (FAYH), secara lebih detail memberikan keterangan sebagai berikut

Amsal 27:  17 mengatakan “Sama seperti besi menajamkan besi, demikian pula orang saling menajamkan pikiran dalam pembicaraan yang akrab

Sebuah relasi pasti menghasilkan sebuah percakapan, dan percakapan atau obrolan yang bijak pasti menghasilkan obrolan yang bermanfaat untuk menajamkan kecerdasan orang. Orang yang memiliki begitu banyak pengetahuan bisa menambah lebih banyak pengetahuan dengan bercakap-cakap atau mengobrol. Kesantunan orang-orang baik akan semakin dipertajam melalui percakapan dengan mereka yang baik, dan sebaliknya amarah serta pikiran orang-orang jahat akan semakin dipertajam melalui percakapan dengan mereka yang jahat. Sama halnya seperti besi dipertajam dengan benda yang serupa dengan besi, manusia diasah, diperhalus, dicerahkan, disegarkan, dipertajam melalui relasi dan percakapan dengan orang lain.

Maka perlu diperhatikan relasi seperti apa yang sedang kita bangun dengan orang lain dan seperti apa percakapan yang sedang kita lakukan dengan orang lain, karena percakapan yang terjadi harus mampu membantu membangun orang lain serta diri kita sendiri, bukan percakapan yang membuang waktu, saling mengejek (bergosip), melainkan untuk saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik, sehingga mampu untuk memberi pertumbuhan satu sama lain, sehingga menjadi pribadi yang lebih baik.

Karena itu rekan-rekan Youth … mari kita bersama-sama belajar untuk memilih membangun relasi hubungan yang sehat dan tepat, dengan PERKATAAN YANG MEMBANGUN sehingga kehidupan kita semakin bertumbuh dalam kebenaran.

Seperti yang tertulis dalam

Efesus 4: 29 (VMD) Bila kamu berbicara, janganlah katakan yang buruk, tetapi katakanlah yang perlu, yang dapat menguatkan iman orang lain, sehingga ucapanmu menolong orang yang mendengarnya. 

Yukk sama-sama kita berkomitmen

Tuhan aku mau dibentuk menjadi serupa dengan Tuhan lewat relasi dengan orang-orang di sekitarku dan membuat percakapan yang mampu menumbuhkan satu sama lain. 

IFM – AS